Polisi Usut Dugaan Kelalaian dalam Kebakaran Lapas Tangerang Petugas menurunkan kantong jenazah korban kebakaran lapas di RSUD Kabupaten Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya tengah mengusut dugaan unsur kelalaian sebagai salah salah satu aspek pemicu dalam kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang pada Rabu (8/9) dini hari yang menewaskan 44 narapidana.

"Iya," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro, Kombes Tubagus Ade Hidayat singkat saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Kamis (9/9).

Baca Juga

Satu Korban Tewas Lapas Tangerang Teridentifikasi

Tubagus belum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyelidikan insiden kebakaran tersebut. Karena proses penyelidikan yang masih berjalan.

"Nanti hasil penyelidikan disampaikan," ujarnya.

Pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak 20 saksi dalam peristiwa kebakaran maut tersebut. Saksi tersebut terbagi dalam tiga klaster yakni petugas lapas, masyarakat di sekitar lapas dan narapidana penghuni lapas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan ada dua saksi tambahan yang diperiksa dalam kasus tersebut sehingga jumlah total saksi yang diperiksa menjadi 22 orang.

Yusri Yunus menambahkan pemeriksaan para saksi tersebut untuk mengumpulkan informasi mengenai penyebab kebakaran yang menewaskan sebanyak 44 warga binaan lapas.

Titik Kebakaran Lapas. (Foto: MP/Rizky)
Titik Kebakaran Lapas. (Foto: MP/Rizky)

"Arahnya kemana untuk mengetahui beberapa keterangan yang mereka ketahui. Apakah memang betul terjadi kebakaran, sumber api dari mana," ujar Yusri Yunus.

Sebanyak 44 narapidana tewas dalam kebakaran yang terjadi di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Kebakaran diperkirakan berlangsung sekitar dua jam.

Lapas Kelas 1 Tangerang saat ini menampung sebanyak 2.072 warga binaan. Sedangkan Blok C2 yang mengalami kebakaran diketahui menampung 122 orang. (Knu)

Baca Juga

Komnas HAM Minta Penyidikan Kebakaran Lapas Tangerang Mendalam, Objektif dan Transparan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Semester Pertama 2021, Pajak PPN dan PPnBM Tumbuh Positif
Indonesia
Semester Pertama 2021, Pajak PPN dan PPnBM Tumbuh Positif

Jika dilihat dari per jenis pajak maka hanya PPh NonMigas yang mengalami kontraksi pada semester I-2021 ini yaitu minus 2,91 persen dengan penerimaan sebesar Rp303,17 triliun atau 47,52 persen dari target.

Penyidik KPK Geledah Kantor KKP
Indonesia
Penyidik KPK Geledah Kantor KKP

Gedung Kementerian Kelautan Perikanan digeledah sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Polresta Surakarta Musnahkan Ribuan Liter Miras
Indonesia
Polresta Surakarta Musnahkan Ribuan Liter Miras

Polresta Surakarta, Jawa Tengah memusnahkan sebanyak 1.315 liter minuman keras berbagai jenis jelang Lebaran 1442 H. Minuman keras tersebut merupakan hasil operasi masyarakat (pekat) selama Januari-Mei.

Pengamat Militer Nilai KSAL Yudo Margono Berpeluang Jadi Panglima TNI
Indonesia
Pengamat Militer Nilai KSAL Yudo Margono Berpeluang Jadi Panglima TNI

Menurut dia, petinggi TNI yang dianggap memiliki peluang besar untuk menjadi pucuk pimpinan di organisasi militer Indonesia itu adalah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Presiden Terpilih AS tidak Miliki Pengaruh Besar Terhadap Indonesia
Indonesia
Presiden Terpilih AS tidak Miliki Pengaruh Besar Terhadap Indonesia

"Siapa pun yang terpilih di antara keduanya, hubungan diplomatik antara Indonesia-AS masih akan seperti biasa. Masih akan mengalami hubungan yang tak seimbang (antara Indonesia dengan AS)," kata Ujang

Pimpinan DPR Minta Penyebar Teror ke Polisi Segera Diciduk, Jangan Sampai Kecolongan
Indonesia
Pimpinan DPR Minta Penyebar Teror ke Polisi Segera Diciduk, Jangan Sampai Kecolongan

Polri juga diminta untuk dapat mengantisipasi pergeseran dan pergerakan para terduga teroris

Kafe Tempat Anggota TNI AD Ditembak Segera Ditutup 3x24 Jam
Indonesia
Kafe Tempat Anggota TNI AD Ditembak Segera Ditutup 3x24 Jam

Atas kejadian itu, Satpol PP DKI langsung memberikan sanksi berupa penutupan 3x24 jam

Polda Metro Kaji Penambahan Titik Penyekatan PPKM Darurat
Indonesia
Polda Metro Kaji Penambahan Titik Penyekatan PPKM Darurat

Polda Metro Jaya sedang melakukan kajian untuk menambah lagi jumlah pos penyekatan PPKM Darurat yang saat ini telah terdapat 75 titik.

PKB Nilai Glorifikasi Prestasi Anies Kurang Elok
Indonesia
PKB Nilai Glorifikasi Prestasi Anies Kurang Elok

Jika berhasil mengatasi masalah-masalah kesengsaraan rakyat, pada akhirnya pasti rakyat akan memberikan pujian yang tulus kepada Pak Gubernur

DPR Beberkan Pekerjaan Rumah Calon Kapolri
Indonesia
DPR Beberkan Pekerjaan Rumah Calon Kapolri

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani membeberkan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun.