Polisi Wanti-wanti Provokasi Penyusup di Demo UU Cipta Kerja Ilustrasi - Demo tolak UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI di jalan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa, 20/10/2020). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Polisi telah menyiapkan skema pengamanan agar unjuk rasa menola Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law, di kawasan Istana, Kamis (22/10), tidak terjadi kerusuhan.

Polisi minta para pendemo tetap waspada. Hal itu agar mereka tidak disusupi hingga akhirnya aksi mereka menyampaikan pendapat malah berujung ricuh seperti dua demo terdulu yaitu demo 8 dan 13 Oktober 2020 lalu.

"Kita tetap mengharapkan mereka bisa damai, jangan sampai terprovokasi adanya provokator-provokator yang masuk ke sana (pendemo)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan.

Baca Juga

Antisipasi Rusuh, Polisi Bakal Terapkan Pola Pengamanan Demo Secara Humanis

Yusri menegaskan pihaknya tidak segan untuk menindak tegas para perusuh yang kerap menyusupi demo beberapa waktu belakangan.

Untuk itu, dia mengingatkan jangan coba-coba menyusup ke dalam demo hari ini.

  Ilustrasi - Demo tolak UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI di jalan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa, 20/10/2020). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Ilustrasi - Demo tolak UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI di jalan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa, 20/10/2020). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Polisi pun mengimbau massa bisa menyampaikan pendapatnya denga tertib dan tidak berbuat anarkis.

"Para anarkis-anarkis yang nantinya terbukti melakukan perusakan nantinya akan kita tindak tegas. Intinya dari pihak kepolisian mengamankan seperti biasa," kata dia. (Knu)

Baca Juga:

KSPI Minta PKS dan Demokrat Respon Legislative Review UU Ciptaker

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PAN: Jangan Lagi Ada Korban Kebiadaban KKB
Indonesia
PAN: Jangan Lagi Ada Korban Kebiadaban KKB

PAN mendukung langkah dan kebijakan aparat Kepolisian untuk menciptakan ketertiban sosial

Pasien Sembuh COVID-19 Terus Bertambah, Kali Ini Capai 6.954
Indonesia
Pasien Sembuh COVID-19 Terus Bertambah, Kali Ini Capai 6.954

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian COVID-19 di Indonesia per hari ini, Selasa (23/3), sebanyak 5.297.

Jaksa yang Tangani Perkara Pinangki Dilaporkan ke Komjak
Indonesia
Jaksa yang Tangani Perkara Pinangki Dilaporkan ke Komjak

ICW meragukan penyidik telah mendalami terkait dengan istilah dan inisial-inisial tersebut

Wagub DKI Klaim Punya Segudang Solusi Tangani Klaster Corona di Perkantoran
Indonesia
Wagub DKI Klaim Punya Segudang Solusi Tangani Klaster Corona di Perkantoran

Paling utama Pemprov DKI meminta perusahaan untuk mengatur jam masuk dan pulang kerja para pegawai.

Hadi Pranoto Kerap Mangkir, Kasus Hoaks 'Obat COVID-19' Terancam Mandek
Indonesia
Hadi Pranoto Kerap Mangkir, Kasus Hoaks 'Obat COVID-19' Terancam Mandek

Pasalnya, Hadi Pranoto hingga saat ini belum selesai dilakukan pemeriksaan

Enggak Perlu Ribet Vaksin di Gerai Presisi, Tinggal Datang
Indonesia
Enggak Perlu Ribet Vaksin di Gerai Presisi, Tinggal Datang

"Sesuai target Presiden yang diperintahkan kepada Gubernur dan kami semua agar 7,5 juta warga DKI segera dapat divaksinasi sampai Agustus tahun ini," kata Fadil.

Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi Makin Jauh
Indonesia
Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi Makin Jauh

Bahaya lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif kami perkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Gelombang Tinggi Hingga Dua Meter Diperkirakan Landa Wilayah Ini
Indonesia
Gelombang Tinggi Hingga Dua Meter Diperkirakan Landa Wilayah Ini

Terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia

Interpelasi PSI Pada Anies Bakal Gagal
Indonesia
Interpelasi PSI Pada Anies Bakal Gagal

Mengacu pada Peraturan DPRD DKI Jakarta Nomor 1 tahun 2014 tentang Tata Tertib DPRD DKI Jakarta, hak interpelasi dapat direalisasikan paling sedikit diusulkan oleh 15 anggota DPRD.

Jadi Kapolri, Tugas Berat Menanti Komjen Listyo Sigit
Indonesia
Jadi Kapolri, Tugas Berat Menanti Komjen Listyo Sigit

ada tiga pekerjaan rumah Listyo Sigit Prabowo saat nanti resmi menjadi Kapolri.