Politik Timur Tengah Sedang Bergejolak, Indonesia Diminta Hati-hati Hanafi Rais (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais meminta pemerintah hati-hati dalam meratifikasi perjanjian kerja sama pertahanan atau 'Defence Cooperation Agreement' dengan Saudi Arabia karena harus memperhatikan faktor-faktor politik di kawasan Timur Tengah.

"Komisi I DPR memberi peringatan dini agar proses ratifikasi pertimbangkan dinamika yang mutakhir yang terjadi di internal Saudi Arabia dan Timur Tengah," kata Hanafi usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPR dengan perwakilan pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (6/2).

Dia mengatakan, ratifikasi DCA tersebut jangan sampai dipersepsikan lain oleh negara-negara di Timur Tengah yang sedang bersaing pengaruh dengan Saudi Arabia.

Menurut dia, jangan sampai keputusan ratifikasi dipersepsikan lain oleh negara di Timur Tengah yang sedang bersaing pengaruh sehingga malah Indonesia tertarik dalam arus pusatan konflik.

"DCA ini kan sifatnya low profile, non-politik dan non-aliansi militer taktis sehingga harus dijaga. Namun kami mendorong selain dengan Saudi, DCA juga dilakukan dengan negara Timur Tengah lainnya seperti Mesir dan Iran," ujarnya seperti dilansir Antara.

Politisi PAN itu mengingatkan bahwa Saudi memiliki semangat tinggi dalam menggalang kekuatan dengan negara manapun khususnya berpenduduk muslim dalam counter terorism.

Menurut dia, Indonesia tidak bergabung dalam aliansi tersebut karena bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yaitu bebas aktif.

"Faktanya ISIS sebagai gerakan radikal yang memunculkan aliansi counter terorism Saudi, kekuatannya menurun drastis di Irak dan Suriah," katanya.

Anggota Komisi I DPR Andreas Pareira mengatakan, ada variabel yang cepat berubah di kawasan Timur Tengah yaitu politik, terutama Saudi Arabia sebagai salah satu kekuatan di kawasan tersebut dan kompetitornya Iran.

Dia mempertanyakan apakah perubahan politik itu tidak berpengaruh pada target Indonesia dalam kerja sama pertahanan tersebut sehingga harus dilakukan secara hati-hati.

"Secara teknis oke, namun secara politis dengan perubahan politik yang tidak dapat diprediksi misalnya bagaimana cara pandang kita dalam melihat ISIS dengan pandangan Saudi. Itu jadi perhatian kita bagaimana jaga hubungan baik dengan negara Timur Tengah lainnya seperti Iran," katanya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Larang Dokumentasi Sidang, MA Dinilai Sewenang-wenang
Indonesia
Larang Dokumentasi Sidang, MA Dinilai Sewenang-wenang

Larangan itu dinilainya juga berdampak terhadap kerja advokat

PDIP Ungkit Peran Megawati untuk Hari Libur Imlek
Indonesia
PDIP Ungkit Peran Megawati untuk Hari Libur Imlek

Penetapan Imlek sebagai hari libur nasional ini menjadi ruang ekspresi semangat kebangsaan.

  Kerajaan King of The King di Tangerang Terancam Dijerat Pidana Penyiaran Berita Bohong
Indonesia
Kerajaan King of The King di Tangerang Terancam Dijerat Pidana Penyiaran Berita Bohong

Yusri menambahkan, sejauh ini polisi juga sudah memeriksa beberapa perwakilan kelompok yang membuat geger warga Tangerang itu.

 Eks Dirut Garuda Didakwa Lakukan Pencucian Uang dari Pembelian Pesawat
Indonesia
Eks Dirut Garuda Didakwa Lakukan Pencucian Uang dari Pembelian Pesawat

Wawan menyebut Emirsyah diduga telah mentransfer, menitipkan, menempatkan, membayarkan, serta menyamarkan hasil korupsinya tersebut ke sejumlah tempat ataupun barang.

Diduga Disusupi Non-Peserta, Kongres PAN 'Disterilisasi'
Indonesia
Diduga Disusupi Non-Peserta, Kongres PAN 'Disterilisasi'

Para peserta tidak mau kalau orang yang hadir bukan peserta Kongres V PAN

 Mantu Jokowi Bertemu Prabowio, Riza Patria: Berarti Gerindra Diperhitungkan
Indonesia
Mantu Jokowi Bertemu Prabowio, Riza Patria: Berarti Gerindra Diperhitungkan

Ia pun menilai, dengan bertemunya menantu Presiden ke Prabowo, artinya Gerindra menjadi partai yang diperhitungkan dalam Pilkada Serentak 2020.

Agar Proporsional, Perpres Pelibatan TNI Tangani Terorisme Terus Diolah dan Dipelototi
Indonesia
Agar Proporsional, Perpres Pelibatan TNI Tangani Terorisme Terus Diolah dan Dipelototi

Tindak pidana saja tidak cukup karena ada hal-hal tertentu, di mana TNI harus terlibat

Massa Aksi Remaja Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja
Foto
Massa Aksi Remaja Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja

Massa aksi yang terdiri dari pelajar turut menggelar unjuk rasa untuk menolak Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan DPR RI di jalan Merdeka Barat, Jakarta

 Jelang Akhir Tahun, Kim Jong Un Gelar Rapat Penting Bersama Para Petinggi Partai
Dunia
Jelang Akhir Tahun, Kim Jong Un Gelar Rapat Penting Bersama Para Petinggi Partai

Rapat pleno partai Korea Utara itu dilakukan seminggu setelah Pyongyang mengadakan Pertemuan Militer Pusat Partai Buruh yang berkuasa untuk membahas peningkatan kemampuan militer negara itu.

Investasi di DKI Tetap Tinggi di Masa Pagebluk COVID-19
Indonesia
Investasi di DKI Tetap Tinggi di Masa Pagebluk COVID-19

Jakarta masih menjadi yang terdepan dalam hal pencapaian realisasi investasi penanaman modal asing