Polri Didesak Segera Tahan Tommy Sumardi di Kasus Suap Djoko Tjandra Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Mabes Polri didesak untuk segera menahan tersangka Tommy Sumardi di kasus gratifikasi penghapusan red notice Djoko Tjandra.

"Kami minta Polri untuk menahan Tommy Sumardi," ucap Koordinator Forum Indonesia Bersatu (FIB), Lisman Hasibuan di Jakarta, Jumat (11/9)

Baca Juga

KAMI Protes Karena Namanya Dicatut untuk Serang Pemerintah

Lisman mengatakan bahwa Polri harus bertindak tegas sekaligus berani menahan tersangka Tommy Sumardi. FIB mewakili beberapa elemen masyarakat yang mengkritik langkah penyidik kepolisian yang tidak menahan Tommy.

"Karena kami lihat bahwa Tommy Sumardi atau TS sering menjual nama petinggi-petinggi Polri yang dalam hal ini untuk meloloskan niat kejahatan mafia-mafia yang selama ini dikerjakan, termasuk berkaitan dengan kasus Djoko Tjandra," kata Lisman dilansir Antara.

Ormas Forum Indonesia Bersatu (FIB) unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11-9-2020) untuk mendesak Polri segera menahan tersangka Tommy Sumardi. ANTARA/Anita Permata Dewi
Ormas Forum Indonesia Bersatu (FIB) unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11-9-2020) untuk mendesak Polri segera menahan tersangka Tommy Sumardi. ANTARA/Anita Permata Dewi

Lisman menegaskan bahwa pihaknya akan menyampaikan kembali kritikan jika penyidik Polri tidak menahan Tommy Sumardi terkait dengan kasus Djoko Tjandra.

"Kami akan kembali melaksanakan aksi yang lebih besar lagi. Tersangka lain 'kan sudah pada ditahan. Kenapa TS masih bebas walaupun hari ini dia sudah tersangka? Itu 'kan sesuatu yang tidak adil," tutur Lisman.

Dalam perkara dugaan gratifikasi penghapusan red notice Djoko Tjandra, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka.

Keempat tersangka tersebut, yakni Djoko Tjandra, mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol. Napoleon Bonaparte, mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol. Prasetijo Utomo, dan pengusaha Tommy Sumardi.

Baca Juga

Pangdam Jaya Sebut Pendisiplinan Protokol Kesehatan Jangan Sampai Timbulkan Masalah

Penyidik menetapkan Djoko Tjandra dan Tommy sebagai tersangka pemberi gratifikasi atau suap, sedangkan Napoleon dan Prastijo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Namun, hingga saat ini Irjen Pol. Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi masih bebas karena Polri belum menahan keduanya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Didesak Minta Maaf ke Pengunggah Guyonan Humor Gus Dur
Indonesia
Polisi Didesak Minta Maaf ke Pengunggah Guyonan Humor Gus Dur

Suparji menganggap pemanggilan tersebut berlebihan. Mengingat candaan Gus Dur soal Tiga Polisi Jujur itu sudah lama.

Pemkot Solo Cabut SE Anak di Atas 5 Tahun Boleh Ngemal
Indonesia
Pemkot Solo Cabut SE Anak di Atas 5 Tahun Boleh Ngemal

Dalam SE tersebut anak di atas 5 tahun boleh berpergian ke pusat keramaian seperti mal, pusat perbelanjaan, pasar tradisional.

  Dongkrak Elektabilitas, Gibran Geber Blusukan Sehari Tiga Lokasi
Indonesia
Dongkrak Elektabilitas, Gibran Geber Blusukan Sehari Tiga Lokasi

"Ini saya hanya sekedar silaturahmi saja, sowan ke tokoh-tokoh di sini (Karangasem). Sehari blusukan bisa lebih dari tiga tempat bahkan lebih," kata Gibran

 Pemerintah Mulai Rapid Test Corona Hari Ini
Indonesia
Pemerintah Mulai Rapid Test Corona Hari Ini

"Hari ini pemerintah telah mulai melakukan rapid test sebagai upaya untuk memperoleh indikasi awal apakah seseorang positif terinfeksi COVID-19 ataukah tidak," kata Jokowi

 Tonton Pembukaan Piala Presiden Bola Basket, Gibran Malah Ngaku Suka Sepak Bola
Indonesia
Tonton Pembukaan Piala Presiden Bola Basket, Gibran Malah Ngaku Suka Sepak Bola

"Saya datang ke GOR Sritex Arena ini atas undangan Pak Maruarar sekaligus mendampingi Menpora," ujar Gibran.

Pasar Tanah Abang Ramai, Polisi Tertibkan Warga yang tak Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
Pasar Tanah Abang Ramai, Polisi Tertibkan Warga yang tak Patuhi Protokol Kesehatan

"Kami siagakan di sana sekaligus persiapan personel kami di Tanah Abang kalau nanti udah dibuka," jelas Heru

 Pemulangan Eks WNI Kombatan ISIS Sangat Berbahaya, Keamanan Harus di Atas Kemanusiaan
Indonesia
Pemulangan Eks WNI Kombatan ISIS Sangat Berbahaya, Keamanan Harus di Atas Kemanusiaan

"Saya kira ini bukan semata-mata soal kemanusiaan, tapi soal keamanan manusia, soal keamanan negara, soal keamanan masyarakat. Disini ada 250 juta manusia terancam oleh mereka kalau mereka pulang" sebut Arbi.

Bukan Hanya di Indonesia, Sandi Sebut Prabowo Dapat Pujian dari Dunia Internasional
Indonesia
Bukan Hanya di Indonesia, Sandi Sebut Prabowo Dapat Pujian dari Dunia Internasional

Sandiaga menceritakan perjalannya yang baru pulang dari Jepang dan Malaysia.

Imam Nahrawi Ancam Bongkar Pihak Penerima Suap Dana Hibah KONI
Indonesia
Imam Nahrawi Ancam Bongkar Pihak Penerima Suap Dana Hibah KONI

"Siap-siap saja yang merasa nerima dana KONI ini, siap-siap," tegas Imam.

Positif Virus Corona, Wali Kota Bima Arya Diisolasi di RSUD Kota Bogor
Indonesia
Positif Virus Corona, Wali Kota Bima Arya Diisolasi di RSUD Kota Bogor

Bima merupakan kepala daerah pertama yang terkena corona