Polri Sebut Pria yang Ejek Gibran Datang Sendiri ke Polresta Solo Seorang warga berisial AA asal Slawi, Tegal, Jawa Tengah setelah berkomentar berisi hoaks meminta maaf di Mapolresta Surakarta, Senin (15/3). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Seorang mahasiswa asal Slawi, AM harus berurusan dengan polisi setelah mengejek Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka melalui media sosial.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan membantah Polresta Solo menangkap AM. Menurutnya, yang bersangkutan sendiri justru mendatangi kantor polisi dan penyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya.

Baca Juga

Diolok-olok tak Ngerti Bola, Begini Reaksi Gibran

"Jadi yang bersangkutan (AM) datang sendiri itu datang ke Polres untuk meminta maaf. Jadi, tidak ada yang diamankan di Polresta Solo," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/3).

Ramadhan menuturkan AM berinisiatif sendiri datang ke Polresta Solo untuk menyampaikan maaf. Bahkan surat permohonan maaf juga dibuat sendiri dengan inisiatif AM.

"Jadi yang bersangkutan (AM) itu datang ke Polres untuk meminta maaf dan di Polres membuat surat pernyataan permohonan maaf dan kasus selesai. Jadi tidak benar kalau yang bersangkutan diamankan," jelasnya.

Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan. (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Yang dilakukan oleh virtual police di sana hanya mengingatkan kepada akun tersebut kemudian yang bersangkutan datang ke polres untuk meminta maaf dan dibuatkan surat pernyataan maaf.

Ia menuturkan AM juga tidak ditahan usai mengucapkan dan membuat surat pernyataan permintaan maaf di Polresta Solo.

"Jadi clear ya, masalah Solo nggak ada masalah," kata dia.

Sebelumnya AM mengomentari unggahan akun @garudarevolution terkait keinginan Gibran menyelenggarakan semifinal dan final Piala Menpora di Stadion Manahan Solo.

"Tahu apa dia tentang sepak bola, taunya cuma dikasih jabatan saja," komentar AM di akun tersebut.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, AM ditangkap karena tidak ada niatan baik untuk menghapus unggahan komentar setelah diperingatkan melalui Direct Message (DM).

"Yang bersangkutan sudah meminta maaf tidak akan mengulangi perbuatannya," ujarnya, dikutip dari, Senin (15/3).

"Seperti kita ketahui Kepala Daerah (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta) dipilih secara langsung oleh warga masyarakat Surakarta yang mempunyai hak pilih melalui mekanisme, tahapan dan proses Pilkada," lanjutnya.

Ia menerangkan, tim virtual police dibentuk untuk mengedukasi sekaligus pengawasan terhadap pengguna media sosial agar terhindar dari pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (Knu)

Baca Juga

Polisi Virtual Ciduk Warga Slawi setelah Mengolok-olok Gibran

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Klaim Banjir di Jakarta Bisa Kering Sehari
Indonesia
Anies Klaim Banjir di Jakarta Bisa Kering Sehari

"Di awal tahun ini terasa, daerah-daerah yang biasanya kalau banjir tergenang tiga-empat hari, sekarang kurang dari satu hari sudah kering," pungkasnya.

PDIP DPRD DKI tak Mau Warung Kopi Jadi Pemberhentian Terakhir
Indonesia
PDIP DPRD DKI tak Mau Warung Kopi Jadi Pemberhentian Terakhir

Interpelasi akan dilaksanakan setelah seluruh pembahasan APBD DKI 2022 rampung dan disahkan menjadi peraturan daerah (Perda)

KNKT Beberkan Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Bantul
Indonesia
KNKT Beberkan Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Bantul

Hasil investigasi penyebab kecelakaan faktor angin tekor yang membuat rem tidak berfungsi.

KPK Cecar Mantan Bupati Tabanan Terkait Persetujuan Pengurusan DID
Indonesia
KPK Cecar Mantan Bupati Tabanan Terkait Persetujuan Pengurusan DID

Pemeriksaan Eka Wiryastuti terkait kasus dugaan suap pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan, Bali Tahun Anggaran 2018.

ASN Nekat Pakai Mobdin untuk Mudik Nataru, Gibran: Difoto dan Kirimkan ke Saya
Indonesia
ASN Nekat Pakai Mobdin untuk Mudik Nataru, Gibran: Difoto dan Kirimkan ke Saya

"Ada ASN nekat gunakan mobdin untuk piknik laporkan. Difoto untuk dikirim ke nomor aduan pribadi saya," katanya.

Jelang Mudik, Polda Metro Jaya Dirikan Gerai Vaksinasi Booster di Terminal
Indonesia
Jelang Mudik, Polda Metro Jaya Dirikan Gerai Vaksinasi Booster di Terminal

Polda Metro Jaya juga menyediakan gerak vaksinasi Gelora Bung Karno, Masjid Al Alim Cilincing, Terminal Kaliadem, Pasar Tanah Abang, Stasiun KA Pasar Senen, Terminal Pulau Gebang dan Mal Casablanca.

Satgas BLBI Sita Tanah Seluas 4,79 Juta Meter Persegi Milik Texmaco
Indonesia
Satgas BLBI Sita Tanah Seluas 4,79 Juta Meter Persegi Milik Texmaco

Perburuan terhadap aset Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terus berlangsung.

Kasus Benda Diduga Bom, FKUB Sebut Ada Pihak Sengaja Buat Solo Tidak Kondusif
Indonesia
Kasus Benda Diduga Bom, FKUB Sebut Ada Pihak Sengaja Buat Solo Tidak Kondusif

Benda diduga bom menggegerkan warga Kampung Kebalen, Kelurahan Kampung Sewu, Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/3).

Dishub DKI Bakal Kaji Komprehensif Uji Coba Road Bike di Sudirman-Thamrin
Indonesia
Dishub DKI Bakal Kaji Komprehensif Uji Coba Road Bike di Sudirman-Thamrin

Uji coba road bike di ruas jalan Sudirman-Thamrin akan tetap dilaksanakan selama lima hari ke depan, Senin hingga Jumat.

Pemda DIY Gelontorkan 250 Ton Minyak Goreng Subsidi ke Pasar Tradisional
Indonesia
Pemda DIY Gelontorkan 250 Ton Minyak Goreng Subsidi ke Pasar Tradisional

Harga minyak goreng masih belum bisa terkendali salah satunya di Yogyakarta.