Polri Mendadak Tunda Pengungkapan Tersangka Kebakaran Kejaksaan Agung Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8) (Antara FOTO/Aditya Pradana Putra)

MerahPutih.com - Ekspose bersama dalam gelar perkara penyidikan untuk menetapkan tersangka di balik kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung tertunda. Agenda yang rencananya digelar pada Rabu (30/9) itu ditunda hingga besok, Kamis (1/10).

Karopenmas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan, ekspose ditunda karena Kabareskrim Komjen Listyo Sigit tengah mendampingi Kapolri Jenderal Idham Azis dalam rapat dengan Komisi III DPR.

"Rencana kemarin kan hari ini akan dilakukan gelar perkara dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum), namun karena suatu hal, Kabareskrim mendampingi Bapak Kapolri rapat dengan Komisi III DPR maka ekspose ditunda besok," kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri pada Rabu (30/9).

Baca Juga

Pinangki Bantah Pernah Sebut Nama ST Burhanudin dan Hatta Ali

Untuk itu hari ini penyidik tetap melakukan pendalaman dengan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap seorang saksi untuk melengkapi pemberkasan kasus yang dimaksud.

Seperti diberitakan polisi menduga ada unsur pidana—terlepas disengaja atau lalai—dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung di lalap si jago merah pada Sabtu (22/8).

Kesimpulan tersebut diambil setelah polisi menggunakan instrumen sains dan melakukan pemeriksaan terhadap 131 saksi dan beberapa ahli untuk mendapatkan keterangan-keterangan yang dibutuhkan.

Ada sejumlah faktor lain yang memercepat kebakaran. Salah satunya adalah temuan cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon di ruangan itu hingga material gedung yang hanya disekat bahan yang mudah terbakar.

Polisi menduga api dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian lalu menjalar ke ruangan serta lantai lain. Pada saat itu sedang ada kegiatan renovasi di lantai tersebut sehingga kecurigaan polisi mengarah kepada mereka yang ada disana.

Penyidik Bareskrim Polri hari ini kembali memeriksa saksi kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Saksi yang diperiksa hari ini adalah seorang petugas cleaning service.

"Penyidik juga hari ini sedang melakukan pendalaman dengan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap seorang saksi tentunya ini untuk melengkapi pemberkasan terkait dengan kasus dimaksud," kata Awi.

"Status yang bersangkutan (saksi) seorang cleaning service," sambungnya.

Saksi yang dimaksud Awi adalah petugas cleaning service tajir yang diduga memiliki rekening berisi ratusan juta rupiah. Penyidik melakukan pemeriksaan tambahan terhadap saksi ini untuk melengkapi pemberkasan kasus kebakaran gedung Kejagung.

"Iya. Namanya tadi disampaikan pedalaman berarti sudah diperiksa," kata Awi membenarkan saksi yang diperiksa, yaitu cleaning service yang disebut mempunyai uang ratusan juta di rekeningnya.

Baca Juga

Febri Diansyah Akui Gagal Wujudkan Cita-cita Awal Masuk KPK

Awi tidak menjelaskan secara rinci terkait detail pemeriksaan hari ini. Yang jelas, sebut Awi, penyidik masih mendalami keterangan sejumlah saksi.

"Sudah diperiksa dan dilakukan pendalaman," ujarnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wahyu Setiawan "Divonis" Lakukan Perbuatan Melenceng dari Demokrasi
Indonesia
Wahyu Setiawan "Divonis" Lakukan Perbuatan Melenceng dari Demokrasi

DKPP menyebut eks komisioner KPU Wahyu Setiawan telah melenceng dari nilai-nilai demokrasi.

BNPB: Hingga Februari 2020 Terjadi 652 Bencana di Indonesia
Indonesia
BNPB: Hingga Februari 2020 Terjadi 652 Bencana di Indonesia

"Sebanyak 99,85 persen kejadian bencana sepanjang 2020 adalah bencana hidrometeorologi," ujarnya

Drajad Singgung Politisi Berurusan dengan KPK, Sindir Ketum PAN Zulkifli Hasan?
Indonesia
Drajad Singgung Politisi Berurusan dengan KPK, Sindir Ketum PAN Zulkifli Hasan?

Drajat sempat menyinggung politisi yang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat berkesempatan memberikan sambutan.

Freeport Kucurkan USD1,3 Miliar Buat Tambang Bawah Tanah
Indonesia
Freeport Kucurkan USD1,3 Miliar Buat Tambang Bawah Tanah

Saat ini, jumlah perusahaan tambang emas mencapai 28 perusahaan di seluruh Indonesia. Produksi emas nasional pada 2020 tidak terlalu jauh dari angka 100 ton.

Tak Patuh Protokol Kesehatan, Hak Pilih di Pilkada Bisa Hilang?
Indonesia
Tak Patuh Protokol Kesehatan, Hak Pilih di Pilkada Bisa Hilang?

Pemilih yang telah tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan memiliki KTP elektronik merupakan syarat untuk menggunakan hak pilih.

Nekat Merokok di Kawasan Malioboro Siap-siap Didenda Rp7,5 Juta
Indonesia
Nekat Merokok di Kawasan Malioboro Siap-siap Didenda Rp7,5 Juta

Pengunjung yang nekat melanggar ketentuan ini terancam didenda maksimal hingga Rp7,5 juta

600 Ribu Masker Ilegal Berbahaya Untuk Corona Diproduksi di Tangerang
Indonesia
600 Ribu Masker Ilegal Berbahaya Untuk Corona Diproduksi di Tangerang

Polisi menemukan 180 karton yang berisi 360.000 masker merek remedi dan 107 karton berisi 214.000 masker merek volca

 KPK Didesak Usut Temuan PPATK Soal Rekening Kasino Kepala Daerah Rp50 Miliar
Indonesia
KPK Didesak Usut Temuan PPATK Soal Rekening Kasino Kepala Daerah Rp50 Miliar

Menurut Ervyn, penyampaian informasih secara terbuka yang dilakukan PPATK menunjukkan masih lemahnya tindak lanjut yang dilakukan penegak hukum atas temuan tersebut.

Satpol PP Belum Dapat Arahan Jemputan Paksa OTG COVID-19
Indonesia
Satpol PP Belum Dapat Arahan Jemputan Paksa OTG COVID-19

Warga yang terjangkit virus corona menyadari risiko yang ditimbulkan bila isolasi mandiri di rumah dikhawatirkan menjadi klaster keluarga.

PHK 430 Karyawan, Ini Yang Diberikan Gojek
Indonesia
PHK 430 Karyawan, Ini Yang Diberikan Gojek

Gojek resmi melakukan penghentian layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival, yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi.