Polri Tunggu Hasil Audit BPK Terkait Dugaan Korupsi Asabri Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah). (ANTARA/HO-Polri)

MerahPutih.com - Polri belum bisa melanjutkan penyelidikan kasus dugaan penyelewengan dana PT Asuransi Sosial ABRI (ASABRI). Pasalnya, belum mendapatkan hasil audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

"Nanti kalau sudah ada hasilnya baru kami tindak lanjuti," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/2).

Baca Juga:

Faisal Basri Beberkan Kesalahan OJK dalam Kasus Korupsi Asabri dan Jiwasraya

Argo mengatakan, pihaknya tetap menyelidiki munculnya dugaan tersebut.

"Intinya penyelidikan. Tentunya sudah kami sampaikan bahwa kami masih menunggu audit BPK," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/2).

Logo Asabri (Foto: Antaranews)
Logo Asabri (Foto: Antaranews)

Argo belum bisa membeberkan secara rinci mengenai proses penyelidikan yang dilakukan polisi terkait kasus ini.

Baca Juga:

Berikut Perkembangan Pengusutan Dugaan Korupsi di Asabri

"Nanti kalau sudah ada audit dan ditemukan adanya kerugian, baru kami tindak lanjuti," ujar Argo.

Dugaan korupsi yang menyeret nama ASABRI mencuat ke publik setelah adanya pernyataan dari Menkopolhukam Mahfud MD. Mahfud menyebut nilai dugaan korupsi di PT ASABRI tidak kalah besar dengan kasus PT Jiwasraya yakni mencapai Rp10 triliun.

BPK saat ini masih mengumpulkan data dan informasi terkait kasus dugaan korupsi di PT ASABRI. (*)

Baca Juga:

Tak Ingin Asabri Makin Terpuruk, Erick Thohir Copot Dua Direkturnya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Diminta Berani Bongkar Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Cengkareng
Indonesia
Anies Diminta Berani Bongkar Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Cengkareng

Selain itu, kata Happy, gubernur juga wajib melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi RSUD Cengkareng sebagai wujud dari menjalankan pemerintahan yang berani, jujur, adil, makmur

KPK Tahan Nurhadi dan Menantunya Rezky Herbiyono
Indonesia
KPK Tahan Nurhadi dan Menantunya Rezky Herbiyono

Keduanya bakal ditahan selama 20 hari ke depan sejak 2 hingga 21 Juni 2020.

Pemprov DKI tak Pantau 16 Warganya Usai Diobservasi di Natuna
Indonesia
Pemprov DKI tak Pantau 16 Warganya Usai Diobservasi di Natuna

Adapun hari ini sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjalani karantina di Natuna dipulangkan ke kota asal. 16 diantaranya merupakan warga DKI Jakarta.

Daop 8 Operasionalkan 23 Kereta Api Hadapi Libur Tahun Baru Islam
Indonesia
Daop 8 Operasionalkan 23 Kereta Api Hadapi Libur Tahun Baru Islam

PT KAI Daop 8 Surabaya melayani 165.512 penumpang terdiri dari 29.519 penumpang KA jarak Menengah/Jauh dan 135.993 penumpang KA Lokal.

Update COVID-19 Rabu (13/5): 15.438 Positif, 3.287 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (13/5): 15.438 Positif, 3.287 Sembuh

"Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," jelas Yurianto.

Hakim Tipikor Ancam Pidanakan Rano Karno
Indonesia
Hakim Tipikor Ancam Pidanakan Rano Karno

Ancaman pidana itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani saat Rano Karno bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan

Demo Tak Pakai Masker dan Jaga Jarak, Aksi Pemuda Papua di DPR Dibubarkan Polisi
Indonesia
Ekonomi Turun, Sri Mulyani Tegaskan Indonesia Belum Resesi
Indonesia
Ekonomi Turun, Sri Mulyani Tegaskan Indonesia Belum Resesi

Dengan berbagai kebijakan ekonomi pada triwulan III tahun ini dapat tumbuh pada kisaran 0-0,5 persen dan triwulan IV 2020 dapat tumbuh hingga mendekati 3 persen.

 Dampak Virus Corona Tidak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Ke Jawa Tengah
Indonesia
Dampak Virus Corona Tidak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Ke Jawa Tengah

Sinung menuturkan pada akhir Januari 2020 dari pintu Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo dipulangkan sebanyak 178 wisatawan asal Tiongkok.

Syuting Film Sudah Diperbolehkan, Begini Protokol Kesehatannya yang Super Ketat
Indonesia
Syuting Film Sudah Diperbolehkan, Begini Protokol Kesehatannya yang Super Ketat

Ada protokol umum dan khusus bagi setiap pekerja film yang mesti diterapkan selama pandemi COVID-19.