PP Pendidikan di Kawasan Ekonomi Khusus Wajib Pakai Prinsip Nirlaba Siswa belajar. (Foto: Kemendikbud).

MerahPutih.com - Dewan Perwakilan Rakyat meminta pemerintah memastikan peraturan pemerintah (PP) yang mengatur sektor pendidikan di dalam UU Cipta Kerja, harus mengedepankan prinsip nirlaba.

"Peraturan Pemerintah UU Cipta Kerja harus memastikan dan menegaskan bahwa pendidikan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan itu masuk dalam ranah nirlaba," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng di Semarang, Senin (12/10).

Ia menegaskan, DPR akan mengawal penuh proses penerbitan PP UU Cipta Kerja tersebut sebagai upaya untuk menjawab keraguan masyarakat di dunia pendidikan.

Baca Juga:

Sahkan Kertas Kosong UU Ciptaker, Buruh Siapkan Langkah Hukum

Selain itu, meminta Pemerintah mewajibkan lembaga pendidikan yang didirikan di kawasan ekonomi khusus tersebut memberikan materi tentang mengenal budaya Indonesia.

Dia menjelaskan sekolah internasional yang nantinya didirikan di kawasan ekonomi khusus tersebut, tetap harus mengajarkan materi tentang mengenal Indonesia, mulai dari budaya, pemerintahan, hingga Pancasila.

"Walaupun sekolah internasional, kedaulatan Indonesia tetap harus dihormati," kata politikus PDIP tersebut.

Pasal 65 UU Cipta Kerja mengatur tentang pelaksanaan perizinan pada sektor pendidikan dapat dilakukan melalui Perizinan Berusaha.

Presiden Joko Widodo menjelaskan pasal tersebut hanya mengatur soal pendidikan formal di kawasan ekonomi khusus. Sedangkan perizinan pendidikan secara umum, kata Jokowi, tidak diatur di dalam UU Cipta Kerja.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Viral Massa Demo UU Ciptaker Dibayar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiongkok Kuasai 30 Persen Pasokan Barang ke Indonesia
Indonesia
Tiongkok Kuasai 30 Persen Pasokan Barang ke Indonesia

berdasarkan komoditasnya, maka penyumbang terbesar ekspor bulan ini adalah lemak dan minyak hewan, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

 Wakil Ketua dan Komisioner Ombudsman RI Dinyatakan Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Wakil Ketua dan Komisioner Ombudsman RI Dinyatakan Sembuh dari COVID-19

"Belum tahu kapan bisa ketemu keluarganya, mungkin hari ini mungkin besok, tapi pastinya udah sembuh," ungkap Alamsyah.

Demo Tolak UU Cipta Kerja Mereda, Polisi Tetap Berjaga di Istana dan Gedung DPR
Indonesia
Demo Tolak UU Cipta Kerja Mereda, Polisi Tetap Berjaga di Istana dan Gedung DPR

Yusri mengungkapkan pihaknya tetap akan melakukan penjagaan di sekitar gedung DPR/MPR RI dan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Pulang Kampung, Jokowi Ajak Gibran Berziarah Makam
Indonesia
Pulang Kampung, Jokowi Ajak Gibran Berziarah Makam

"Ini merupakan yang pertama Jokowi, ziarah semenjak meninggalnya ibunda Sujiatmi," ujar Kades Selokaton Sutino.

Alasan Pemerintah Tak Perlu Reaktif Tanggapi 'Manuver' Din Syamsuddin Cs
Indonesia
Alasan Pemerintah Tak Perlu Reaktif Tanggapi 'Manuver' Din Syamsuddin Cs

KAMI jangan marah atau alergi jika publik mengkritik langkah mereka

 Hidayat Nur Wahid Sebut Pernyataan Kepala BPIP Agama Musuh Pancasila Irasional
Indonesia
Hidayat Nur Wahid Sebut Pernyataan Kepala BPIP Agama Musuh Pancasila Irasional

"Pernyataan radikal Ketua BPIP itu ahistoric dan irrasional. Presiden Sukarno dan Soeharto tak jadikan Agama sebagai musuh Pancasila," ucap Hidayat

Calon Penantang Gibran Dituding Pengikut Keraton Agung Sejagad dan Sunda Empire
Indonesia
Calon Penantang Gibran Dituding Pengikut Keraton Agung Sejagad dan Sunda Empire

Namun demikian, sebagai pasangan dari jalur independen justru mendapatkan cibiran dan tudingan negatif terutama di media sosial.

Tukang Bakso yang Culik Anak Berkebutuhan Khusus Diganjar Pasal Berlapis
Indonesia
Tukang Bakso yang Culik Anak Berkebutuhan Khusus Diganjar Pasal Berlapis

Kasus ini ditangani Unit V Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya dibawah Pimpinan Kanit V AKP Rulian Syauri

Sejumlah Pentolannya Diciduk Polisi, Ini Respon KAMI
Indonesia
Sejumlah Pentolannya Diciduk Polisi, Ini Respon KAMI

KAMI menolak secara kategoris penisbatan atau pengaitan tindakan anarkis dalam unjuk rasa kaum buruh

Tunawisma Dipindah Risma, Kolong Jembatan Pegangsaan Jadi Taman dan Ruang Interaksi
Indonesia
Tunawisma Dipindah Risma, Kolong Jembatan Pegangsaan Jadi Taman dan Ruang Interaksi

"Kali ini saya mau tuntaskan. Kolong jembatan ini akan kita buat taman, jadi akses jalan warga. Menjadi tempat penyeberangan orang, melalui kolong jembatan ini," sebut Irwandi.