Polresta Surakarta Tangkap 2 Pelaku Penyerangan Acara Midodareni Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai, Senin (10/8). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Polresta Surakarta, Jawa Tengah berhasil menangkap dua orang pelaku intoleran yang berbuat anarkis dengan berusaha membubarkan paksa acara midodareni di rumah Almarhum Assegaf bin Jufri, Kampung Mertodranan, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8). Kedua pelaku yang diamankan berinisial BD dan HD ditahan di Mapolresta Surakarta.

"Kami langsung bergerak cepat setelah peristiwa Sabtu kemarin. Dalam waktu kurang 24 jam berhasil menangkap dua orang pelaku pada Minggu kemarin," ujar Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai dalam konferensi pers di Mapolresta Surakarta, Senin (10/8).

Baca Juga

Acara Midodareni Diserang, Ini Perintah Ganjar Pranowo

Dikatakan Andy, kedua orang pelaku ini yang diduga kuat melakukan pengeroyokan dan perusakan ada di tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, ada sebanyak 9 orang saksi yang diperiksa polisi dalam peristiwa ini.

"Kami juga kembangkan dan identifikasi pelaku lain masih buron diduga melakukan pengeroyokan dan perusakan di TKP. Saya berikan kesempatan mereka untuk menyerah baik-baik," ujar Andy.

GP Ansor Solo mendatangi Mapolresta Surakarta meminta agar polisi segera menangkap pelaku rusuh di Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/8). (MP/Ismail)
GP Ansor Solo mendatangi Mapolresta Surakarta meminta agar polisi segera menangkap pelaku rusuh di Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/8). (MP/Ismail)

Andy menegaskan bagi pelaku yang masih buron dan bersembunyi diberikan kesempatan 1 x 24 jam untuk menyerahkan diri baik-baik ke Mapolresta Surakarta. Namun demikian, jika sampai batas waktu tersebut tidak dipatuhi pihaknya akan menangkapnya.

"Saya berikan kesempatan menyerah baik-baik, tepi jika tidak ada iktikad baik. Kami akan lakukan penangkapan dengan cara kami," katanya.

Perbuatan yang dilakukan para pelaku, kata Andy, sangat jelas mencoreng Ke-Bhinekaan yang ada di negara Indonesia. Kedua pelaku yang ditangkap tercatat sebagai warga Solo dan luar Solo.

"Kedua pelaku kita tangkap Minggu sore. Untuk peran pelaku dalam kasus ini masih kita dalami. Yang masih buron masih ada beberapa orang," kata dia.

Baca Juga

Kisah Siswi Magetan Tinggal di Kandang Ayam Berjuang Beli HP Demi Sekolah Online

Andy menambahkan pelaku tidak langsung ditangkap saat kejadian karena saat itu lebih fokus menyelamatkan korban pengeroyokan dan perusakan. Ia mengimbau kembali bagi pelaku yang melarikan diri segera menyerahkan diri ke polisi. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bongkar BAP Rizieq, Kuasa Hukum Janji Kuliti Saksi JPU
Indonesia
Bongkar BAP Rizieq, Kuasa Hukum Janji Kuliti Saksi JPU

Saksi yang hadir antara lain mantan Wali Kota Jakpus Bayu Meghantara dan mantan Kapolres Jakpus Kombes Pol Heru Novianto.

Tiba di Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ba'asyir Langsung Ajak Pengurus Salat di Masjid
Indonesia
Tiba di Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ba'asyir Langsung Ajak Pengurus Salat di Masjid

Ba'asyir bebas murni setelah divonis 15 tahun dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor.

KPU Diminta Hentikan Proses Pendaftaran Cakada yang Langgar Protokol Kesehatan
Indonesia
KPU Diminta Hentikan Proses Pendaftaran Cakada yang Langgar Protokol Kesehatan

Ray memprediksi, di lapangan terjadi beberapa praktek tidak sesuai dengan protokol COVID-19.

Indonesia Sudah Terima 14,7 Juta Vaksin COVID-19 Gratis
Indonesia
Indonesia Sudah Terima 14,7 Juta Vaksin COVID-19 Gratis

Pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengamankan kebutuhan vaksin untuk rakyat Indonesia dan terus mendorong pada tingkat dunia kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

Ngaku Bukan Siapa-Siapa Moeldoko Sebelum Resmi Kudeta SBY dan AHY
Indonesia
Ngaku Bukan Siapa-Siapa Moeldoko Sebelum Resmi Kudeta SBY dan AHY

"Saya ini siapa sih? Saya ini apa? Biasa-biasa aja. Di Demokrat ada Pak SBY, ada putranya Mas AHY. Apalagi kemarin dipilih secara aklamasi. Kenapa mesti takut ya?" kata Moeldoko, dua hari sebelum KLB.

Eks Penyidik KPK Robin Akui Terima Uang Rp500 Juta dari Walkot Cimahi
Indonesia
Eks Penyidik KPK Robin Akui Terima Uang Rp500 Juta dari Walkot Cimahi

Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju mengakui menerima uang dari Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sebesar Rp500 juta.

KPK Sita Bukti Suap Pajak Usai Geledah Kantor Pusat Bank Panin
Indonesia
KPK Sita Bukti Suap Pajak Usai Geledah Kantor Pusat Bank Panin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor pusat PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin di Jakarta Pusat, Selasa (23/3).

Barikade 98 Minta Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM
Indonesia
Barikade 98 Minta Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM

"Melalui proses hukum yang adil dan terbuka untuk menyeret ke penjara para aktor kejahatan HAM dalam tragedi 1998 dan kejahatan HAM lainnya," ujar Benny

Jokowi Akan Divaksin COVID-19 Pertama dan Disiarkan Langsung
Indonesia
Jokowi Akan Divaksin COVID-19 Pertama dan Disiarkan Langsung

Jokowi akan menjadi orang pertama divaksin dalam program vaksinasi COVID-19 secara nasional.

Komnas HAM: Fungsi TNI Sangat Penting Dalam Menjaga Pertahanan Negara
Indonesia
Komnas HAM: Fungsi TNI Sangat Penting Dalam Menjaga Pertahanan Negara

Banyak yang tidak menyadarinya namun itu sudah sejak dulu dilakukan