Polri Tarik Penyidiknya dari KPK Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Polri menarik dua penyidiknya yang sebelumnya ditugaskan di KPK. Kedua penyidik itu dikatakan telah usai masa penugasannya.

"Jadi penarikan ini pun juga didasari pada batas waktu yang memang penyidiknya telah usai melaksanakan tugas di KPK, dan ada yang memang dibutuhkan oleh Polri sebagai penyidik di kepolisian," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (28/1).

Baca Juga:

Jaksa KPK yang Tangani Kasus Akil Mochtar Juga Ditarik ke Kejagung

Asep menambahkan, ada satu lagi penyidik yang rencananya juga akan ditarik dari KPK karena alasan yang sama yakni Kompol Rosa. Ia akan habis masa tugasnya 23 September mendatang.

"Jadi secara administrasi masih terus dilakukan pendalaman terhadap masa tugas yang bersangkutan," ujar Asep.

Asep tak menjelaskan lebih lanjut seperti apa aspek-aspek kajian itu.

"Masih dalam pengkajian dan dikoordinasikan, yang dua sudah positif dikembalikan," ucapnya.

Sementara, terkait langkah Polri memburu tersangka kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku, masih nihil, meskipun yang bersangkutan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Gedung KPK RI. ANTARA/Benardy Ferdiansyah
Gedung KPK RI. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Asep Adi Saputra mengungkapkan, Polri dan KPK masih mengendus keberadaan Harun Masiku.

"Sampai hari ini status pencarian Harun Masiku masih penyelidikan. Segala daya upaya kami maksimalkan untuk ketahui keberadaan yang bersangkutan," kata Asep.

Asep menekankan, pihaknya telah berupaya maksimal membantu penyidik lembaga antirasuah dalam melakukan pengejaran terhadap eks caleg PDIP tersebut.

Salah satu cara yang dinilai ampuh, kata Asep, adalah pembentukan tim khusus untuk mencari tersangka penyuap eks Komisioner KPU tersebut.

"Sebagaimana perintah Kapolri, beliau sangat konsen bantu KPK untuk cari Harun Masiku sehingga ada timsus lidik dan kerjasama aktif dengan KPK," ujar Asep.

Baca Juga:

Datangi KPK, Arief Budiman: Sejak Awal KPU tak Bisa Proses PAW Harun Masiku

Ditjen Imigrasi Kemenkumham sebelumnya mencatat Harun Masiku sudah berada di luar negeri sejak Senin, 6 Januari 2020. Namun, ternyata informasi terbaru yang mengejutkan bahwa Harun sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari.

Harun Masiku merupakan caleg asal PDIP yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR oleh KPK. Ia lolos dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8-9 Januari 2020. Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.

Ketiganya adalah komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan; mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF); serta pihak swasta, Saeful (SAE).

Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap, sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap. (Knu)

Baca Juga:

Ini Harapan Jaksa Kasus Harun Masiku Sebelum Dipulangkan KPK ke Kejagung

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Nusakambangan Siap Bikin Sipir Terlibat Narkoba Kapok
Indonesia
Nusakambangan Siap Bikin Sipir Terlibat Narkoba Kapok

Jangan ada sipir yang terlibat dalam praktik peredaran narkoba di dalam lapas maupun rutan.

KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Direktur Teknik Garuda Indonesia
Indonesia
KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Direktur Teknik Garuda Indonesia

Sejak Agustus 2019, KPK melakukan penyidikan dengan menetapkan tiga orang tersangka

Dilantik Jadi Ketua DPD Gerindra DKI, Riza Patria akan Evaluasi Kinerja Partai
Indonesia
Dilantik Jadi Ketua DPD Gerindra DKI, Riza Patria akan Evaluasi Kinerja Partai

"Terus meningkat konsolidasi, doc PAC, anak ranting, sayang dan badan organisasi di tingkat provinsi. Buat program yang sudah ada selama ini, pro rakyat, revolusi putih, bansos dll," terangnya

Aturan Jaminan Kehilangan Pekerjaan Diklaim Tidak Beratkan Buruh
Indonesia
Aturan Jaminan Kehilangan Pekerjaan Diklaim Tidak Beratkan Buruh

Semua keputusan politik yang diambil untuk menjembatani hubungan pengusaha dan buruh pada Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja diklaim cukup baik.

Vaksinasi Bagi Tokoh Lintas Agama di Masjid Istiqlal Dihentikan
Indonesia
Vaksinasi Bagi Tokoh Lintas Agama di Masjid Istiqlal Dihentikan

Kapolsek Sawah Besar, AKP Maulana Mukarom menuturkan, pemberhentian sementara berdasarkan hasil pemantauan Satgas COVID-19.

Persiapkan Aturan New Normal, Ini Sejumlah Mal yang Dibuka 5 dan 8 Juni Mendatang
Indonesia
Persiapkan Aturan New Normal, Ini Sejumlah Mal yang Dibuka 5 dan 8 Juni Mendatang

APPBI siap membuka kembali mal diiringi dengan berbagai ketentuan penerapan protokol kesehatan.

Tidak Penuhi Panggilan Polisi, Mantan Danjen Kopasuss Pilih Berobat ke Rumah Sakit
Indonesia
Tidak Penuhi Panggilan Polisi, Mantan Danjen Kopasuss Pilih Berobat ke Rumah Sakit

Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan Bareskrim Polri pada hari ini.

Tiga Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan Disertai Petir Sore Ini
Indonesia
Tiga Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan Disertai Petir Sore Ini

BMKG memperkirakan warga Ibu Kota Jakarta dapat merasakan cuaca cerah berawan pada pagi harinya

Tak Gentar Dipolisikan, Hadi Pranoto Klaim Obat COVID-19 untuk Kepentingan Bangsa
Indonesia
Tak Gentar Dipolisikan, Hadi Pranoto Klaim Obat COVID-19 untuk Kepentingan Bangsa

Dia mengungkapkan semua yang dibicarakan dalam video tersebut sudah terbukti berhasil.

Pemprov DKI Minta Pemerintah Pusat tak Potong Intensif Tenaga Kesehatan
Indonesia
Pemprov DKI Minta Pemerintah Pusat tak Potong Intensif Tenaga Kesehatan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta kepada Pemerintah Pusat untuk tidak memotong intensif tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19.