Potensi Ekonomi Musim Mudik 2018 Capai Rp200 Triliun Stok uang tunai. Foto: Antara

MerahPutih.com - Tradisi tahunan Mudik Lebaran memiliki potensi ekonomi luar biasa. Tercatat sedikitnya perputaran uang selama musim mudik tahun ini diprediksi mencapai Rp200 triliun

"Bank Indonesia (BI) memperkirakan uang yang beredar pada musim mudik Lebaran tahun 2018 sebanyak Rp200 triliun. Uang tersebut akan mengalir ke daerah-daerah dan desa-desa sehingga akan menggairahkan ekonomi daerah dan pedesaan," kata Ketua DPR Bambang Soesatyo di Jakarta.

Menurut dia, bulan Ramadan bukan hanya momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, tapi juga kaya akan dimensi sosial dan ekonomi, misalnya ada aturan soal kewajiban membayar zakat fitrah.

Dengan adanya zakat harta ditambah infak dan sedekah, kata Ketua DPR, akan memperkuat dimensi sosial untuk membantu kaum muslimin yang tidak mampu, yaitu mereka yang fakir dan miskin.

"Zakat, infaq dan, sedekah, juga mengandung potensi ekonomi yang besar jika dapat dikelola dengan profesional," imbuh Bamsoet, sapaan karibnya.

bamsoet
Ketua DPR Bambang Soesatyo. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Momen Berbagi

Politisi Partai Golkar yang berlatar belakang pengusaha ini memiliki harapan khusus kepada para koleganya para pengusaha, khususnya yang tergabung dalam organisasi profesi seperti Kadin, Ardin, Hipmi, dan organisasi profesi lainnya dapat menjadi pelopor dalam pengembangan ekonomi di bidang zakat, infak dan sedekah.

"Jangan lupa momentum Idul Fitri ini adalah waktu yang tepat bagi partai-partai politik, khusunya bagi para caleg untuk mengetuk simpati serta meningkatkan kepedulian kepada rakyat," imbau dia, kepada sesama politikus lainnya.

Sementara itu, Bank Indonesia sendiri menyiapkan kebutuhan uang tunai selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2018 mencapai Rp188,2 triliun secara nasional. Dari jumlah itu sekitar 61,2 persen atau Rp115,5 triliun uang tunai bakal berputar di Pulau Jawa.

BI Siapkan Stok Uang Tunai Rp 188 Triliun

BI memprediksi hampir 38,4 persen transaksi bakal terjadi di Pulau Jawa non-wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Wilayah Jabodetabek sendiri bakal menyerap 22,8 persen dari total Rp188,2 triliun.

Artinya total peputaran uang tunai di Pulau Jawa selama Ramadan dan Idul Fitri mencapai 61,2 persen, atau Rp115,5 triliun. Untuk sisa uang tunai Rp32,7 triliun akan terdistribusi di luar Pulau Jawa, meliputi wilayah Sumatera 19,9 persen dan kawasan lainnya 18,9 persen.

Bank Indonesia
Bank Indonesia (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Rosmaya memastikan BI berkomitmen untuk mendistribusikan uang tunai ke seluruh Indonesia untuk memenuhi total kebutuhan tersebut melalui 46 kantor perwakilan yang secara serentak melakukan aktivitas pelayanan penukaran uang kepada masyarakat.

BI juga melakukan kegiatan distribusi seperti kas titipan dan kas keliling. Di seluruh Indonesia terdapat 1.000 titik atau lokasi yang melayani kegiatan distribusi tersebut. "Juga distribusi uang ke tempat 3T (terluar, terdepan, terpencil), bahkan hingga mencapai pelosok kecamatan," kata dia, dilansir Antara.

Menurut Rosmaya, BI akan terus berkoordinasi dengan pihak perbankan supaya memastikan kondisi ATM dan pelayanan kepada masyarakat selama libur Lebaran tidak berkurang. Langkah yang sama dilakukan terhadap peserta sistem pembayaran guna memastikan optimalnya kegiatan sistem pembayaran.

"Dengan langkah-langkah antisipatif yang dilakukan, BI berharap kegiatan ekonomi masyarakat pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2018 dapat berjalan dengan lancar, aman dan nyaman," tandas petinggi Bank Sentral itu. (*)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH