Polri Diminta Turun Tangan Tindaklanjuti Kasus Keributan Wakil Ketua KPK dengan Anak Amien Rais Mumtaz Rais. Foto: Instagram/@mumtaz.rais

MerahPutih.com - Praktisi hukum Petrus Selestinus menilai, Bareskrim Polri perlu turun tangan dalam menindaklanjuti kasus dugaan keributan antara Wakil Ketua KPK Nawawi Pomalongo dan Mumtaz Rais.

Menurut Petrus, laporan Nawawi Pamolango, merupakan langkah tepat sebagai wujud tanggung jawab sosial seorang warga negara terhadap kepentingan umum yaitu melindungi kemaslahatan Maskapai Penerbangan yang melayani kepentingan umum dan khususnya melindungi keselamatan Penumpang.

Baca Juga

Jaksa Agung Benarkan Jaksa Fedrik Meninggal Karna COVID-19

"Karena itu diperlukan atensi dari pimpinan Bareskrim Polri terhadap proses perkara ini di tingkat Polresta Soetta, Tangerang," kata Petrus kepada MerahPutih.com di Jakarta, Selasa (18/8).

Ia menambahkan, tindakan Nawai Pamolango akan memberikan pendidikan politik yang baik kepada siapapun terutama kepada putera Amien Rais itu agar sadar akan kewajibannya yaitu taat terhadap hukum dan jangan arogan.

"Terutama harus punya rasa hormat terhadap sesama dan tidak seenaknya di ruang publik," imbuh Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia ini.

Anak ketiga Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais maju di Pilkada Sleman, Yogyakarta (Foto: MP/Teresa Ika)
Anak ketiga Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais (Foto: MP/Teresa Ika)

Ia menambahkan, kasus ini bisa saja memperkuat dugaan pelanggaran UU Penerbangan. Yakni pasal 54 jo 412 UU No 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan.

Ia mendesak Bareskrim Polri harus memberikan atensi agar peristiwa pidana umum ini tidak diselesaikan hanya dengan "perdamaian". Melainkan harus dibawa ke proses hukum agar ada aspek pendidikan politik yang bisa dipetik oleh semua orang.

"Terutama dari mereka yang tabiatnya suka pamer arogansinya kapan saja dan dimana saja hanya karena merasa berasal dari orang tua yang punya nama besar," jelas Petrus.

Insiden cekcok tersebut sebelumnya disebabkan lantaran Mumtaz tak terima ditegur karena menggunakan HP saat pesawat dalam keadaan refueling atau pengisian bahan bakar di Makassar.

Mengenai permintaan maaf tersebut, Nawawi menilai hal itu sebagai bentuk keterbukaan Mumtaz Rais mengakui kesalahan. Namun bagaimana kelanjutan aduannya ke Pos Polisi Terminal 3F Bandara Soetta, Nawawi menyerahkannya ke pihak kepolisian.

"Kabarnya yang bersangkutan (Mumtaz) telah meminta maaf secara terbuka dan mengakui menyadari ada kekhilafan perilaku di sana. Jadi sekali lagi, bagaimana kelanjutannya, coba confirm ke pihak kepolisian Bandara Soetta dan pihak terkait Garuda," ujar Nawawi kepada wartawan, Selasa (18/8).

Adapun, mengenai julukan 'pahlawan kesiangan' yang disematkan Mumtaz kepadanya, Nawawi mengaku tak masalah. Sebab, Nawawi hanya mengingatkan agar Mumtaz menaati peraturan yang berlaku di pesawat.

"Kalau soal pernyataan seorang Pak Mumtaz kepada saya seperti pemberian gelar 'pahlawan kesiangan' dan lain-lain, bagi saya itu tidak masalah," ucapnya.

"Saya tidak mau mempermasalahkannya, apakah di sana ada delik perbuatan tidak menyenangkan atau tidak. Karena saya memang hanya memberi perhatian terhadap tertib keselamatan penerbangan," tutupnya.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta telah menemui Nawawi di Gedung KPK, Jakarta.

