PPATK Dalami Temuan Transaksi Uang Keluar Brigadir J Anggota Timsus Polri meninggalkan rumah pribadi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Selasa (9/8/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

MerahPutih.com - Kasus kematian Brigadir J menyisakan dugaan adanya transaksi uang keluar dari empat rekening pria yang tewas di tangan Irjen Ferdy Sambo itu.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun tengah mendalami temuan pihak kuasa hukum Brigadir J. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana belum bisa menjelaskan detail hasil temuan terkait transaksi tersebut.

Baca Juga:

63 Polisi Terseret Kasus Pembunuhan Brigadir J

Ivan hanya mengatakan, temuan hasil dari aliran dana empat rekening milik Brigadir J itu dilaporkan ke Bareskrim Polri.

"Kami sampaikan ke Bareskrim ya," ucap Ivan kepada wartawan yang dikutip di Jakarta, Kamis (18/8).

Menurut Ivan, PPATK akan dalami dugaan tindak pidana jika mendapat laporan. Mekanisme kerja PPATK hanya bisa dilaksanakan sesuai yang ditentukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Semua tugas dan kewenangan yang kami lakukan, baik dalam hal analisis, pemeriksaan (proaktif dan reamtif), termasuk penghentian transaksi, pembekuan rekening, dalam kasus apa pun berdasarkan UU tersebut," jelas Ivan.

Kemudian, ia menambahkan, PPATK akan terus berkoordinasi dengan pihak berwajib sebelum bertindak melakukan wewenangnya melacak transaksi sebuah perkara.

"Kami terus koordinasi dengan penegak hukum dalam hal proses analisis atau pemeriksaan yang dilakukan. Itu berdasarkan laporan transaksi dari pihak pelapor yang diterima PPATK," tuturnya.

Baca Juga:

LPSK Sebut Istri Ferdy Sambo Saksi Mahkota Kasus Pembunuhan Brigadir J

Sekadar informasi, kuasa hukum Brigadir J membeberkan temuan baru terkait adanya transaksi uang yang keluar dari empat rekening klientnya.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, sejumlah aset milik kliennya diduga dikuasai oleh salah satu pelaku.

Meski tidak menyebut siapa penerima uang dari empat rekening milik Brigadir J, tetapi Kamaruddin mengatakan bahwa total uang yang berhasil terkuras senilai Rp 200 juta dan itu mengalir ke salah satu tersangka.

Sejauh in,i tercatat Tim Khusus Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Mereka adalah, Bharada E, Kuwat, Brigadir R, dan Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo atas kasus kematian Brigadir J di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan dengan pasal pembunuhan berencana.

"Berdasarkan peran dijerat Pasal 340 Jo 338 Jo 55 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara 20 tahun," kata Kabareskrim Komjen Agus Andrianto beberapa waktu lalu di Mabes Polri.

Lebih jauh, Agus mengatakan, Sambo memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi Brigadir J.

Bharada E berperan melakukan penembakan terhadap Brigadir J. RR Turut membantu dan menyaksikan penembakan. KM yang merupakan sipil juga turut membantu dan menyaksikan penembakan. (Knu)

Baca Juga:

Komnas HAM Sebut Brigadir J Murni Tewas Karena Ditembak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
2.000 Wisatawan Terjebak saat Gelombang COVID-19 Menyerang Xinjiang
Dunia
2.000 Wisatawan Terjebak saat Gelombang COVID-19 Menyerang Xinjiang

Xinjiang diserang gelombang terbaru kasus positif COVID-19 sejak awal bulan ini.

Pemerintah Nyatakan Tak Ada Lonjakan Kasus COVID-19 Sebulan Setelah Lebaran
Indonesia
Pemerintah Nyatakan Tak Ada Lonjakan Kasus COVID-19 Sebulan Setelah Lebaran

Kasus COVID-19 yang terjadi di Indonesia setelah 41 hari pasca-Hari Raya Idul Fitri 1443 H atau Lebaran 2022 relatif flat.

Ferdy Sambo Hadirkan Ahli Hukum Pidana untuk Ringankan Ancaman Hukuman
Indonesia
Ferdy Sambo Hadirkan Ahli Hukum Pidana untuk Ringankan Ancaman Hukuman

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang pembunuhan Brigadir Yosua atau Brigadir J.

Di Tengah Sengkarut Minyak Goreng, Pemerintah Diminta Fokus Kendalikan Harga Pangan
Indonesia
Di Tengah Sengkarut Minyak Goreng, Pemerintah Diminta Fokus Kendalikan Harga Pangan

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) meminta pemerintah mewaspadai kenaikan beberapa komoditas jelang bulan Ramadan seperti terjadi tahun lalu.

KY Telusuri Pola Korupsi di MA Lewat Pemeriksaan Hakim Yustisial Elly Pangestu
Indonesia
KY Telusuri Pola Korupsi di MA Lewat Pemeriksaan Hakim Yustisial Elly Pangestu

Komisi Yudisial (KY) rampung memeriksa Hakim Yustisial Elly Tri Pangestu, tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).

9 Nama Jenderal Bintang 3 Berpotensi Gantikan Laksamana Yudo Margono
Indonesia
9 Nama Jenderal Bintang 3 Berpotensi Gantikan Laksamana Yudo Margono

Pengamat militer Anton Aliabbas menyebutkan, setidaknya ada 9 nama perwira tinggi TNI Angkatan Laut berpangkat bintang tiga atau Laksamana Madya yang berpotensi menggantikan posisi Yudo.

Aktraksi Jupiter Aerobatic Team di Langit Mandalika
Indonesia
Aktraksi Jupiter Aerobatic Team di Langit Mandalika

Di ajang internasional, tim Jupiter pada 18 Februari 2022 lalu berhasil memukau publik dalam Singapore Air Show 2022, mereka juga pernah tampil pada Langkawi Air Show.

Kapolri Siapkan Antisipasi Serangan Siber di KTT G20
Indonesia
Kapolri Siapkan Antisipasi Serangan Siber di KTT G20

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya serangan siber.

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Banda Aceh
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Banda Aceh

Gempa bumi magnitudo 5.2 mengguncang wilayah Banda Aceh, Aceh, pada Kamis dini hari, pukul 00.27 WIB.

PSI Minta Disdik DKI Hapus Syarat PIP dalam PPDB Bersama
Indonesia
PSI Minta Disdik DKI Hapus Syarat PIP dalam PPDB Bersama

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menyoroti syarat kepemilikan Kartu Program Indonesia Pintar (PIP) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Bersama DKI Jakarta.