Polisi Usut Aliran Dana Haram Kasus Alat Swab Bekas di Bandara Kualanamu Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra (kiri) menunjukkan alat tes uji cepat COVID-19 bekas saat ekspos kasus. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

MerahPutih.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara menelusuri aliran dana dari kasus penggunaan alat uji cepat antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

"Sampai saat ini penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti lainnya untuk menguatkan apa yang selama ini mereka lakukan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada wartawan di Medan, Senin (3/5)

Penyidik juga menyelidiki terkait rumah mewah milik tersangka PM yang masih dalam proses pembangunan di kawasan Griya Pasar Ikan, Simpang Priuk, Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

Baca Juga:

Viral Jemaah Tak Boleh Pakai Masker di Masjid Kawasan Bekasi, Ini Respons Polisi

Rumah tersebut diduga dibangun dari aliran dana penggunaan alat uji cepat antigen bekas yang meraup untung hingga Rp1,8 miliar.

"Semuanya masih dalam penyelidikan," ucapnya.

Polisi menyebut, hingga kini, ada 23 orang saksi yang terus diperiksa terkait kasus antigen bekas.

Pemeriksaan puluhan saksi ini untuk mendalami kasus antigen bekas.

"Penyidik masih terus mendalami segala hal untuk melengkapi pemeriksaan. Ada 23 orang saksi yang diperiksa terkait kasus ini," kata Hadi.

Ekspose kasus di Mapolda Sumut terkait kasus penggunaan alat uji cepat COVID-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus
Ekspose kasus di Mapolda Sumut terkait kasus penggunaan alat uji cepat COVID-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

Salah satu yang diperiksa terkait kasus ini adalah Direktur Utama (Dirut) Kimia Farma Diagnostika Adil Fadillah Bulqini. Selain itu, ada saksi yang diperiksa dari Angkasa Pura.

"Lima saksi di tempat kejadian perkara (TKP), 15 saksi dari Kimia Farma Diagnostika, 2 saksi dari Angkasa Pura Solution, 1 saksi Dirut KFD (Kimia Farma Diagnostika)," ucapnya.

Polisi telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus alat tes antigen bekas ini. Mereka dijerat melanggar UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen.

Baca Juga:

Ketahui Cara Bedakan Alat Usap Baru dan Bekas

Para tersangka adalah eks Business Manager Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan berinisial PM (45), mantan kurir Laboratorium Kimia Farma, SR (19), mantan CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma, DJ (20), mantan pekerja bagian admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan, M (30), dan mantan pekerja bagian admin hasil swab, R (21).

Polisi memperkirakan eks manajer Kimia Farma meraup keuntungan mencapai Rp1,8 miliar sejak 2020.

"Kita masih menghitung ini. Yang jelas kurang-lebih yang kita hitung kalau dari Desember 2020 kurang-lebih sementara perkiraan kita Rp1,8 miliar sudah masuk kepada yang bersangkutan," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra kepada wartawan, Jumat (30/4). (Knu)

Baca Juga:

Kasus Rapid Test Alat Bekas, Kimia Farma Diagnostika Harus Tanggung Jawab

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemkot Tangerang Sulap Mobil Dinas Jadi Mobil Jenazah COVID-19
Indonesia
Pemkot Tangerang Sulap Mobil Dinas Jadi Mobil Jenazah COVID-19

"Untuk evakuasi jenazah ke TPU Selapajang, baik COVID-19 maupun non corona," ujar Arif di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (15/7).

[HOAKS atau FAKTA]: Gaji Petugas Kebersihan Pertamina Rp 13,6 Juta
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gaji Petugas Kebersihan Pertamina Rp 13,6 Juta

Pekerjaan pendukung di Pertamina, seperti petugas kebersihan, dikelola oleh pihak ketiga, bukan oleh pihak Pertamina langsung.

Soal Tawaran Kapolri, 57 Eks Pegawai KPK Belum Bersikap
Indonesia
Soal Tawaran Kapolri, 57 Eks Pegawai KPK Belum Bersikap

Kalau internal 57 intensif terus berkomunikasi

Nakes Hingga TNI-Polri Bisa Melintas di 100 Titik Penyekatan Jakarta
Indonesia
Nakes Hingga TNI-Polri Bisa Melintas di 100 Titik Penyekatan Jakarta

Sedangkan pukul 22.00 WIB penyekatan kita lepas karena lalu lintas sudah sepi

Hajar Rans Cilegon FC, Dewa United FC Raih Kemenangan Keenam Beruntun
Olahraga
Hajar Rans Cilegon FC, Dewa United FC Raih Kemenangan Keenam Beruntun

Di babak kedua, Dewa United FC lebih keluar menyerang

Polresta Cirebon Bagikan Beras dan Makanan Siap Saji ke Warga Terdampak COVID-19
Indonesia
Polresta Cirebon Bagikan Beras dan Makanan Siap Saji ke Warga Terdampak COVID-19

Petugas juga mendistribusikan langsung bantuan tersebut di depan rumah warga isoman. Para penghuni rumah yang hanya mengintip dari jendela pun terlihat menyampaikan terima kasih kepada petugas.

Ombudsman Minta KPK Angkat 75 Pegawai Tak Lolos TWK Jadi ASN
Indonesia
Ombudsman Minta KPK Angkat 75 Pegawai Tak Lolos TWK Jadi ASN

Ombudsman RI meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengangkat 75 pegawai lembaga antirasuah yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kerusakan Ekosistem Mangrove Indonesia Kategori Kritis Capai 637 Ribu Hektare
Indonesia
Kerusakan Ekosistem Mangrove Indonesia Kategori Kritis Capai 637 Ribu Hektare

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melaporkan kerusakan ekosistem mangrove Indonesia kategori kritis mencapai 637.000 hektare.

HUT ke-76 TNI, Panglima Hadi Tuntut Prajuritnya Tingkatkan Profesionalisme
Indonesia
HUT ke-76 TNI, Panglima Hadi Tuntut Prajuritnya Tingkatkan Profesionalisme

Kesetiaan TNI juga terwujud dalam melaksanakan tugas menghadapi berbagai ancaman yang semakin kompleks

2 RT di DKI Micro Lockdown Buntut Masuk Zona Merah COVID
Indonesia
2 RT di DKI Micro Lockdown Buntut Masuk Zona Merah COVID

RT tersebut dilakukan micro lockdown guna menekan penyebaran COVID-19