Politisi PSI Sebut Kericuhan di Kongres PAN karena 'Ulah' Amien Rais Suasana kericuhan Kongres ke V PAN (ANTARA/Harianto)

MerahPutih.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli ikut mengomentari kericuhan yang terjadi dalam Kongres V PAN yang digelar di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2).

Guntur mengaitkan kericuhan yang diwarnai aksi saling lempar kursi itu dengan seruan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais untuk melakukan perang badar pada Pilpres 2014 lalu. Saat itu Amien merupakan timses capres-cawapres Prabowo-Hatta.

Baca Juga

Kongres PAN Makin Panas, Pendukung Mulfachri dan Zulhas Nyaris Bentrok

Guntur menduga, karena peserta kongres PAN yang terlibat kericuhan itu salah mengartikan perang badar ala Amien Rais, sehingga yang terjadi justru 'perang kursi.'

"Inilah akibat salah memahami 'Perang Badar' yang pernah dipolitisai oleh Amien Rais, jadinya 'Perang Kursi)," kata Guntur, Rabu (12/2).

Gun Romli
Gun Romli

Video dan foto kericuhan kongres tersebar luas di medsos dan menjadi bahan perbincangan hangat netizen.

Baca Juga

Bentrok Pecah! Kursi Hingga Botol Air Mineral 'Melayang' di Kongres PAN

Banyak netizen yang melontarkan sindiran. Mereka mengaitkan kericuhan itu dengan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais pada April 2018 lalu yang mendikotomikan parpol di Indonesia jadi dua kutub yakni 'partai setan' dan 'partai Allah.'

Kala itu, Amien menyebut PAN, PKS dan Gerindra merupakan parpol yang membela Agama Allah, sementara lawan politik disebutnya partai setan.

Karena pernyataan itulah netizen pun menyindir Amien dan 'partai Allah' ketika Kongres PAN ricuh.

Aparat kepolisian Polda Sulawesi Tenggara berusaha menenangkan kericuhan antar dua kubu pendukung calon Ketua Umum PAN saat sidang pleno Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020). Sidang pleno dengan agenda Pembahasan Tata Tertib Kongres berujung kericuhan antar pendukung hingga keduanya saling melemparkan kursi, botol minuman dan makanan serta beradu argumen dengan nada keras. ANTARA FOTO/Jojon/foc. (ANTARA FOTO/JOJON)
Aparat kepolisian Polda Sulawesi Tenggara berusaha menenangkan kericuhan antar dua kubu pendukung calon Ketua Umum PAN saat sidang pleno Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020). Sidang pleno dengan agenda Pembahasan Tata Tertib Kongres berujung kericuhan antar pendukung hingga keduanya saling melemparkan kursi, botol minuman dan makanan serta beradu argumen dengan nada keras. ANTARA FOTO/Jojon/foc. (ANTARA FOTO/JOJON)

Seperti diberitakan, kericuhan terjadi di hari kedua Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2).

Baca Juga

Diduga Disusupi Non-Peserta, Kongres PAN 'Disterilisasi'

Kericuhan diwarnai aksi saling lempar kursi dan botol air mineral antar pendukung kedua calon ketua umum PAN, yakni kubu Zulkifli Hasan dengan kubu Mulfachri Harahap.

Kericuhan kongres partai berlambang matahari putih itu mengakibatkan beberapa peserta kongres terluka dan sejumlah barang di hotel tersebut. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH