Power Streering Hanya Dilihat Kalau Ngambek Perhatikan perawatan power steering bila tidak ingin terkendala di jalan. (Foto: Pexels/Cleyton Ewerton)

KEBERADAAN power steering seolah terlupakan, diingat bila kondisinya mengalami kerusakan atau mengganggu kenyamanan berkendara. Padahal organ mobil yang satu ini termasuk penting. Kalau sudah ngambek, bersiaplah menggunakan power beneran untuk memutar kemudi.

Bagian mobil ini juga butuh perawatan berkala. Perawatannya pun sebenarnya tidak rumit kok! Menurut laman KabarOto perawatannya harus melihat jenisnya, hidrolik atau elektrik. Terutama bagi pemilik mobil yang menggunakan power steering hidrolik harus rutin mengganti olinya.

Baca Juga:

Tips untuk Tetap Aman Ketika Berkendara saat Hujan, Nomor 3 Paling Penting!

stir
Penggnatian oli power steering idealnya setahun sekali. (Foto: Pexels/Pixabay)

Oli dalam power steering diganti sesuai dengan spesifikasi yang sudah diberikan oleh pabrik. Kalau memakai oli yang di luar spesifikasi dapat merusak power steeringnya. Lagipula penggantian oli power steering untuk perawatan bukan untuk merusak.

Dengan mengganti oli secara rutin dapat memperpanjang usia komponen power steering. Menurut laman KabarOto idealnya dilakukan setahun sekali.

Mengganti oli power steering berarti melakukan pengurasan wadah dan menggantinya dengan oli baru. Biasanya butuh sekitar 2,5 liter sekali mengisi oli power steering setelah dikuras. Biaya juga terjangkau sesuai dengan pilihan olinya.

Pengantian oli ini dimaksudkan untuk tetap menjaga keutuhan dari karet-karet dan sil yang ada pada power steering. Oli lama yang ada di dalam berubah karena kontaminasi debu yang masuk. Ini yang menyebabkan karet-karet rack steernya rusak dan dapat bocor.


Baca Juga:

Ini Manfaat Isi Angin Ban dengan Nitrogen

stir
Mobil dengan sistem power steering elektrik harus berhati-hati pada waktu hujan. (Foto: Pexels/Mary Whitney)

Bila mobil kamu menggunakan power stering dengan tipe EPS atau elektrik, memang lebih meringankan dalam perawatan. Namun harus tetap waspada dari air. Mobil yang menggunakan EPS tidak boleh menerjang banjir. Bila terjadi akan membuat dinamo penggerakanya mengalami kerusakan yang cukup parah.

Sama halnya dengan yang memakai sistem hidrolik bila sudah mati akan membuat kemudi terasa berat ketika dibelokan. Apalagi biaya penggantian part untuk sistem EPS lumayan menguras kantong. (*)


Baca Juga:

Perhatikan Hal-Hal Ini agar Ban Tubless Sepeda Motor Kamu Awet

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH