Polisi Usut Pencucian Uang Irjen Napoleon Irjen Napoleon Bonaparte menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

MerahPutih.com - Kepolisian ternyata sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap pengurusan penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Polri dengan terdakwa Irjen Napoleon, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (28/12).

Dalam sidang kali ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Totok Suharyanto dihadirkan sebagai saksi. Kesaksian Totok mengungkap adanya penyelidikan dugaan TPPU Irjen Napoleon.

Baca Juga:

Pengusaha Tommy Minta Brigjen Prasetijo Keluar Ruangan Irjen Napoleon: Ini Urusan Bintang 3

Hal ini terungkap saat salah seorang kuasa hukum Napoleon mempertanyakan penelusuran yang dilakukan Totok terhadap transaksi keuangan Napoleon.

"Saudara saksi melakukan penelusuran terhadap transaksi, apakah saudara saksi juga melakukan penelusuran PPATK terhadap Irjen Napoleon Bonaparte?" kata penasihat hukum Napoleon.

"Saya kira itu dalam proses penyelidikan karena LHA (Laporan Hasil Analisis) sifatnya rahasia Yang Mulia, tidak akan saya jawab," jawab Totok.

Djoko Tjandra. (Foto: ANTARA)
Djoko Tjandra. (Foto: ANTARA)

Tak puas dengan jawaban tersebut, penasihat hukum Napoleon kembali mencecar Totok. Penasihat hukum Napoleon menilai dalam sidang yang dibuka untuk umum, tidak perlu lagi ada yang dirahasiakan.

Untuk itu, mereka menanyakan kembali apakah penyidik juga melacak transaksi keuangan dari nomor rekening Napoleon atau tidak.

"Iya, melakukan," jawab Totok.

"Begini Pak Pengacara, yang kita telusuri waktu itu berkaitan dengan, mohon maaf ini Pak Hakim, Yang Mulia, itu pasal 5, pasal 11, pasal 12, sama pasal 13. Berkaitan dengan yang Bapak tanyakan, itu sedang ditelusuri TPPU-nya oleh penyelidik berikutnya karena menyangkut substansi, berbeda pasal," jelas Totok.

Totok mengaku tak dapat menjelaskan lebih jauh karena penyelidikan itu bersifat rahasia. Perwira menengah Polri ini mengaku keberatan jika ditanya terkait proses penyelidikan.

"Saya kira itu dalam proses penyelidikan karena sifatnya rahasia Yang Mulia, tidak akan saya jawab," ujar Totok.

Baca Juga:

Pengusaha Tommy Minta Brigjen Prasetijo Keluar Ruangan Irjen Napoleon: Ini Urusan Bintang 3

Untuk diketahui, Irjen Napoleon Bonaparte didakwa menerima uang sebesar 200.000 dolar Singapura dan 270.000 dolar AS atau senilai Rp6 miliar dari Djoko Tjandra. Uang itu diduga sebagai upaya untuk menghapus nama Joko Soegiarto Tjandra dari Daftar pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen imigrasi).

Irjen Napoleon diduga melakukan upaya penghapusan nama Djoko Tjandra dari DPO bersama-sama dengan Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri. (Pon)

Baca Juga:

Alur Penyerahan Duit Suap Djoko Tjandra ke Tommy Buat Irjen Napoleon

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Serangan Roket di Kabul, Tiga Tewas dan Belasan Luka-luka
Dunia
Serangan Roket di Kabul, Tiga Tewas dan Belasan Luka-luka

Sejumlah roket meledak di beberapa daerah pemukiman warga Kabul, ibu kota Afghanistan, saat jam sibuk, Sabtu (21/11).

Pandemi Corona, MUI Ajak Umat Islam Selalu Berzikir dan Perbanyak Baca Alquran
Indonesia
Pandemi Corona, MUI Ajak Umat Islam Selalu Berzikir dan Perbanyak Baca Alquran

MUI juga mengajak umat Islam untuk meningkatkan solidaritas dan saling membantu antar sesama manusia.

 Cegah Penyebaran COVID-19, Pemerintah Minta Masyarakat Tunda Mudik Lebaran
Indonesia
Cegah Penyebaran COVID-19, Pemerintah Minta Masyarakat Tunda Mudik Lebaran

"Kami menyarankan hati-hati, sebisa-bisanya (mudik) ditunda sampai dengan kondisi ini menjadi jauh lebih baik," kata Yuri

Indonesia Agresif Amankan Jutaan Vaksin, Tenaga Kesehatan Bakal Dapat Prioritas
Indonesia
Indonesia Agresif Amankan Jutaan Vaksin, Tenaga Kesehatan Bakal Dapat Prioritas

Maka para tenaga kesehatan bisa menangani pasien COVID-19 tanpa khawatir tertular.

Setu Babakan Diprediksi Bakal Dibanjiri Wisatawan Hari Ini
Indonesia
Setu Babakan Diprediksi Bakal Dibanjiri Wisatawan Hari Ini

Pedagang juga tidak dibolehkan menyediakan tempat duduk lesehan

 Dua Bandara Yogyakarta Kembali Dibuka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Penumpang
Indonesia
Dua Bandara Yogyakarta Kembali Dibuka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Penumpang

"Semua syarat-syarat tersebut akan dicek oleh petugas sebelum masuk ke dalam pesawat. Jika tidak membawa maka para calon penumpang dilarang terbang," tegas Pandu.

[HOAKS atau FAKTA]: Gegara Sepi Job Demo, Dua Pria Ini Jadi Kekurangan Gizi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gegara Sepi Job Demo, Dua Pria Ini Jadi Kekurangan Gizi

Gambar memperlihatkan dua orang laki-laki mengalami gizi buruk dengan narasi soal kadrun.

Mendagri: Pemda Bisa Tetapkan Darurat Bencana COVID-19
Indonesia
Mendagri: Pemda Bisa Tetapkan Darurat Bencana COVID-19

"Sebagaimana UU No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan bencana bahwa untuk penetapan status darurat bencana di daerah ditetapkan oleh Kepala Daerah," ujarnya

Kematian di Seluruh Dunia  akibat COVID-19 Sudah di Atas 200.000
Dunia
Kematian di Seluruh Dunia akibat COVID-19 Sudah di Atas 200.000

Virus corona telah mengakibatkan kerugian material yang melampaui risiko yang pernah terjadi di saat Depresi Besar pada 1930-an melanda dunia,