Polri Akui Kesulitan Tangkap Jozeph Zhang di Luar Negeri Paul Zhang. (Tangkapan Layar)

MerahPutih.com - Polri masih melakukan upaya penangkapan terhadap Jozeph Paul Zhang yang telah melakukan penisataan terhadap agama Islam di akun Youtube pribadinya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Kabiro Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, kepolisian telah mengerahkan seluruh resources yang dimilikinya untuk menangkap dan menyelesaikan kasus tersebut.

Baca Juga

Janji Bakal Tangkap Jozeph Paul Zhang, Mabes Polri Minta Publik Bersabar

“Jadi seluruh sumber daya yang ada, dimanfaatkan, dikerahkan untuk menyelesaikan kasus JPZ,” kata Rusdi kepada wartawan yang dikutip, Jumat (23/4).

Langkah yang sudah dilakukan sejauh ini kata Rusdi, yakni Kepolisian sudah mengeluarkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Jozeph Paul Zhang.

Mereka juga sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Internasional (Interpol) agar bisa segera mengeluarkan red notice.

Berdasarkan informasi yang telah dikantongi oleh Polri, saat ini Jozeph Paul Zhang tengah berada di Jerman.

Dan langkah yang tengah diambil pihaknya adalah berkoordinasi dengan Kepolisian Jerman melakukan penangkapan terhadap pria tersebut.

Namun, Rusdi menyebut jika Polri melalui Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) belum menerjunkan tim khusus untuk terbang ke Jerman dalam rangka melakukan pelacakan secara langsung.

Hal itu karena saat ini pihaknya masih menjalin komunikasi terlebih dahulu dengan Kepolisian Jerman serta pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Berlin.

“Sementara belum. Kami menunggu komunikasi yang ada di Jerman,” pungkasnya.

Jozeph memicu kontroversi lewat video di media sosialnya. Sebab, di dalam video tersebut, Jozeph menyatakan sebagai Nabi ke-26. (Knu)

Baca Juga

FORTIBER Sebut Ucapan Jozeph Zhang Berpotensi Merusak Persatuan Bangsa Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Usai Divaksin, Ketum Kadin Merasa Nyaman
Indonesia
Usai Divaksin, Ketum Kadin Merasa Nyaman

Presiden Joko Widodo dan beberapa tokoh, hari ini, mengawali program vaksinasi dengan menjadi orang yang pertama melakukan vaksinasi COVID-19 menggunakan vaksin Sinovac.

Belasan Tahun Perang, Afghanistan-Taliban Capai Kesepakatan Pembicaraan Damai
Dunia
Belasan Tahun Perang, Afghanistan-Taliban Capai Kesepakatan Pembicaraan Damai

Pemerintah Afghanistan dan perwakilan Taliban mengumumkan pada Rabu (2/12) bahwa mereka telah mencapai kesepakatan awal untuk melanjutkan pembicaraan damai.

Kasad Andika Perkasa Resmikan Penjara Tercanggih di Indonesia
Indonesia
Kasad Andika Perkasa Resmikan Penjara Tercanggih di Indonesia

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa meresmikan pengoperasian Instalasi Rumah Tahanan Militer berbasis Information, Communication, Technology (ICT).

PAN Yakin Mayoritas Fraksi di Parlemen Dukung Revisi UU ITE
Indonesia
PAN Yakin Mayoritas Fraksi di Parlemen Dukung Revisi UU ITE

Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Partaonan Daulay mendukung rencana Presiden Joko Widodo yang ingin merevisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Gus Ipul Minta Doa Agar Istri Cepat Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Gus Ipul Minta Doa Agar Istri Cepat Sembuh dari COVID-19

"Mohon doa mudah-mudahan kami sekeluarga bisa melewati masa-masa yang sulit ini," katanya

Aparat Diminta Lakukan Tindakan Tegas Terukur ke KKB
Indonesia
Aparat Diminta Lakukan Tindakan Tegas Terukur ke KKB

Bamsoet meminta TNI-Polri meningkatkan kewaspadaan, penjagaan, dan keamanan

Sumber Anggaran Pembelian Tanah di Munjul Mulai Didalami KPK
Indonesia
Sumber Anggaran Pembelian Tanah di Munjul Mulai Didalami KPK

Yoory membayar tanah di Munjul kepada PT Adonara Propertindo (AP) hingga Rp 150 miliar

KPK Kembali Sita Kebun Sawit Milik Eks Sekretaris MA Nurhadi
Indonesia
KPK Kembali Sita Kebun Sawit Milik Eks Sekretaris MA Nurhadi

KPK juga telah melakukan penyitaan lahan kebun sawit di kabupaten Padang Lawas

Penyebaran COVID-19 di Industri Hiburan Perlu Diwaspadai
Indonesia
Penyebaran COVID-19 di Industri Hiburan Perlu Diwaspadai

Di industri yang menyajikan audio visual, penerapan protokol kesehatan juga bisa memberikan contoh positif kepada masyarakat ketika menyaksikan acara mereka.

Selama PPKM Level 4, Mobilitas Warga Jakarta Turun Drastis
Indonesia
Selama PPKM Level 4, Mobilitas Warga Jakarta Turun Drastis

"Kita bisa lihat dibandingkan dengan PPKM Mikro, PPKM Darurat, dan PPKM Level 4 di minggu pertama masih terjadi penurunan yang cukup signifikan," terang Sambodo