Kakak Novel Tuding Polri Tak Punya Keberanian Teatrikal penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan saat melakukan aksi damai di halaman gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/9). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

MerahPutih.com - Setahun lalu, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, diserang dua pria tak dikenal dengan air keras. Namun, hingga kini belum ada titik terang mengenai pelaku maupun dalang dari teror tersebut.

Kakak kandung Novel Baswedan, Taufik Baswedan menilai, belum tertangkapnya pelaku maupun dalang penyerangan Novel karena Polri masih menutupi kasus tersebut. Kepolisian dituding tidak ada kemauan atau keberanian untuk mengungkap kasus teror yang dialami adiknya.

"Ini masalah kemauan aja, jika Polri mau atau berani, pasti perkara ini sudah tuntas, kenapa? Karena ini bukan perkara yang sulit, alat buktinya sudah cukup banyak," kata Taufik, saat dikonfirmasi, Rabu (11/4).

Menurut Taufik, pihak kepolisi‎an padahal sudah memiliki kecukupan alat bukti. Apalagi, lanjut dia, ciri-ciri pelaku juga sudah dikantongi penyidik. "Sangat ironi jika Polri menutupi pelakunya karena ini adalah kejahatan yang luar biasa. Polri belum ada kemauan dan keberanian," kritik dia.

Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8). (ANTARA FOTO/Monalisa)

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 usai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Namun hingga 11 bulan sejak penyerangan Novel, pelaku penyerangan belum juga ditemukan. Serangan itu menyebabkan mata sebelah kiri Novel harus dioperasi, Dia pun harus menjalani perawatan di Singapura. Novel kembali ke Jakarta untuk pertama kali usai serangan itu, Februari lalu.

Novel sudah menjalani operasi besar sebanyak dua kali. Pada operasi pertama, mata kanan Novel Baswedan mulai bisa melihat dan mengalami perbaikan yang signifikan. Operasi kedua sendiri baru dilaksanakan pada Jumat, 23 Maret 2018.

Selama Novel menjalani perawatan, polisi belum berhasil menangkap pelaku penyiraman. Beberapa orang sempat diamankan karena diduga sebagai pelaku, tapi mereka kemudian dilepaskan karena tidak ada bukti. Polda Metro Jaya sudah merilis tiga sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku, namun belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH