Polri Tangani 94 Kasus dan 199 Tersangka yang Libatkan FPI Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol. Agus Andrianto. ANTARA/ HO-Polri

Merahputih.com - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Agus Andrianto mencatat sedikitnya 94 kasus dan 199 tersangka yang melibatkan Front Pembela Islam sudah ditangani Polri. Selain itu ada 35 anggota FPI terindikasi terlibat organisasi teroris.

"Kalau melihat jejak digital, mereka kan selalu melakukan kegiatannya dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, bendera-bendera yang menjadi ciri khas organisasi tersebut," ujar Agus dalam keterangannya, kamis (31/12).

Baca Juga

FPI Jadi Organisasi Terlarang, Anak Buah Prabowo Sebut Pembunuhan Demokrasi

Dalam video orasi pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab, FPI menyatakan siap melawan musuh-musuhnya dengan segala kekuatan yang dimiliki, baik itu berupa senjata api, amunisi, maupun bahan peledak.

"Artinya, kalau mereka punya senjata api, punya amunisi, punya bahan peledak, terus kami mau diam saja? Mau jadi apa negara ini kalau kami diam?," tandas mantan Kapolda Sumut ini.

Setiap organisasi kemasyarakatan, baik terdaftar maupun tidak, harus mendasarkan setiap kegiatannya pada aturan hukum yang berlaku.

Pencopotan atribut FPI di Jalan Petamburan III usai FPI dilarang beroperasi di Indonesia, Rabu (30/12/2020). (ANTARA/HO/Dokumentasi Dandim 0501/JP BS)

"Silakan saja sepanjang mereka tidak melanggar hukum, sepanjang mereka tidak mengganggu ketertiban umum, sepanjang mereka tidak mengganggu keamanan, ya, silakan saja," kata jenderal bintang tiga itu.

Sepanjang orientasi mereka baik, memberikan kontribusi kepada pembangunan nasional, dan memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat, ikut menjaga negara ini, menurut dia, tentunya tidak akan mungkin pihaknya melakukan tindakan-tindakan penegakan hukum.

Baca Juga

TNI-Polri Geruduk Markas FPI, Tujuh Orang Dibawa ke Polda Metro

Pemerintah telah resmi melarang kegiatan dan membubarkan ormas FPI. Terkait dengan kemungkinan muncul organisasi lain yang lebih berbahaya, Agus Andrianto menjelaskan bahwa semua aparat keamanan memiliki tanggung jawab untuk melakukan langkah antisipasi.

"Kami sebagai aparat negara tentunya harus segera melakukan langkah-langkah, termasuk langkah-langkah antisipasi perkembangan dinamika situasi di lapangan," kata mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri ini. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Tindak Ratusan Motor Berknalpot Bising di Kawasan Monas
Indonesia
Polisi Tindak Ratusan Motor Berknalpot Bising di Kawasan Monas

Polisi menindak ratusan kendaraan dalam razia motor dengan knalpot bising di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Jokowi Keluarkan 7 Instruksi ke Polri di HUT Bhayangkara
Indonesia
Jokowi Keluarkan 7 Instruksi ke Polri di HUT Bhayangkara

Jokowi mengingatkan jajaran Polri juga harus aktif dalam mengawal penyaluran bantuan sosial

Pelaku Pembacokan di Salemba Tega Tebas Tangan Korban Hingga Putus karena Kesal Ditipu
Indonesia
Pelaku Pembacokan di Salemba Tega Tebas Tangan Korban Hingga Putus karena Kesal Ditipu

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto menuturkan, awalnya pelaku datang ke kawasan Pasar Kenari untuk mencari Sulaeman karena merasa ditipu.

Update COVID-19 Senin (3/8): 113.134 Positif, 70.237 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Senin (3/8): 113.134 Positif, 70.237 Sembuh

Pada hari ini ada 14.728 spesimen terkait Corona yang diperiksa

Daftar ke KPUD, Gibran Telepon Jokowi
Indonesia
Daftar ke KPUD, Gibran Telepon Jokowi

Selain telepon Presiden, Gibran mendatangi Achmad Purnomo membujuk agar mantan rivalnya saat berebut rekomendasi PDIP.

DPR Sahkan UU Cipta Kerja
Indonesia
DPR Sahkan UU Cipta Kerja

Sebelumnya penutupan masa sidang tersebut dijadwalkan pada Kamis (8/10) namun dipercepat menjadi Senin (5/10) dan memutuskan membawa RUU Ciptaker dalam Rapat Paripurna untuk disetujui menjadi UU.

Jusuf Kalla Minta Masjid Disterilisasi Sebelum Salat Idul Adha
Indonesia
Jusuf Kalla Minta Masjid Disterilisasi Sebelum Salat Idul Adha

Hal itu agar ibadah tetap bisa dilakukan dan aman dari COVID-19.

DKI Terima 120 Ribu Dosis Vaksin COVID-19 di Tahap Pertama
Indonesia
DKI Terima 120 Ribu Dosis Vaksin COVID-19 di Tahap Pertama

Pelaksanaan penyuntikan vaksin COVID-19 sendiri akan dimulai minggu kedua atau minggu ketiga bulan Januari 2021.

2.832 Meter Kubik Sampah Gelondongan Berhasil Diangkat dari Pintu Air Manggarai
Indonesia
2.832 Meter Kubik Sampah Gelondongan Berhasil Diangkat dari Pintu Air Manggarai

UPK Badan Air Dinas LH DKI Jakarta lebih siap baik dari sisi personel, armada hingga kekuatan sarana prasarana

Pintu Air Pasar Ikan Jakut Berstatus Siaga II
Indonesia
Pintu Air Pasar Ikan Jakut Berstatus Siaga II

Hingga pukul 02.00 WIB, ketinggian muka air naik lagi menjadi 192 cm, status Pintu Air Pasar Ikan masih waspada Siaga III