Politisi PKS Harap Regulasi Perlindungan Tokoh Agama Segera Dirumuskan Pelaku penikaman Syek Ali Jaber saat di bawa polisi ke Mapolresta Bandarlampung guna pemeriksaan lebih lanjut. Minggu malam. (14/9/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Merahputih.com - Anggota Komisi VIII DPR, Bukhori Yusuf, berharap dapat segera merealisasikan regulasi yang dapat memberi perlindungan terhadap tokoh agama.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu mengecam insiden penusukan terhadap Syekh Ali Jaber yang sedang bersafari dakwah di Lampung.

"Kami harap, dalam waktu dekat, bisa segera merumuskan strategi yang lebih komprehensif untuk melindungi para tokoh agama," ujar Yusuf, kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/10).

Baca Juga

Penusuk Syekh Ali Jaber Tak Diproses, Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Terganggu

Serangan terhadap pendakwah asal Madinah, Arab Saudi, itu merupakan serangan terhadap UUD dan HAM.

"Pasal 28 e ayat (1) dan 29 ayat (2) UUD 1945 merupakan dasar hukum yang menjamin setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat sesuai agamanya. Sementara, kedudukan negara adalah untuk menjamin kemerdekaan setiap warganya atas hal-hal tersebut,” jelas dia.

Dalam Pasal 28G UUD 1945 turut mengatur jaminan hak bagi setiap orang untuk memperoleh perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.

"Perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak asasi manusia terhadap warga negara yang dijamin dalam konstitusi tersebut mencakup siapapun tanpa terkecuali, termasuk tokoh agama," ucapnya.

Berdasarkan data Bareskrim Polri pada 2018, terdapat 21 peristiwa kekerasan dengan korban tokoh agama. Kasus tersebut di antaranya terjadi di Aceh, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur. Sementara di Jawa Barat menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 13 kasus.

Selain itu, tindakan kekerasan itu tidak hanya menimbulkan luka cedera yang parah, tetapi sampai berakibat pada kematian sebagaimana menimpa Ustad Prawoto, Pengurus Persatuan Islam di Bandung, yang dianiaya hingga tewas.

Pihak Kepolisian sedang melakukan olah TKP penusukan Syekh Ali Jabar, Minggu malam. (13/9/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Yusuf menilai insiden kekerasan tersebut menggambarkan bahwa para tokoh agama merupakan kelompok sosial yang sangat rentan.

Karena itu, dibutuhkan rencana aksi yang sistematis untuk melindungi mereka. Pasalnya, eksistensi mereka sangat strategis dalam rangka memberikan pemahaman tentang kerukunan umat beragama terhadap masyarakat Indonesia yang heterogen.

“Para tokoh agama berhak memperoleh perlindungan dari tindakan persekusi, kekerasan fisik maupun nonfisik, bahkan ancaman hukum saat melakukan peran nya dalam menyampaikan ajaran agama terhadap umatnya," kata Yusuf.

Secara yuridis, sebenarnya terdapat peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tokoh agama seperti UU Nomor 1/PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama dan KUHP.

Baca Juga:

Ditusuk Orang Tak Dikenal, Ulama Syekh Ali Jaber Harus Dirawat 10 Jahitan

Akan tetapi, peraturan itu belum mengatur secara komprehensif terkait perlindungan terhadap tokoh agama sehingga tindakan persekusi maupun kekerasan terhadap tokoh agama kerap berulang.

Oleh sebab itu, sebagaimana dikutip Antara, regulasi perlindungan terhadap tokoh agama harus segera diwujudkan secara serius, melalui penyediaan perangkat hukum yang memadai, untuk mengantisipasi insiden itu kembali berulang. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Operasi Patuh Jaya Incar Pengendara Bandel Protokol Kesehatan
Indonesia
Operasi Patuh Jaya Incar Pengendara Bandel Protokol Kesehatan

Sanksinya akan diberikan sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta.

KPK Periksa Dua GM San Diego Hills Terkait Kasus Nurhadi
Indonesia
KPK Periksa Dua GM San Diego Hills Terkait Kasus Nurhadi

Selain Andy dan Edward, penyidik juga memanggil satu saksi lainnya, yakni seorang notaris bernama Rismalena Kasri

Prarekonstruksi Mayat Perempuan Dibakar, Pelaku Pukul Korban Tujuh Kali dengan Linggis
Indonesia
Prarekonstruksi Mayat Perempuan Dibakar, Pelaku Pukul Korban Tujuh Kali dengan Linggis

Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar prarekonstruksi tahap pertama kasus pembunuhan Yulia P (42), yang diitemukan terbakar di dalam mobil pada 20 Oktober lalu.

[HOAKS atau FAKTA] Hand Sanitizer Bisa Bakar Motor
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Hand Sanitizer Bisa Bakar Motor

Beredar video yang memperlihatkan sebuah sepeda motor terbakar di pinggir jalan

14 Pedagang Pasar Serdang Positif Corona
Indonesia
14 Pedagang Pasar Serdang Positif Corona

Sebelumnya, 9 orang pedagang dinyatakan positif COVID-19 setelah mengikuti tes swab Rabu (11/6).

Setop Umrah, Jubir Wapres: Arab Saudi Rugi
Indonesia
Setop Umrah, Jubir Wapres: Arab Saudi Rugi

"Jadi kita harus yakin karena bukan hanya para jemaah yang rugi melainkan mereka (Arab Saudi) lebih rugi lagi jika hal ini berkepanjangan," ujar Masduki

Amankan Uang Pensiunan, Erick Bakal Bikin Holding Dana Pensiun
Indonesia
Amankan Uang Pensiunan, Erick Bakal Bikin Holding Dana Pensiun

holding pengelola dana pensiun di BUMN, diyakininya untuk menyejahterakan para pensiunan serta bisa berkontribusi pada pembiayaan jangka panjang seperti investasi dalam proyek jalan tol.

 Polisi Masih Kejar Penyuplai 288 Kilogram Sabu ke Serpong
Indonesia
Polisi Masih Kejar Penyuplai 288 Kilogram Sabu ke Serpong

"Kita tunggu saja Ditresnarkoba masih bekerja," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Jumat (31/1).

Boy Rafli Gandeng Pemuka Agama Cegah Penyebaran Paham Radikalisme
Indonesia
Boy Rafli Gandeng Pemuka Agama Cegah Penyebaran Paham Radikalisme

"Kita tidak boleh under estimate, kita tidak boleh tentu menganggap remeh setiap gelagat, gejala, yang mengarah kepada perbuatan teror;" tambah dia.

 Mantu Jokowi Bertemu Prabowio, Riza Patria: Berarti Gerindra Diperhitungkan
Indonesia
Mantu Jokowi Bertemu Prabowio, Riza Patria: Berarti Gerindra Diperhitungkan

Ia pun menilai, dengan bertemunya menantu Presiden ke Prabowo, artinya Gerindra menjadi partai yang diperhitungkan dalam Pilkada Serentak 2020.