'Political Will' Jokowi Diharap Dorong Penegak Hukum Tangkap Buron Kakap Lain Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Marsudi Syuhud. ANTARA/Nur Imansyah

Merahputih.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap Polri mengejar dan menangkap buronan kelas kakap lainnya yang berkeliaran. Hal itu dilakukan setelah polisi menangkap terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra.

"Kali ini penegak hukum didorong political will Presiden Joko Widodo mampu menangkap Djoko Tjandra yang telah menghilang selama 11 tahun," Ketua PBNU K.H. Marsudi Syuhud dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa (4/8).

Baca Juga:

Operasi Patuh Jaya Mulai Digelar Hari Ini, Catat Lokasi-lokasinya

Dengan keberhasilan itu dan dukungan political will Presiden Jokowi, Marsudi berharap penegakan hukum ke depan akan makin baik.

"Keberhasilan ini didorong oleh political will Presiden Jokowi sehingga penegakan hukum akan lebih baik lagi," jelas Marsudi.

Hukum harus ditegakkan terhadap siapa pun yang terlibat kasus dan menjadi target buruan penegak hukum.

Djoker
Djoko Tjandra tiba di Bandara Halim Perdanakusuma. Foto: istimewa

Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah itu juga menilai Kepala Badan Reserse Krimimal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjukkan kinerja yang baik dan menjaga kepercayaan publik untuk mengejar para buronan kelas kakap.

"Sebagai orang awam hukum, saya apresiasi, ini menunjukkan ke publik bahwa Polri serius bekerja memburu para buronan," ujar Marsudi.

Marsudi turut mengapresiasi langkah pimpinan Polri yang menetapkan tersangka terhadap salah satu oknum perwira tinggi kepolisian Brigjen Pol. Prasetijo Utomo lantaran turut memuluskan pelarian Djoko Tjandra dengan menerbitkan surat jalan.

Baca Juga:

Pemprov DKI Sediakan Rp171 Miliar Bantu Uang Pangkal Siswa Swasta

Selain itu, Brigjen Prasetijo juga dicopot sebagai Kepala Biro Korwas PPNS Polri, termasuk mantan Ses NCB Interpol di Indonesia Brigjen Pol. Nugroho Wibowo dan mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Pol. Napoleon Bonaparte juga sedang menjalani pemeriksaan di Divisi Propam Polri.

Diketahui, sejumlah buronan kelas atas masih berkeliaran menghirup udara bebas, seperti Indra Budiman terkait dengan perkara tindak pidana penipuan dan pencucian uang penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta Bali, serta tersangka kasus suap KPU Harun Masiku. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
IKAPPI Pertanyakan Anies yang Belum Temukan Solusi Pengganti Kantong Plastik
Indonesia
IKAPPI Pertanyakan Anies yang Belum Temukan Solusi Pengganti Kantong Plastik

Penggunaan kantong kresek untuk beberapa komoditas basah masih sangat dibutuhkan dan terus dilakukan di pasar tradisional.

PSBB Masa Transisi di DKI Dinilai Percuma Jika Pengawasan Kerap Kendor
Indonesia
PSBB Masa Transisi di DKI Dinilai Percuma Jika Pengawasan Kerap Kendor

Trubus menambahkan Pemprov DKI harus menjalin komunikasi dengan semua unsur masyarakat hingga tingkat RT dan RW

Sudah Dilarang, Seorang Anak Sempat Dikabarkan Hilang Saat CFD
Indonesia
Sudah Dilarang, Seorang Anak Sempat Dikabarkan Hilang Saat CFD

Guntur mengingatkan warga akan adanya larangan ibu hamil, anak-anak dan lansia untuk tidak ikut CFD. Melalui pengeras suara, petugas sering kali mengingatkan orang tua yang membawa anak di bawah usia sembilan tahun untuk meninggalkan area tersebut.

KPK Tangkap Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna
Indonesia
KPK Tangkap Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna

"Benar," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron

Eks Dirut Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro Divonis 5 Tahun Penjara
Indonesia
Eks Dirut Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro Divonis 5 Tahun Penjara

Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal

Sehari Setelah Pilkada, 6.033 Orang Terjangkit COVID-19
Indonesia
Sehari Setelah Pilkada, 6.033 Orang Terjangkit COVID-19

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan orang tertular virus corona masih terus bertambah hingga Kamis (10/12).

Program Rel Layang Gibran, 446 Bangunan Warga Bakal Digusur
Indonesia
Program Rel Layang Gibran, 446 Bangunan Warga Bakal Digusur

Sebanyak 446 hunian warga bakal digusur akibat terkena dampak pembangunan proyek rel layang atau elevated rail di Kota Solo, Jawa Tengah.

[HOAKS atau FAKTA]: Pasta Gigi bisa Sebabkan Kanker Tulang Ganas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasta Gigi bisa Sebabkan Kanker Tulang Ganas

Di Indonesia sendiri, pihak BPOM pun sebelumnya telah menetapkan standar kandungan zat fluoride yang aman

Lima Mahasiswa ITS Temukan Alat Pencegah Illegal Fishing
Indonesia
Lima Mahasiswa ITS Temukan Alat Pencegah Illegal Fishing

Teknologi temuan mereka kali ini diberi nama Humanless Underwater Sensors Technology (HUST).

Menkes Tegaskan 1,2 Juta Vaksin Diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan
Indonesia
Menkes Tegaskan 1,2 Juta Vaksin Diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan

Sebanyak 1,2 juta vaksin COVID-19 produk perusahaan farmasi Tiongkok, Sinovac tiba di Indonesia pada Minggu (6/12).