Polri dan Komnas HAM Susun Buku Saku untuk Anggota Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (kiri) bersama Kapolri Jenderal Idham Azis (tengah) dan komisioner Komnas HAM Amiruddin. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Idham Azis mendatangi kantor pimpinan Komnas HAM untuk membahas penyusunan buku saku berisi pedoman operasional terkait HAM.

Idham tampak didampingi pejabat kepolisian seperti Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto dan Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq.

Baca Juga:

Setara Ragukan Komitmen Jokowi Tegakkan HAM dan Berantas Intoleransi

Idham mengatakan, nantinya ada buku yang disusun bersama Polri dan Komnas HAM yang akan dibagikan kepada seluruh anggota-anggota yang berada pada dinas operasional, seperti Brimob, Sabhara, lalu lintas, dan lain-lain.

"Supaya bisa menjadi pedoman kepolisian dalam bertugas," kata Idham di Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/2).

Karopenmas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, bukan perkara mudah menjaga dan memastikan 450 ribu anggota Polri di Indonesia untuk tidak melanggar HAM.

Argo berujar, kehadiran buku saku sangat penting sebagai pedoman bagi seluruh anggota Polri.

"Ya tentunya, intinya bahwa anggota di lapangan (agar) memahamilah, lebih paham, lebih mengetahui," kata Argo.

Kapolri Jenderal Idham Azis (tengah). (Foto: MP/Kanugrahan)
Kapolri Jenderal Idham Azis (kiri). (Foto: MP/Kanugrahan)

Sementara itu, komisioner Komnas HAM Amiruddin menuturkan, pertemuan tersebut membicarakan penerapan prinsip HAM dalam kerja Polri. Namun, katanya, kedua pihak tidak membahas satu kasus secara spesifik.

Amir mengatakan, buku tersebut akan berisi pedoman bagi anggota Polri agar lebih menerapkan prinsip HAM saat berhadapan dengan masyarakat.

"Pedoman tentang perilaku aparat dalam menghadapi masyarakat, apakah demontrasi, apakah dengan problem-problem yang muncul dengan masyarakat, sehingga polisinya semakin ramah dengan HAM dalam pendekatan operasional mereka dan penegakan hukum," tutur Amir di lokasi yang sama.

Baca Juga:

Jokowi Dikritik Telah Gadaikan Komitmen HAM Demi Ekonomi

Buku saku ini dirasa penting karena Polri merupakan garda terdepan penegakan hukum di masyarakat.

Dalam tugas penegakan hukum, Polri kerap dihadapkan pada masalah HAM. Mulai dari penanganan aksi massa yang berujung kekerasan pada peserta aksi, hingga kekerasan terhadap jurnalis yang bertugas di lapangan dan kerap bersingungan dengan anggota.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik berharap buku ini bisa memberikan panduan lebih komplet kepada Polri.

"Kepolisian RI menjadi pilar yang sangat penting untuk penegakan hukum di negeri kita, tapi sekaligus jadi pilar yang sangat penting untuk membangun demokrasi. Karena itu Komnas selalu berkeinginan kuat bersama-sama Polri untuk menegakkan hukum dan tentu saja dengan standar HAM," kata Taufan Damanik. (Knu)

Baca Juga:

Kritik Usul Komnas HAM, Bekas Menteri Era Gus Dur Tegaskan Eks ISIS Bukan WNI


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH