Polresta Surakarta Periksa Korban Rentenir Online, Pelapor Jadi 14 Orang I Gede Sukadewa Putra kuasa hukum korban rentenir online atau pinjaman daring, Senin (29/7). (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Surakarta mulai memeriksa korban rentenir online atau pinjaman cepat dari kreditor daring berinisial YI (51) di Mapolresta, Senin (29/7).

Dalam pemeriksaan tersebut, warga Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah itu didampingi pengacaranya, I Gede Sukadewa Putra.

Baca Juga: Sebarkan Foto dengan Kalimat Tak Senonoh, Fintech Dilaporkan ke Polresta Surakarta

"Kami melaporkan kasus ini ke Polresta Surakarta pada tanggal 25 Juli. Hari ini klien (YI) diperiksa polisi," ujar Sukadewa pada MerahPutih.com.

Ia menjelaskan setelah ini akan membuat laporan resmi dua korban rentenir online lainnya, yakni SM, warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dan AZ, warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Total ada sebanyak 14 korban fintech yang ditangani.

Pemeriksaan korban rentenir online di Polresta Surakarta
Satreakrim Polresta Surakarta memeriksa YI (51) korban rentenir online di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Senin (29/7).(MP/Ismail)

"Penyidik saat ini masih menunggu kelengkapan laporan berupa screen shot iklan jual diri yang mencemarkan nama baik ketiga kliennya serta keterangan dua orang saksi," papar dia.

Rentenir online atau kreditor daring, kata dia, selama ini masih meneror klienya, termasuk menyebarkan iklan pelecehan klien. Bahkan, ada 30 nomor ponsel dari fintech yang menghubungkan klien untuk melakukan teror.

"Dari nomor fintech (rentenir online) yang meneror kliennya ada dua nomor dari luar negeri. Saya cek kedua nomor itu dari Malaysia dan China," katanya.

Ia berharap Polresta Surakarta serius menangani kasus ini karena sangat meresahkan masyarakat. Korban renternir online diperkirakan bertambah jika merujuk cara mereka membohongi nasabah dengan modus pinjaman murah online (pinjol).

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Termasuk memeriksa saksi dan mencari barang bukti.

"Ini baru pemeriksaan saksi awal dari korban berinisial YI. Kami sedang mendalami kasus ini," kata Fadli.

Korban rentenir online yang mengadu ke Polresta Surakarta kini bertambah jadi 15 orang
Korban rentenir online yang mengadu ke Polresta Surakarta kini bertambah menjadi 14 orang (MP/Ismail)

Diketahui YI (51) menjadi korban rentenir online melalui pesan pendek Short Message Service (SMS) di ponsel. Kemudian mengajukan pinjaman senilai Rp1 juta. Namun, ia tidak mampu melunasi hutang itu sesuai jatuh tempo.

Baca Juga: OJK Beberkan Ciri-Ciri Perusahaan Fintech Ilegal

Kreditor daring mengancam dan memaki-maki lewat ponsel. Tiga hari kemudian, tiba-tiba ada undangan grup Whatsapp yang dibuat oleh kreditor darng yang ternyata berisikan orang-orang yang ada dalam kontak telepon.

Pihak rentenir online memasang poster foto YI disertai tulisan berbau pornografi bertuliskan 'Rela digilir seharga Rp 1.054.000 untuk melunasi hutang saya di aplikasi INCASH. Dijamin puas'.

Cara penagihan itu dianggapnya telah menjatuhkan harga diri YI sehingga melaporkan kejadian itu ke polisi dalam kasus UU ITE dan pencemaran nama baik.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga: Ditipu Rp17 Miliar, Ratusan Korban Investasi Bodong Geruduk Polres Klaten



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH