Politisi Nasdem Ajak PAN dan Demokrat Gabung Koalisi Jokowi, Alasannya? Sekjen Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jhony G Plate. Foto: MP/Fadhli

MerahPutih.Com - Posisi Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat di Koalisi Indonesia Adil Makmur sampai saat ini belum tegas benar. Apalagi belakangan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono 'mengusir' Demokrat dari koalisi lantaran dianggap biang penurunan suara Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Dalam situasi dilematis, PAN dan Demokrat seyogyanya segera menentukan sikap. Bertahan atau keluar dan bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Johnny G Plate menyatakan pihaknya tetap membuka peluang kepada PAN dan Demokrat untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Lebih lanjut, Johnny mengungkapkan pihaknya selalu siap dan terbuka kepada partai yang ikut bekerja sama demi kepentingan bangsa dan negara selama lima tahun ke depan sehingga bisa menguatkan dukungan sejumlah kebijakan pemerintah di parlemen.

“Dari sisi model dasar perpolitikan nasional kita, maka kami tentu sangat menghormati politik dengan tetap membuka ruang kerja sama politik untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Johnny G Plate kepada wartawan di Jakarta, Selasa, (14/5).

Sekjen Nasdem yang juga Wakil Ketua TKN Johnny G Plate
Sekjen Partai Nasdem yang juga Wakil Ketua TKN KIK Johnny G Plate (kiri) (MP/Fadhli)

Menurut Johnny, sebetulnya koalisi partai KIK sudah cukup untuk menjalankan fungsi-fungsi di DPR. Namun, Johnny menuturkan pihaknya menginginkan adanya gotong royong politik.

Jhonny juga mengaku tidak mau bahwa tujuan gotong royong politik ini dilihat sebagai praktik bagi-bagi kekuasaan.

Oleh karena itu Jhonny G Plate berharap adanya bentuk kontribusi politik dari semua partai yang bisa diberikan untuk memperkuat lembaga.

“Semuanya baik PAN, Demokrat, PKS, bahkan Gerindra pun terbuka peluang kerja sama politik. Kita berpikir untuk negara, tetapi sekali lagi, kontribusi apa yang bisa diberikan untuk membangun soliditas penyelenggara negara,” jelas dia.

Ia mengatakan, pembahasan Kabinet Koalisi Indonesia Kerja (KIK) akan dilaksanakan usai pengumuman hasil perhitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun dirinya mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk turut mengawasi pemilu agar jangan sampai dikacaukan oleh bandit-bandit politik.

“Kita harus awasi pemilu kita ini, jangan sampai dikacaukan oleh bandit-bandit politik. Kita jaga pemilu kita jangan sampai dikacaikan dengan bandit-bandit politik,” ujar Johnny.

Lebih lanjut, politikus partai Nassem itu menuturkan, pihaknya membuka kesempatan bagi partai non-koalisi untuk bergabung dalam Kabinet KIK, selama mereka bisa berkontribusi untuk kemajuan negara.

“Tergantung apa kontribusi mereka. Tergantung portofolio kabinet, kan kami mau kabinet yang ahli, kompeten, koordinasi yang kuat. Itu kan sangat tergantung siapa orangnya. Kalau orangnya enggak bener, ya jangan,” terang dia.

Dirinya menerangkan, pihaknya tidak menutup diri pada kerja sama politik dengan semua pihak. Namun, terkait dengan bergabungnya PAN dan Demokrat, dirinya menyerahkan itu semua kepada Joko Widodo jika nanti terpilih menjadi presiden.

“(Terpenting) Jangan maksa-maksa presiden, jangan maksa-maksa program-programnya kepada presiden. Karena program yang sudah di-endorse oleh rakyat adalah program Jokowi-Ma’ruf,” pungkas Johnny G Plate.(Knu)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH