Politisi Senayan Minta Segera Tangani Klaster Perkantoran Test massa COVID 19 oleh Mabes Polri. (Foto: Kanugrahana)

MerahPutih.com - Manajemen perkantoran di Jakarta didesak segera mengatasi klaster pandemi COVID-19. Seharusnya, dengan tingkat berpendidikan yang tinggi para pekerja di perkatoran, mereka lebih mengetahui risiko.

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan, hal ironis karena banyak perkantoran kini telah menjadi klaster baru pandemi. Padahal, sebelum vaksin ditemukan, kunci dalam perang melawan COVID-19 yakni disiplin mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Ia menegaskan, maraknya penyebaran wabah virus corona di perkantoran menjadi keprihatinan bersama. Manajemen maupun karyawan harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga:

Pemerintah Minta Pemudik Idul Adha Tidak Balik Jakarta Pada Minggu

"Kenyataan yang mengkhawatirkan ini harus jadi proses pembelajaran bersama agar kasus klaster perkantoran ini tidak semakin parah," katanya.

Perusahaan konsultan properti Knight Frank Indonesia mengungkapkan, pandemi COVID-19 telah menyebabkan tingkat hunian atau okupansi perkantoran di Jakarta turun dari semester II 2019 sebesar 76 persen menjadi 75,9 persen pada semester I 2020. Tingkat kekosongan ruang perkantoran Jakarta mencapai 24,1 persen dan ada serapan 81.699 meter persegi jumlah ruang pada periode.

Ilustrasi COVID-19
Ilustrasi COVID-19. (Foto: Antara)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, bahwa perkantoran di ibu kota menjadi klaster penularan virus corona. Saat ini, sudah ada ratusan pegawai swasta, PNS, dan BUMN yang terkonfirmasi COVID-19.

"Klaster perkantoran itu sumber penularannya dari berbagai pihak. Memang bisa dari internal di dalam gedung atau kegiatan sosial di saat istirahat atau pulang kantor hingga di perjalanan atau aktivitas lainnya," ujarnya.

Baca Juga:

Bareskrim Pisahkan Penjara Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH