Polisi Ungkap Seorang Dokter Ikut Aniaya dan Tolak Obati Buzzer Jokowi Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Kepolisian melalui Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengungkapkan kasus penganiayaan buzzer Jokowi, Ninoy Karundeng ternyata melibatkan seorang dokter perempuan berinisial IZH.

Dokter IZH yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka itu menurut Suyudi ikut menganiaya Ninoy dan enggan memberikan pengobatan meski buzzer Jokowi tersebut sudah dalam keadaan babak belur.

Baca Juga:

Buzzer Jokowi Dianiaya, Polisi Garap Pentolan FPI Hari Ini

"Dia (IZH) tidak ada upaya membantu Ninoy," kata Kombes Suyudi Ario Seto saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Kamis (17/10).

Relawan Jokowi Ninoy Karundeng babak belur dihajar
Wajah lebam buzzer Jokowi, Ninoy Karundeng (Foto: Screenshot youtube.com)

Lebih lanjut Suyudi menjelaskan IZH membiarkan Ninoy dianiaya bahkan ikut menginterogasi. Padahal, sambung Suyudi saat itu Ninoy perlu pertolongan.

"Yang bersangkutan membiarkan (petistiwa penganiayaan), malah ikut mengintrogasi dengan suaminya yang sama-sama tenaga medis," kata Suyudi yang merupakan mantan Kapolres Jakarta Pusat ini.

Polda Metro Jaya menjadikan IZH jadi tersangka terkait kasus dugaan penculikan dan penganiyaan pendukung Jokowi, Ninoy Karundeng.

Kasus ini berawal dari sebuah video menampilkan pegiat media sosial dan pendukung Presiden Joko Widodo yakni Ninoy Karundeng, dengan wajah lebam tersebar luas. Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria dalam sebuah ruangan.

Pada video tersebut terdengar jelas percakapan Ninoy dengan seorang pria, yang sedang menanyakan beberapa hal kepada Ninoy. Pria itu bertanya terkait kegiatan Ninoy yang diduga datang saat aksi unjuk rasa.

"Jawab baik-baik ya, yang suruh kamu datang ke sini itu siapa? Kerasin suaranya,"tanya pria tersebut dikutip dari video yang beredar, Selasa, 1 Oktober 2019.

Baca Juga:

Buzzer Jokowi Dikeroyok, Polisi Periksa Sekjen PA 212 dan Habib Novel

Kemudian, Ninoy menjelaskan bekerja di Jokowi App. Ia pun menjelaskan, kedatangannya untuk meliput DPR dan demo. Namun, pria dengan suara berat itu kembali bertanya maksud dari kedatangan Ninoy. Hal itu lantaran ia mendapati sebuah tulisan dalam laptop milik Ninoy berunsur kata-kata kebencian yang diarahkan kepada tokoh-tokoh.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ninoy mengaku khilaf akan perbuatannya. Tapi, pria tersebut beranggapan, Ninoy tidak khilaf, melainkan memang pekerjaan Ninoy di Jokowi App sengaja membuat hal demikian untuk bisa dibayar dan sebagai ladang pendapatan.(Knu)

Baca Juga:

Buzzer Jokowi Kesal Terhadap Kesaksian Pengurus Masjid Al-Falaah



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH