Politikus PDIP Tegaskan tidak Ada Pasal Karet di UU ITE TB Hasanuddin (kanan) saat diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/4). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

MerahPutih.com - Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), TB Hasanuddin, angkat bicara soal Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Menurutnya, dalam UU ITE tersebut memang ada 2 pasal krusial yang sempat menjadi perdebatan.

"Sebenarnya UU ITE ini merupakan hasil revisi dengan memerhatikan masukan dari berbagai kalangan, dan memang ada 2 pasal yang krusial yaitu Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 2," kata Tb Hasanuddin, Selasa (16/2).

Baca Juga

Kapolri: UU ITE Digunakan untuk Saling Lapor dan Berpotensi Timbulkan Polarisasi

TB Hadanuddin memaparkan, Pasal 27 ayat 3 adalah pasal tentang penghinaan dan pencemaran nama baik. Ia mengakui bahwa pasal ini sempat menjadi perdebatan.

Tapi, ia menegaskan bahwa Pasal 27 ini sudah mengacu dan sesuai dengan Pasal 310 dan 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Pasal 27 ayat 3 ini acuannya KUHP Pasal 310 dan 311 tentang pencemaran nama baik dan menista orang lain baik secara lisan maupun tulisan," jelas dia.

Kemudian, kata dia, Pasal 28 ayat 2 tentang menyiarkan kebencian pada orang atau kelompok orang berdasarkan pada SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

"Kedua pasal ini, Pasal 27 dan Pasal 28 harus dipahami oleh para penegak hukum agar tak salah dalam penerapannya. Apalagi pasal 27 itu sifatnya delik aduan, mereka yang merasa dirugikan dapat melapor dan pelapornya harus yang bersangkutan bukan orang lain," cetusnya.

Lebih jauh, purnawirawan jenderal bintang dua ini menjelaskan bahwa dalam menerapkan Pasal 27 ayat 2 itu harus dibedakan antara kritik terhadap siapapun dengan ujaran kebencian dan penghinaan. Penegak hukum, lanjut dia, harus memahami betul secara sungguh-sungguh.

"Kalau dicampuradukan antara kritik dan ujaran kebencian, maka saya rasa hukum di negara ini sudah tak sehat lagi," ungkapnya.

Politikus PDI Perjuangan TB Hasanuddin. Foto: dpr.go.id
Politikus PDI Perjuangan TB Hasanuddin. Foto: dpr.go.id

Ia juga menggarisbawahi penerapan Pasal 28 ayat 3 UU ITE ini juga harus berhati-hati dan selektif karena sangat penting untuk menjaga keutuhan NKRI yang berkarakter Bhinneka Tunggal Ika alias pluralisme .

"Menurut saya multi tafsir atau penafsiran berbeda dapat diminimalisir dengan membuat pedoman tentang penafsiran hukum kedua pasal ini secara komprehensif," tuturnya.

Hasanuddin juga membantah adanya anggapan pasal karet pada 2 pasal kontoversial itu. Menurutnya, tak ada pasal karet tapi bagaimana para penegak hukum memahaminya ditambah dengan menggunakan hati nurani.

"Dapat dibayangkan bagaimana negeri ini akan kacau kalau bila rakyatnya dibebaskan saling menghujat, saling membuka aib dan saling mengungkapkan kebencian secara bebas dan vulgar," ujarnya.

Termasuk, lanjut Hasanuddin, menyebarkan kebencian karena SARA. Padahal, negeri ini berkarakter pluralisme yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 .

"Kedua pasal ini pernah dua kali diajukan ke Mahkamah Konstitusi untuk Judicial Review dan hasilnya tak ada masalah," ujarnya.

Meski begitu, Hasanuddin mempersilakan bila memang UU ITE harus direvisi misalnya dengan membuat pedoman interpretasi resmi terhadap pasal-pasal dalam UU ITE.

"Kami di DPR terbuka, bila memang harus direvisi mari bersama kita revisi demi rasa keadilan dan demi tetap utuhnya NKRI," tutup dia.

Sebelumnya saat memberikan arahan pada rapat pimpinan TNI-Polri di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/2), Presiden Jokowi sempat menyinggung soal rencana revisi UU ITE bila memang tak bisa memberikan rasa keadilan pada rakyat. (Pon)

Baca Juga

PAN Yakin Mayoritas Fraksi di Parlemen Dukung Revisi UU ITE

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Bocorkan Tantangan yang Bakal Dihadapi Indonesia Tahun Ini
Indonesia
Jokowi Bocorkan Tantangan yang Bakal Dihadapi Indonesia Tahun Ini

Bursa Indonesia mengalami kenaikan Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) di tahun 2021 kemarin sebesar 10,1 persen

Polisi Siapkan 106 Cek Point Arus Balik
Indonesia
Polisi Siapkan 106 Cek Point Arus Balik

Bila hasil tes corona positif maka pemudik tidak diizinkan melakukan perjalanan. Mereka akan dirujuk ke rumah sakit terdekat yang telah ditunjuk.

Dishub DIY Akan Revitalisasi Jalur Sepeda
Indonesia
Dishub DIY Akan Revitalisasi Jalur Sepeda

Pasalnya jalanan di DIY tidak selebar DKI Jakarta

Satu Hal yang Diingat Luhut dari Pertemuan Jokowi dengan Joe Biden
Indonesia
Satu Hal yang Diingat Luhut dari Pertemuan Jokowi dengan Joe Biden

Kata Luhut itu tak lepas dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan kerjasama semua pihak

Dapur Umum dan Gudang Logistik Ditempatkan di Semua Titik Bencana Alam NTT
Indonesia
Dapur Umum dan Gudang Logistik Ditempatkan di Semua Titik Bencana Alam NTT

BNPB Doni Monardo memastikan, dapur umum telah didirikan di hampir semua titik pengungsian warga terdampak banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, MAKI Soroti Kinerja Buruk Kejaksaan Agung
Indonesia
2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, MAKI Soroti Kinerja Buruk Kejaksaan Agung

Banyak jaksa yang baik, yang berkarya, pintar, tidak melakukan kesalahan tapi tidak dipromosi sesuai kepintarannya dan diparkir.

Jelang Superbike, Renovasi 398 Rumah Tak Layak Huni Jadi Hunian Pariwisata Rampung
Indonesia
Jelang Superbike, Renovasi 398 Rumah Tak Layak Huni Jadi Hunian Pariwisata Rampung

Anggaran per rumah sangat bervariasi mulai hanya Rp90 juta dan ada juga yang dimaksimalkan Rp 115 juta dan pemilik rumah juga harus berkontribusi untuk menambahkan kelengkapan lainnya.

PPKM Jilid 2, Pemkot Solo Bolehkan Acara Hajatan
Indonesia
PPKM Jilid 2, Pemkot Solo Bolehkan Acara Hajatan

"Kami juga mengizinkan masyarakat menggelar acara hajatan mulai hari ini (Selasa)," ujar Ahyani

Anggap Polemik TWK KPK 'Panggung', Sekjen Gelora: Ujungnya Sampai 2024
Indonesia
Anggap Polemik TWK KPK 'Panggung', Sekjen Gelora: Ujungnya Sampai 2024

Jadi, intinya panggung ini akan dibikin panjang

Pihak Paling Diuntungkan dari Pelaksanaan Formula E
Indonesia
Pihak Paling Diuntungkan dari Pelaksanaan Formula E

Sehingga penyelenggaraan Formula E tetap bisa berlangsung sesuai rencana pada 4 Juni 2022