Polri Bongkar Penyelundupan 2,5 Ton Narkotika Jaringan Internasional Kapolri Jenderal polisi Listyo Sigit Prabowo saat jumpa pers terkait kasus Narkotika jenis sabu-sabu seberat 2,5 ton di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/4). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Satgassus Polri membongkar penyelundupan 2,5 ton narkotika jenis sabu-sabu jaringan Internasional Timur Tengah, Malaysia dan Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pengungkapkan itu berasal dari tiga lokasi yang berbeda. Lokasi pertama di Parkiran Ali Kopi Lampaseh Kota, Kuta Raja, Kota Banda Aceh dan Pantai Lambada Lhok, Kabupaten Aceh Besar.

Baca Juga

Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Artis Residivis Pemakai Narkoba

Dalam hal ini, aparat mengamankan barang bukti seberat 1.278 Kilogram. TKP kedua, berada di Lorong Kemakmuran, Kecamatan, Meureubo, Kabupaten, Aceh Barat, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, dengan barang bukti seberat 1.267 Kilogram.

Lalu, lokasi ketiga di Pertokoan Daan Mogot, Jalan Tampak Siring, Jakarta Barat.

"Kami ungkap kurang lebih 2,5 ton narkoba sabu asal Timur Tengah, Malaysia yang masuk ke Indonesia," kata Sigit dalam jumpa pers di Lapangan Bhayangkara, Rabu (28/4).

Sigit mengungkapkan, pada pengungkapan tersebut, aparat menangkap 18 orang tersangka, dengan rincian 17 di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu Warga Negara Asing (WNA) Nigeria.

Kapolri Jenderal polisi Listyo Sigit Prabowo saat jumpa pers terkait kasus Narkotika jenis sabu-sabu seberat 2,5 ton di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/4/2021) (ANTARA/Fauzi Lamboka)
Kapolri Jenderal polisi Listyo Sigit Prabowo saat jumpa pers terkait kasus Narkotika jenis sabu-sabu seberat 2,5 ton di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/4/2021) (ANTARA/Fauzi Lamboka)

Bahkan, salah satunya harus diberikan tindakan tegas dan terukur atau tembak mati. Adapun peran dari tersangka tersebut, yakni, tujuh orang sebagai jaringan pengendali. Mereka adalah S, AAM, KNK, AW, HG, A, dan MI.

Lalu, delapan orang sebagai jaringan transporter yaitu, M, MN, FR, MD, B, UI, R, dan AMF. Dan tiga orang sebagai jaringan pemesan OL, AL, dan SL.

Tersangka KNK, AW, HG, A, MI, dan AL merupakan terpidana di lapas dengan hukuman di atas 10 tahun dan hukuman mati.

"Namun mereka masih bisa menjadi pengendali jaringan narkotika internasional," ujar Sigit.

Sigit menuturkan, 2,5 ton sabu tersebut hasilnya mencapai Rp1,2 triliun. Sementara, hasil pengungkapan barang haram itu setidaknya ada 10,1 juta jiwa yang terselematkan.

"Kalau dari sisi bahayanya maka dengan kani amankan 2,5 ton narkoba kami amankan masyarakat 10,1 juta jiwa, yang tentunya bisa diselamatkan dari potensi bahaya narkoba ini," tutur Sigit.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) jo subsidiar Pasal 115 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009. (Knu)

Baca Juga

Polisi Tangkap Tiga Kurir Narkoba di Jakarta Pusat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah 1 Orang
Indonesia
Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah 1 Orang

Nasrudin tidak mengalami peningkatan yang signifikan meskipun telah dipasangi ventilator. Adapun rencananya, hari ini Nasrudin akan menjalani operasi debridemang, namun sayang nyawanya tak tertolong.

Pemprov DKI Instruksikan Perusahaan Swasta Bayar Penuh THR ke Pegawai
Indonesia
Pemprov DKI Instruksikan Perusahaan Swasta Bayar Penuh THR ke Pegawai

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta, perusahaan swasta di ibu kota untuk dapat membayar secara penuh tunjangan hari raya (THR) kepada pegawainya.

Pemerintah Diharapkan Segera Vaksinasi COVID-19 Agar Perekonomian Kembali Pulih
Indonesia
Pemerintah Diharapkan Segera Vaksinasi COVID-19 Agar Perekonomian Kembali Pulih

"Dengan adanya vaksin yang mesti segera diimplementasikan maka pemerintah sebaiknya menggodok kembali grand plan nasional Indonesia selama 25 tahun ke depan," kata Bayutami

Ada 400 Ribu Lebih Pelamar PNS Tak Lolos Verifikasi
Indonesia
Ada 400 Ribu Lebih Pelamar PNS Tak Lolos Verifikasi

Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi menutup pendaftaran seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kemendagri Temukan Anggaran Janggal APBD 2021, PSI Semprot Pemprov DKI
Indonesia
Kemendagri Temukan Anggaran Janggal APBD 2021, PSI Semprot Pemprov DKI

Kementerian Dalam Negeri masih menemukan anggaran janggal senilai Rp580 miliar di kegiatan-kegiatan DPRD dalam RAPBD DKI Tahun Anggaran 2021.

KPK Dorong Kemensos Terus Perbaiki Data Penerima Bansos
Indonesia
KPK Dorong Kemensos Terus Perbaiki Data Penerima Bansos

KPK mengimbau kepada masyarakat untuk menyampaikan laporan atau keluhan jika terjadi penyimpangan

WNA Kembali Boleh Masuk Indonesia, Satgas Minta Masyarakat Tak Khawatir
Indonesia
WNA Kembali Boleh Masuk Indonesia, Satgas Minta Masyarakat Tak Khawatir

Pemerintah telah membuat kebijakan untuk memperbolehkan warga negara asing (WNA) masuk ke tanah air.

Petasan Diduga dari Lembaran Al-Qur'an di Tangerang, Polisi Turun Tangan
Indonesia
Petasan Diduga dari Lembaran Al-Qur'an di Tangerang, Polisi Turun Tangan

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sobekan kertas yang diduga terbuat dari Al-Qur'an. Polisi pun langsung turun tangan mengusut kejadian ini.

Kejagung Limpahkan 13 Tersangka Korporasi Jiwasraya ke Kejari Jakpus
Indonesia
Kejagung Limpahkan 13 Tersangka Korporasi Jiwasraya ke Kejari Jakpus

Leonard menuturkan setelah 13 tersangka korporasi dan alat bukti diserahkan, jaksa kemudian menyiapkan surat dakwaan mereka untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Tegaskan Tolak Legalisasi Miras, PKB: Jangan Adat Tertentu Jadi Alasan
Indonesia
Tegaskan Tolak Legalisasi Miras, PKB: Jangan Adat Tertentu Jadi Alasan

legalisasi minuman keras meski hanya dalam wilayah tertentu sudah mencederai Bangsa Indonesia