Polri Segera Terbitkan DPO untuk Jozeph Paul Zhang Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono memberikan keterangan pers di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin (19/4). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com- Polri menyatakan bahwa Jozeph Paul Zhang yang mengaku sebagai nabi ke-26 terdeteksi berada di Jerman.

Jozeph kini diburu aparat penegak hukum karena diduga melakukan penodaan atau penistaan agama melalui konten di akun Youtubenya.

"Sampai sejauh ini penelusuran dari Polri yang bersangkutan ada di negara Jerman," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (19/4).

Karena berada di luar negeri, Polri pun melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Ditjen Imigrasi dan pihak Interpol.

"Langkah-langkah yang telah diambil oleh Polri, Polri telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Imigrasi dan juga Interpol," ujar Rusdi.

Jozeph Paul Zhang. Foto: Youtube

Rusdi memastikan bahwa, Bareskrim Polri bakal segera menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk Jozeph Paul Zhang.

Dengan upaya-upaya demikian, Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tenang dan menyerahkan sepenuhnya penegakan hukum perkara ini ke Polri.

Rusdi mengatakan dengan pernyataannya dalam video itu, Jozeph bisa dikenakan pasal 28 Ayat (2) UU ITE dan Pasal 156a KUHP.

"Unsur pasal yang bisa dikenakan pertama ujaran kebencian dalam UU ITE dan juga penodaan agama yang ada di KUHP," ucap dia.

Video berisi pernyataan Jozeph yang mengaku nabi ke-26 beredar di media sosial. Pria tersebut berbicara dalam forum diskusi zoom bertajuk "Puasa Lalim Islam".

Ia juga menantang siapa saja yang berani melaporkan dirinya ke kepolisian terkait dengan penistaan agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26. Sikap Joseph tersebut lantas menuai polemik.

Dalam video terbarunya, Jozeph Paul Zhang mengaku sudah melepaskan kewarganegaraan Indonesia.

Dalam video itu, dia bersama komunitasnya bertemu secara virtual lewat aplikasi Zoom.

Ia lantas menjelaskan bahwa dirinya sudah melepas status kewarganegaraan Indonesia.

"Oh iya, ini supaya temen-temen jangan membahas, gini, Saudara, saya ini sudah melepaskan kewarganegaraan Indonesia ya. Jadi saya ini ditentukan oleh hukum Eropa," ujarnya.

Ia pun tak ingin kasus ini dibahas terlalu jauh.

"Jadi temen-temen, udah, jangan membahas lagi mengenai masalah itu. Justru yang membuat saya repot sekarang adalah gereja-gereja yang menekan saya," sambungnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Siapkan 5.200 Dosis Vaksin untuk Awak Media
Indonesia
Anies Siapkan 5.200 Dosis Vaksin untuk Awak Media

Orang nomor satu di Jakarta ini mengungkapkan, bahwa Pemprov DKI menyiapkan sebanyak 5.200 dosis vaksin bagi jurnalis yang meliput di wilayah ibu kota.

[Hoaks atau Fakta]: Menag Yaqut Tidak Lagi Anggarkan Dana Buat Pesantren
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Menag Yaqut Tidak Lagi Anggarkan Dana Buat Pesantren

ada yang memposting sebuah link artikel yang berjudul “DPR Kecewa Menag Yaqut Tak Lagi Anggarkan Dana untuk Pesantren

Mobil Pelat B Viral Terobos Penyekatan di Klaten Diamankan Polisi
Indonesia
Mobil Pelat B Viral Terobos Penyekatan di Klaten Diamankan Polisi

Video berdurasi 30 detik tersebut, tampak terlihat mobil yang berjalan dari arah Yogyakarta hendak menuju ke Jalan Raya Solo-Klaten, tepatnya di kawasan Prambanan Klaten.

Kapal India Sandar di Dumai, Empat ABK-nya Positif COVID-19
Indonesia
Kapal India Sandar di Dumai, Empat ABK-nya Positif COVID-19

Kapten kapal tersebut juga sudah dinyatakan positif terpapar COVID-19

Sanksi Pelarangan Kantong Plastik Tak Menyasar Pembeli
Indonesia
Sanksi Pelarangan Kantong Plastik Tak Menyasar Pembeli

Sanksi diberlakukan bagi pengelola pusat perbelanjaan, pengelola toko swalayan, dan pengelola pasar.

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Menjual Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Menjual Indonesia

Akun Facebook Avan Garde memposting sebuah kabar ke Grup Manusia Merdeka bahwa Presiden Jokowi sudah menjual Indonesia.

Bangkitkan Ekonomi, Pemkot Solo Kembali Longgarkan Aturan Hajatan
Indonesia
Bangkitkan Ekonomi, Pemkot Solo Kembali Longgarkan Aturan Hajatan

Makanan disajikan secara langsung oleh pramusaji ke tamu undangan dan tidak boleh dilanting.

Polisi Temukan Bahan-bahan Berbahaya di Dalam Bekas Markas FPI
Indonesia
Polisi Temukan Bahan-bahan Berbahaya di Dalam Bekas Markas FPI

Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penggeledahan di bekas Markas FPI di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ingat! Usai Divaksin COVID-19 Hentikan Aktivitas Selama 30 Menit
Indonesia
Ingat! Usai Divaksin COVID-19 Hentikan Aktivitas Selama 30 Menit

Selama beraktivitas, masyarakat juga harus merasakan efek yang mungkin timbul. Kalau merasa ngantuk, sebaiknya tidur atau beristirahat.

Dankormar: Kecintaan Masyarakat Terhadap Korps Marinir Makin Tinggi
Indonesia
Dankormar: Kecintaan Masyarakat Terhadap Korps Marinir Makin Tinggi

Marinir yang melaksanakan tugas pengamanan unjuk rasa bukan hanya sekadar melaksanakan tugas dengan baik