"Pihak Polres Bandara (Soekarno-Hatta) juga sudah datang menemui Pak Nawawi di Kantor KPK dan sudah disampaikan pada prinsipnya bahwa penyelesaian kejadian tersebut diserahkan sepenuhnya kepada petugas yang berwajib," ucap Ali dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8).

Baca Juga

Jaksa Yang Tuntut Ringan Penyiram Novel Baswedan Meninggal

Selain itu, kata Ali, pihak PT Garuda Indonesia juga telah menghubungi Nawawi menyampaikan apresiasi karena telah mendukung aturan keselamatan penerbangan.

"Sampai sore ini, pihak PT Garuda juga telah menghubungi Pak Nawawi dan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas apa yang dilakukan selaku penumpang Garuda Indonesia yang mendukung aturan keselamatan penerbangan terkait turut mengingatkan sesama penumpang demi keselamatan bersama," tutur Ali. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menteri Agama Harap Calon Kepala Daerah Pemenang Pilkada Sosok Amanah
Indonesia
Menteri Agama Harap Calon Kepala Daerah Pemenang Pilkada Sosok Amanah

Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang berlangsung aman.

Penyebab Klaster Baru Corona, 8 Perusahaan di DKI Ditutup Sementara
Indonesia
Penyebab Klaster Baru Corona, 8 Perusahaan di DKI Ditutup Sementara

Menurutnya, pelanggaran itu penyebab dari penyebaran kasus COVID-19 di perusahaan.

Ledakan Besar di Lebanon, 78 Orang Dinyatakan Tewas
Dunia
Ledakan Besar di Lebanon, 78 Orang Dinyatakan Tewas

Ledakan ini mengingatkan gubernur Lebanon terhadap ledakan Hiroshima dan Nagasaki

Anak Buah Anies Siap Tindak Tempat Wisata yang Gelar Acara Malam Pergantian Tahun
Indonesia
Anak Buah Anies Siap Tindak Tempat Wisata yang Gelar Acara Malam Pergantian Tahun

Sehingga, tidak diperkenankan untuk melakukan perayaan kegiatan malam tahun baru 2020-2021

Klaster Perayaan Maulid Nabi, Ratusan Warga Tebet Jalani Rapid Test
Indonesia
Klaster Perayaan Maulid Nabi, Ratusan Warga Tebet Jalani Rapid Test

Polda Metro Jaya melakukan rapid test terhadap warga Tebet setelah kegiatan Maulid Nabi pada pekan lalu.

Ini Jumlah Harta Kekayaan Moeldoko
Indonesia
Ini Jumlah Harta Kekayaan Moeldoko

Nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko kini menjadi sorotan. Dia dituding ingin mengudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat.

Nyanyian Duka dan Panggilan Solidaritas
Indonesia
Nyanyian Duka dan Panggilan Solidaritas

DI awal tahun ini, Indonesia berduka. Duka yang mendalam.

Sidang Perdana Rizieq, Gedung PN Jakarta Timur Bakal Dijaga Ketat
Indonesia
Sidang Perdana Rizieq, Gedung PN Jakarta Timur Bakal Dijaga Ketat

Meski digelar secara virtual, Pengadilan Negeri Jakarta Timur tetap menyiapkan pengamanan.

Pelanggar Protokol Kesehatan di Sidoarjo Disanksi Berdoa di Makam Korban COVID-19
Indonesia
Pelanggar Protokol Kesehatan di Sidoarjo Disanksi Berdoa di Makam Korban COVID-19

Para palanggar tersebut terdiri dari 93 pria dan 9 wanita yang terjaring razia masker oleh TNI, Polri dan Satpol PP Sidoarjo.

Pemerintah Siap Vaksinasi COVID-19 5.000 Atlet di Tahap Awal
Indonesia
Pemerintah Siap Vaksinasi COVID-19 5.000 Atlet di Tahap Awal

Pemerintah menyasar sekitar 5.000 orang, termasuk atlet, ofisial dan tenaga pendukung untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 tahap pertama.