Polrestabes Bandung Amankan 150 Kg Tembakau Gorila Siap Edar

MerahPutih.com - Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung mengungkap 150 kilogram tembakau sintetis atau tembakau gorila dalam ratusan kemasan siap edar. Dengan terungkapnya kasus ini, 1 juta orang diklaim terselamatkan dari tembakau sinstesis.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, dari pengungkapan barang yang tergolong ke dalam Narkotika Golongan I ini, ada sembilan orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Mulai dari pembuat, pengedar, dan otaknya sendiri sudah dilakukan penangkapan," kata Ulung di Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (23/11).

Baca Juga:

Bahaya Tembakau Super Gorilla yang Dikonsumi Jerry Aurum untuk Kesehatan

Pengungkapan diawali dari ditangkapnya tiga orang berinisial HF, HF, dan AR. Mereka ditangkap di karena kedapatan membawa tembakau sintetis seberat 2 kilogram pada sebuah hotel di Jalan Pasir Kaliki, Kota Bandung, Rabu (18/11) yang akan dibawa ke Jakarta," kata Ulung.

Di hari yang sama juga, polisi langsung melakukan pengembangan dan menangkap dua orang tersangka yang berinisial BCL dan BCH di Cengkareng, Jakarta. Mereka kedapatan akan membawa paket serbuk tembakau sintetis atas suruhan tersangka berinisial SM.

Kemudian polisi akhirnya menangkap SM pada Kamis (19/11) di kawasan Cinunuk, Kabupaten Bandung. Setelah diperiksa, SM akhirnya bersedia menunjukkan tempat pembuatan tembakau sintetis itu yang berada di Bekasi.

Di lokasi pembuatan itu, ditangkap dua orang berinisial AN dan RD dengan barang bukti 100 kilogram lebih tembakau sintetis dalam kemasan siap edar.

Lalu pada Sabtu (21/11), polisi menangkap tersangka berinisial AA di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. AA merupakan otak dari pembuatan tembakau sintetis itu.

"Dia (AA) mengakui bahwa pengadaan bahan baku dan pembuatan tembakau sintetis itu atas petunjuk dan arahannya," kata Ulung.

bahan tembakau gorila
Bahan Tembakau Gorila. (Foto: Antara).

Peredaran tembakau sintetis dilakukan dengan modus penjualan secara daring atau pun penjualan secara langsung.

"Bahan baku ini di Indonesia belum ada, adanya di Tiongkok. Sehingga kami bekerjasama dengan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta," katanya.

Selain barang bukti seratusan kilogram tembakau sintetis itu, polisi juga mengamankan barang lain, diantaranya bahan baku tembakau sintetis, seperangkat alat produksi tembakau sintetis, dan ribuan paket tembakau sintetis siap pakai. Rencananya, barang bakal diedarkan di pulau Jawa dan Bali.

Para tersangka, kata Ulung, disangkakan Pasal 114 Ayat (2), Pasal 132 Ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (2) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan sanksi pidana hukuman mati atau pidana penjara paling lama 20 tahun penjara.

Baca Juga:

Eks Ojol Ini Belajar Bikin Tembakau Gorilla Cair dari Youtube Sebelum Diciduk Polisi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Tetapkan Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso Tersangka
Indonesia
KPK Tetapkan Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso Tersangka

"Selama proses penyelidikan telah ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup terkait proyek tersebut," kata Ketua KPK, Firli Bahuri

Polisi Temukan 'Mens Rea' Korupsi, Jokowi: Gigit Saja
Indonesia
Polisi Temukan 'Mens Rea' Korupsi, Jokowi: Gigit Saja

Jokowi mengingatkan bahwa keselamatan dan kepentingan rakyat merupakan hukum tertinggi

12 Ribu Pekerja Pabrik di Bekasi Bakal Tes Usap COVID-19
Indonesia
12 Ribu Pekerja Pabrik di Bekasi Bakal Tes Usap COVID-19

Tes usap massal ini dilakukan mengingat 60 persen kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bekasi berasal dari klaster sektor industri.

Pemerintah Diminta Taati Tata Cara Penetapan dan Pencabutan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat
Indonesia
Pemerintah Diminta Taati Tata Cara Penetapan dan Pencabutan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

YLBHI menekankan jika pemberlakuan situasi darurat dan karantina secara diam-diam bisa membahayakan

Megawati Berikan Restu di Pilwakot Solo, Gibran: Pilihan DPP yang Terbaik
Indonesia
Megawati Berikan Restu di Pilwakot Solo, Gibran: Pilihan DPP yang Terbaik

Gibran mengaku terus berkomunikasi dengan petinggi DPP PDIP

  Dampak Virus Corona, Angka Kredit Macet di Solo Tembus 10,26 Persen
Indonesia
Dampak Virus Corona, Angka Kredit Macet di Solo Tembus 10,26 Persen

"Ya perusahaan itu operasionalnya terganggu. Biasanya mereka dengan mudah melakukan ekspor dan impor mengalami gangguan akibat viru corona," kata dia

Selisih Angka Kesembuhan COVID-19 Indonesia dengan Global Lebih dari 7 Persen
Indonesia
Selisih Angka Kesembuhan COVID-19 Indonesia dengan Global Lebih dari 7 Persen

Doni mengakui, memang angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih relatif lebih tinggi dari global

Wamenag Imbau Elite Bangsa Jangan Bikin Gaduh
Indonesia
Wamenag Imbau Elite Bangsa Jangan Bikin Gaduh

"Agar tidak membuat suasana semakin panas dan penuh dengan kecurigaan," lanjut Zainut

Jalur Kereta Api Diaktifkan Lagi, PT KAI Beri Kado HUT ke-207 Garut
Indonesia
Jalur Kereta Api Diaktifkan Lagi, PT KAI Beri Kado HUT ke-207 Garut

jalur kereta api Stasiun Cibatu-Garut sebelumnya sudah dimanfaatkan sejak Zaman Kolonial

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bos Perkapalan
Indonesia
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bos Perkapalan

Adapun ke-12 tersangka yang berhasil ditangkap yakni inisial NL, R alias MM, SY, DM alias M, SP, AJ, MR, DW alias D, R, RS, dan TH