Politikus PDIP Sebut Big Data Luhut tidak Bisa Dipertanggungjawabkan Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira Foto : Dok/mr

MerahPutih.com - Wacana penundaan Pemilu 2024 sebaiknya diakhiri. Pasalnya, tahapan pemilu sudah dimulai dan KPU sudah mengajukan anggaran untuk penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Hal itu disampaikan politikus PDIP Andreas Hugo Pareira, merespons klaim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan soal big data 110 juta pengguna media sosial yang mendukung Pemilu 2024 ditunda.

Baca Juga

Senator Ingatkan Pelopor Klaim Big Data Tunda Pemilu Bisa Dijerat Pasal Hoaks

"Ngga relevan bicara big data yang tidak jelas dan (tidak) bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada dasar hukumnya untuk menjadi patokan pengambilan keputusan. Tutuplah wacana ini,” kata Andreas kepada wartawan, Kamis (17/3).

Andreas menyindir, isu big data penundaan pemilu ini seperti penipuan berkedok investasi bodong. Diketahui, masyarakat Indonesia saat ini dihebohkan penipuan investasi trading binary option yang melibatkan Indra Kenz dan Doni Salmanan.

“Lama-lama isu ‘big data’ ini seperti para penawar investasi bodong yang crazy rich yang sedang menawarkan produk investasi bodongnya ke publik,” ujarnya.

Baca Juga

Balas Klaim Luhut, Puan Sebut PDIP Punya Big Data Sendiri

Lebih lanjut, Andreas meminta agar para menteri di Kabinet Indonesia Maju bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Bukan membahas soal big data dukungan terhadap penundaan Pemilu 2024

“Ya bekerja membantu presiden sesuai dengan Tupoksi nya dong. Massa menteri gak tau tugasnya,” pungkas Andreas. (Pon)

Baca Juga

PKB Sebut Big Data Luhut Bisa Jadi Referensi Penundaan Pemilu 2024

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kuasa Hukum Ungkap Penyakit Lukas Enembe
Indonesia
Kuasa Hukum Ungkap Penyakit Lukas Enembe

Kuasa Hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Hening menyatakan kliennya sejak empat tahun lalu menderita sejumlah penyakit. Mulai dari penyakit stroke hingga jantung.

100 Hari Wafatnya KGPAA Mangkunagoro IX, Calon Adipati Masih Malu Bicara Tahta
Indonesia
100 Hari Wafatnya KGPAA Mangkunagoro IX, Calon Adipati Masih Malu Bicara Tahta

GPH Paundrakarna Jiwa dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo masih enggan berkomentar soal suksesi.

PDIP Tegaskan MUI DKI Tak Punya Tupoksi Lindungi Anies dari Serangan Buzzer
Indonesia
PDIP Tegaskan MUI DKI Tak Punya Tupoksi Lindungi Anies dari Serangan Buzzer

Harusnya MUI mempunyai program untuk kepentingan umut muslim

Ferdy Sambo Resmi Ajukan Banding terhadap Pemecatannya
Indonesia
Ferdy Sambo Resmi Ajukan Banding terhadap Pemecatannya

Permohonan banding sudah resmi diajukan oleh pendamping sidang Ferdy dari Divisi Hukum Polri.

Polisi Susun Strategi Redam Polarisasi di Pemilu 2024
Indonesia
Polisi Susun Strategi Redam Polarisasi di Pemilu 2024

Polri akan terus mengaktifkan patroli siber bersama untuk memberikan peringatan kepada orang-orang yang menyebarkan konten-konten provokatif.

Lima Hari Berjalan, Pelanggar Ganjil Genap di 13 Titik Jakarta Nyaris Tembus 3.500
Indonesia
Lima Hari Berjalan, Pelanggar Ganjil Genap di 13 Titik Jakarta Nyaris Tembus 3.500

Terbanyak pelanggaran di kawasan DI Pandjaitan, Ahmad Yani dan Fatmawati

Sorong Digoyang 75 Kali Gempa Dangkal
Indonesia
Sorong Digoyang 75 Kali Gempa Dangkal

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 8,26 juta orang menderita dan mengungsi akibat bencana alam di Indonesia terhitung sejak 1 Januari sampai 19 Desember 2021.

KPK Bentuk Satgas untuk Awasi Pembangunan IKN
Indonesia
KPK Bentuk Satgas untuk Awasi Pembangunan IKN

Dia mengatakan bahwa KPK juga telah membentuk satuan tugas untuk mendampingi agar dapat meminimalisir potensi penyimpangan sebagai upaya pencegahan korupsi.

Kemenag Hentikan Sementara Pengiriman Jamaah Umrah
Indonesia
Kemenag Hentikan Sementara Pengiriman Jamaah Umrah

Jamaah umrah akan diberangkatkan sampai tanggal 15 Januari 2022

Komnas HAM Kumpulkan Keterangan dari Keluarga Brigadir J
Indonesia
Komnas HAM Kumpulkan Keterangan dari Keluarga Brigadir J

"Khususnya soal foto, soal video. Dan yang paling penting dalam konteks itu adalah konteksnya. Jadi foto itu diambilnya bagaimana, konteksnya apa, ya penjelasan dari keluarga apa itu yang penting," katanya.