Korupsi e-KTP
 Politikus Golkar Melchias Mekeng Disebut Kecipratan USD 1 Juta dari Proyek e-KTP Politisi Golkar Melchias Markus Mekeng disebut terima uang 1 juta dolar AS dari proyek e-KTP (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Anggota DPR RI Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng disebut menerima uang USD 1 juta dari keponakan mantan Ketua DPR Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Hal itu terungkap dalam amar putusan Markus Nari terkait proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Irvanto memberikan uang kepada Melchias Mekeng USD 1 juta, Irvanto melihat Markus Nari dan tidak bicara dengan Markus Nari, dan jaksa KPK tidak menjadikan Melchias Mekeng menjadi saksi, maka demikian tidak dapat dikatakan Markus Nari menerima uang dari Irvanto," kata Hakim Emmilia Djaja Subagja membacakan amar putusan terhadap Markus Nari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/11).

Baca Juga:

Mahasiswa Demo di Depan KPK, Ini yang Disuarakan

Majelis hakim menyatakan, Markus Nari tidak pernah menerima USD 1 juta bersama Mekeng selaku Ketua Banggar DPR dari Andi Narogong. Andi merupakan pemenang konsorsium penggarap proyek e-KTP. Hakim mengatakan Irvanto hanya menyerahkan uang tersebut kepada Mekeng.

Sidang tipikor dengan terdakwa Markus Nari
Politikus Partai Golkar Markus Nari yang juga anggota DPR 2009-2014 dituntut 9 tahun penjara. ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia

"Karena Markus Nari dan Jaksa tidak menghadirkan Mekeng menjadi saksi, maka demikian tidak dapat dikatakan Markus Nari menerima dari Irvanto," ujar Emmilia.

Akibat perbuatan Markus Nari cs, negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,3 triliun. Atas perbuatan itu, Markus terbukti bersalah melanggar Pasal 3 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya diberitakan mantan anggota DPR RI Fraksi Golkar Markus Nari divonis enam tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Majelis hakim meyakini, politikus partai berlogo beringin itu menerima uang sebesar USD 400 ribu atau setara dengan Rp 4 miliar terkait proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Markus Nari telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan kesatu alternatif kedua dan dakwaan kedua alternatif pertama," kata Ketua Majelis Hakim Franky Tambuwun membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/11).

Baca Juga:

Setnov Berseloroh Anggota DPR Langsung Habiskan Uang Korupsi e-KTP

Majelis hakim juga meminta agar Markus Nari membayar uang pengganti sebesar USD 400 ribu. Uang ini terkait dengan penerimaan Markus Nari dari bamcakan proyek pengadaan e-KTP.

"Apabila Markus Nari tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya disita dan dilelang. Apabila harta yang disita tidak mencukupi membayar uang pengganti, Markus dipidana penjara selama 2 tahun," ujarnya.

Selain itu, Markus juga dinilai bersalah merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Markus sengaja merintangi pemeriksaan terhadap Miryam S Haryani yang saat itu berstatus sebagai saksi dan Sugiharto yang kala itu berstatus sebagai terdakwa.(Pon)

Baca Juga:

Korupsi E-KTP dan Halangi Penyidikan, Markus Nari Dituntut 9 Tahun Penjara

Penulis : Eddy Flo Eddy Flo
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BMKG: Perairan Kita Simpan Potensi Bahaya Tsunami Non Tektonik Cukup Besar
Indonesia
BMKG: Perairan Kita Simpan Potensi Bahaya Tsunami Non Tektonik Cukup Besar

Di Indonesia ada beberapa kasus tsunami masa lalu yang hingga kini belum terungkap penyebabnya

Komentar Menhub Budi Terkait Polemik Dugaan Penyelundupan Onderdil Harley Davidson
Indonesia
Komentar Menhub Budi Terkait Polemik Dugaan Penyelundupan Onderdil Harley Davidson

Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah menanggapi penyelundupan onderdil motor Harley Davidson menggunakan Pesawat Garuda A330-900 Neo

Salah Satu Anak Buah Anies Mundur Lewat Sepucuk Surat
Indonesia
Salah Satu Anak Buah Anies Mundur Lewat Sepucuk Surat

Edy belum juga bertemu Anies Baswedan

Jokowi Seleksi DP KPK Tertutup, Indikasi Kuat Bagi-Bagi Jabatan ke Orang Dekat
Indonesia
Jokowi Seleksi DP KPK Tertutup, Indikasi Kuat Bagi-Bagi Jabatan ke Orang Dekat

Jokowi akan memilih sosok dewan pengawas yang tak memiliki rekam jejak kontroversi

Ini Tarif Listrik Buat Bulan Oktober Sampai Desember 2020
Indonesia
Ini Tarif Listrik Buat Bulan Oktober Sampai Desember 2020

Dimungkinkan tarif tenaga listrik dapat kembali mengalami perubahan melihat perkembangan ICP, kurs, inflasi, dan HPB.

Catherine Wilson Positif Pakai Sabu dan Metamfetamin
Indonesia
Catherine Wilson Positif Pakai Sabu dan Metamfetamin

Namun, tak dirinci sudah berapa lama dia mengkonsumsi sabu

 Hapus POS USBN, Begini Permintaan BSNP ke Para Pendidik
Indonesia
Hapus POS USBN, Begini Permintaan BSNP ke Para Pendidik

"Pak Nadiem Makarim memberikan kepercayaan pada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan ujian. Karena itu, kepercayaan ini jangan sampai disalahgunakan," kata Doni.

Pengakuan Tersangka Pelecahan Seksual di Bandara Soetta saat Rapid Test
Indonesia
Pengakuan Tersangka Pelecahan Seksual di Bandara Soetta saat Rapid Test

“Tersangka ngaku baru pertama kali,” kata Alex

Megawati: Pancasila Bisa Jadi Solusi Fenomena Post Truth
Indonesia
Megawati: Pancasila Bisa Jadi Solusi Fenomena Post Truth

Adil dan beradab akan membimbing kita sebagai manusia untuk melakukan fact checking

Solusi Jitu Jokowi Lawan Ketakutan PHK Massal Industri Pariwisata
Indonesia
Solusi Jitu Jokowi Lawan Ketakutan PHK Massal Industri Pariwisata

Jokowi memerintahkan dilakukan 3 langkah mitigasi.