Politisi Gerindra M Taufik Tantang Anies Hitung-hitungan Soal Gratiskan MRT Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Pertarungan Kebon Sirih vs Balai Kota terkait penetapan harga tiket Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta ternyata belum selesai.

Polemik penetapan tarif MRT antara Gubernur Anies Baswedan dan DPRD DKI Jakarta masih berlanjut. Anggota legislatif menginginkan agar MRT Jakarta gratis atau cuma-cuma sementara Anies tetap berpendirian harus ada harga yang harus dibayar konsumen demi kelancaran operasional MRT.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik pun menantang Anies untuk melakukan hitung-hitungan agar kereta bawah tanah pertama di Indonesia ini bisa dinikmati warga secara gratis. Apalagi setiap tahunnya DKI memiliki anggaran lebih (SILPA) yang cukup besar.

Anies Baswedan keukeuh tak akan gratiskan MRT
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini juga sangat yakin anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) bisa mensubsidi MRT Jakarta.

"Ayo kita hitung! Pak Anies ngitungnya dari mana? Makanya mesti kita pahami dulu postur APBD kita, Silpa juga masih banyak, DKI duitnya besar loh," ujar Taufik di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (29/3).

BACA JUGA: M Taufik Sebut Anies dan Prasetyo Sewenang-Wenang Putuskan Tarif MRT

Tarif MRT Rp 8.500, Ketua DPRD DKI: Tidak Mahal

Tiket MRT Disepakati Rp10.000, Anies Berterima Kasih kepada Ketua DPRD DKI Jakarta

Namun tantangan tersebut ditolak Anies. Ketika disinggungkan awak media Anies hanya menggelangkan kepala sambil tersenyum serta melambaikan tangan.

"Enggak," kata Anies di Balaikota DKI Jakarta.

MRT Jakarta
MRT Jakarta (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Seperti diketahui, pada rapimgab Senin 25 Maret 2019 lalu Pemprov DKI dan DPRD telah menetapkan tarif rata-rata MRT sebesar Rp8.500 per 10 Kilometer.

Selang sehari Gubernur Anies dan Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi sepakat bahwa ongkos Ratangga MRT sebesar Rp10.000 per 10.000 per Km.

Kemudian kesepakatan kedua pejabat ini yakni tarif maksimal MRT senilai Rp14.000 dengan rute Lebak Bulus-Budaran HI ataupun sebalikkanya. Sedangkan harga antara stasiun yang berdekatan berkisar antara Rp3.000 hingga Rp4.000 sekali jalan.

Keputusan tarif ini lebih mahal dari harga yang disepakati oleh DPRD pada Rapimgab yakni harga rata - rata yang diajukan adalah Rp8.500. Dengan harga rata-rata Rp8.500 maka angka maksimal dan minimal ongkos MRT jelas dibawah angka Rp14.000 dan Rp3.000.(Asp)

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH