Polsek Gambir Sayangkan Belum Ada Laporan Ibu-ibu Ancam Bakar Kantor Anies Ilustrasi - Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) meninggalkan kompleks Balaikota di Jakarta, Kamis (17/5/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aa.

MerahPutih.com - Polsek Gambir mengaku belum menerima laporan dari Balai Kota DKI Jakarta perihal ibu-ibu misterius yang mengancam bakar kantor Gubernur Anies Baswedan pada Selasa (27/10) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Gambir Kompol Gunarto mengatakan, meski belum ada laporan, pihaknya "jemput bola" melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kantor Anies Rabu (28/10) kemarin. Namun, hal itu tak terlaksana lantaran Balai Kota tutup libur cuti bersama.

"Kami langsung respons ke sana jemput bola. Namun, Balai Kota tutup cuti bersama, itu keterangan pihak mereka. Jadi kami tidak bisa melakukan langkah," kata Gunarto saat dikonfirmasi, Rabu (28/10) malam.

Baca Juga:

Polisi Temukan Hal Aneh dalam Kasus Perempuan Bawa Bensin ke Kantor Anies

Gunarto menyayangkan sikap Balai Kota DKI yang tak mengambil langkah cepat membuat laporan langsung ke polisi pasca-kejadian itu. Parahnya lagi, emak-emak yang mau membakar Balai Kota dilepaskan.

"Namun anehnya kenapa ada kejadian tersebut tidak info ke kita dan pelaku tersebut di lepas begitu saja," papar dia.

Ilustrasi - api (Antara/Istimewa)
Ilustrasi - api (Antara/Istimewa)

Pelsek Gambir hanya menerima surat pemberitahuan terkait kejadian itu dari Balai Kota pada Selasa (27/10) malam, pukul 22.30 WIB.

"Dasar dari surat dan berita di medsos, kita sudah buatkan laporan pendapatan kita sendiri dan kita akan melakukan penyelidikan atas info tersebut," ungkapnya.

Seperti diketahui, Kepala Biro Umum Pemprov DKI Jakarta Budi Awaludin mengaku pihaknya telah membuat laporan ke Polsek Gambir mengenai ibu-ibu yang mengancam akan membakar Balai Kota DKI dengan bensin.

Baca Juga:

Karena Faktor Ini Pelaku Begal Pesepeda Sulit Terungkap

Laporan yang dilayang Pemprov DKI terkait kasus dugaan ancaman perusakan aset pemerintah dan pencemaran nama baik.

"Saya sudah bersurat ke Polsek Metro Gambir, melaporkan bahwa ibu itu melakukan, mengancam, pengrusakan aset pemerintah, dan mencemarkan nama baik," tutur Budi, ketika dikonfirmasi, Rabu (28/10). (Asp)

Baca Juga:

Peringatan Sumpah Pemuda, Ditreskrimsus Polda Metro Bagikan Ratusan Sembako dan Ingatkan Bahaya Hoaks

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
AHY Ungkap Hasil Sowannya ke PKB
Indonesia
AHY Ungkap Hasil Sowannya ke PKB

Partai Demokrat dan PKB adalah partai yang sudah sangat lama bekerja sama

Proyek Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 52,9 Persen
Indonesia
Proyek Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 52,9 Persen

Jakarta Propertindo (Jakpro) baru menyelesai 52,9 persen pembangunan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Gibran Isolasi Mandiri di Rumah Jokowi
Indonesia
Gibran Isolasi Mandiri di Rumah Jokowi

Hal itu dilakukan bukan karena dirinya terpapar COVID-19, melainkan untuk melindungi keluarga dari virus corona.

2.185 Pekerja KAI Daop 3 Cirebon Disuntik Vaksin Tahap Kedua
Indonesia
2.185 Pekerja KAI Daop 3 Cirebon Disuntik Vaksin Tahap Kedua

Pelaksanaan vaksinasi untuk tahap kedua, dilaksanakan pada tanggal 18 Maret sampai 30 Maret 2021.

Jokowi Diharap Buka Keran Diplomasi dengan Raja Arab Saudi Soal Kuota Haji
Indonesia
Jokowi Diharap Buka Keran Diplomasi dengan Raja Arab Saudi Soal Kuota Haji

Pemerintah Arab Saudi sejauh ini belum mengumumkan kuota haji dari luar negaranya

Partai Berkarya Targetkan Dapat Kursi di DPRD DKI pada Pemilu 2024
Indonesia
Partai Berkarya Targetkan Dapat Kursi di DPRD DKI pada Pemilu 2024

"Saya minta satu fraksi ada di DPRD DKI Jakarta, mugkin kami juga bisa menyalonkan untuk gubernur DKI Jakarta yang akan datang," lanjutnya.

Epidemiologi UI Komentar Menohok Soal DPRD DKI Minta Keluarga Divaksin
Indonesia
Epidemiologi UI Komentar Menohok Soal DPRD DKI Minta Keluarga Divaksin

UI mengomentari keinginan DPRD DKI Jakarta yang meminta jatah vaksin COVID-19 ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk keluarga mereka.

Ketua PBNU Serukan UU Cipta Kerja Dilakukan Judicial Review
Indonesia
Ketua PBNU Serukan UU Cipta Kerja Dilakukan Judicial Review

UU Cipta Kerja yang baru diputuskan pada Senin (5/10) lalu itu sangat tidak seimbang karena hanya menguntungkan satu kelompok.

Dua Spesies Baru Kepiting Ditemukan di Dekat Freeport
Indonesia
Dua Spesies Baru Kepiting Ditemukan di Dekat Freeport

Dua spesies kepiting baru bernama Typhlocarcinops robustus dan Typhlocarcinops raouli ditemukan di kawasan muara Ajkwa.

Dianggap Tolak Resolusi Cegah Genosida, Ini Penjelasan Kemenlu RI
Indonesia
Dianggap Tolak Resolusi Cegah Genosida, Ini Penjelasan Kemenlu RI

“Artinya R2P bukan barang baru. Ini sudah dibahas sejak dulu dan kita selalu terlibat dalam pembahasan,” ujar Febrian