Polisi Ungkap Peredaran Sabu 115 Kilogram, Diduga Dikirim dari Malaysia Konferensi pers terkait pengungkapan narkoba jenis sabu-sabu seberat 112,3 kg di Polres Metro Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Peredaran narkoba di Ibu Kota Jakarta seolah tak ada hentinya.

Teranyar, anggota Satgas Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap peredaran 115 kg narkoba jenis sabu-sabu selama tiga bulan operasi dilakukan.

Barang bukti itu langsung dimusnahkan oleh polisi.

Dari penangkapan tersebut, 14 orang ditetapkan menjadi tersangka.

Baca Juga:

Polres Bintan Gagalkan Peredaran 2 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

"Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir kita sita kurang lebih 115 kg narkoba jenis sabu, gabungan (operasi) lama dan baru,” terang Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (8/3).

“Jadi kalau dirata-ratakan setiap bulan kami menyita 35 kg sabu," sambung Hengki yang memakai masker hitam ini.

Menurut Hengki, pihaknya fokus dalam memberantas narkoba. Alasannya, narkoba berpengaruh terhadap meningkatnya kejahatan jalanan.

“Seperti pencurian dengan kekerasan, pemerasan, termasuk juga tawuran. Hasil analisis kami, tindak pidana dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia maupun luka-luka itu karena di bawah stimulasi narkoba,” jelas Hengki.

Hengki membeberkan, awal mula pengungkapan ini berawal sebelum kejadian polisi mendapatkan informasi akan ada transaksi narkoba dalam jumlah besar di wilayah Jakarta Pusat.

Selanjutnya pada Sabtu (26/2). polisi menemukan gudang narkoba jenis sabu di Jalan Neron, Kunciran, Tangerang, Banten.

Sewaktu penggerebekan, diketahui satu orang tersangka berinisial A alias K berada di dalam rumah kontrakannya.

Polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti di kontrakan itu.

"Kami sita satu buah amplop berisi lima bungkus plastik klip bening berisi kristal putih narkoba seberat 7,56 gram. Dan, sebuah tas yang di dalamnya berisikan dua bungkus teh dengan narkoba masing-masing seberat 2,3 kg," tutur Hengki.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Tiongkok Selundupkan 250 Ton Sabu ke Indonesia Berbentuk Sembako

Berikutnya, polisi juga turut menyita satu unit handphone beserta SIM card dan satu unit sepeda motor.

Pelaku I alias K mengaku kalau dia disuruh seseorang untuk menjaga gudang penyimpanan sabu.

Lalu, pada pukul 20.00 WIB, polisi melakukan penggerebekan di sebuah kamar hotel wilayah Tangerang dan menangkap pelaku berinisial B yang merupakan atas dari I.

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita satu bungkus ganja seberat 6,19 gram, satu bungkus plastik narkoba kristal seberat 3,96 gram yang berada di dalam amplop.

Dan, satu unit handphone beserta SIM card dan satu unit sepeda motor beserta kunci motornya.

Menurut Hengki, masih terdapat dua orang DPO, yakni Mpok Siti dan Sovi.

Mereka merupakan orang yang mengarahkan B, AM dan N untuk mengambil sabu seberat 5 kilogram.

Kasat Narkoba Polres Jakpus AKBP Indrawieny Panjiyoga menyebut, para pengedar narkoba merupakan jaringan Sumatera-Jakarta. Namun berdasarkan sabu yang disita oleh polisi, kemasan diketahui berasal dari Malaysia.

"Hasil pemeriksaan ini sudah disebar di wilayah Jakarta dan Tangerang. Untuk keuntungan tak bisa kami sampaikan karena nanti orang akan tertarik untuk jadi pengedar sabu," papar Panjiyoga yang mengenakan jaket dipadu t-shirt dan celana jeans ini.

Keempat tersangka terancam Pasal 114 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkoba. Dan bakal dipenjara seumur hidup atau pidana paling lama 20 tahun. (Knu)

Baca Juga:

Oknum Polisi di Riau Diciduk Gegara Simpan Sabu 6,5 Kilogram

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harga dan Pasokan Gandum ke Jakarta Terimbas Perang Rusia Ukraina
Indonesia
Harga dan Pasokan Gandum ke Jakarta Terimbas Perang Rusia Ukraina

Tingginya harga bahan pokok ini terjadi atas tingginya permintaan masyarakat, pasokan yang kurang, hingga faktor cuaca.

Orang Kaya Bakal Kena Pajak 35 Persen
Indonesia
Orang Kaya Bakal Kena Pajak 35 Persen

WP badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka, memiliki jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek di Indonesia paling sedikit 40 persen.

Sandiaga Uno Percepat Pengadaan Penerbangan Langsung Luar Negeri ke Solo
Indonesia
Sandiaga Uno Percepat Pengadaan Penerbangan Langsung Luar Negeri ke Solo

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan penerbangan langsung dari luar negeri ke Bandara Internasional Adi Soemarmo menjadi isu utama dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

Seluruh Kepala Daerah PDIP Teken Surat Pernyataan di Hadapan Megawati
Indonesia
Seluruh Kepala Daerah PDIP Teken Surat Pernyataan di Hadapan Megawati

Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, meminta para kepala/wakil kepala daerah yang diusung PDIP untuk menandatangani surat pernyataan.

Mang Oded:  Angka Penularan COVID-19 Kota Bandung Masih Tinggi
Indonesia
Mang Oded: Angka Penularan COVID-19 Kota Bandung Masih Tinggi

Wali Kota Bandung Oded M Danial atau Mang Oded mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik.

 AS Minta Rusia Dikeluarkan dari G20 dan Boikot Pertemuan
Dunia
AS Minta Rusia Dikeluarkan dari G20 dan Boikot Pertemuan

Amerika Serikat dan sekutu utamanya telah menempatkan penekanan yang lebih besar dalam beberapa bulan terakhir pada pengelompokan G7.

   Lapangan Bola Berstandar Internasional Berada di Tengah Kampung Jakarta
Indonesia
Lapangan Bola Berstandar Internasional Berada di Tengah Kampung Jakarta

Perlu diketahui, Lapangan Ingub Muara Angke ini memiliki luas lahan sebesar 12.500 meter persegi. Fasilitas ini merupakan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

DPD Minta BPOM Awasi Kualitas Minyak Goreng Curah Subsidi Pemerintah
Indonesia
DPD Minta BPOM Awasi Kualitas Minyak Goreng Curah Subsidi Pemerintah

DPD RI menyoroti kebijakan subsidi pemerintah terhadap minyak goreng curah di tengah kelangkaan kebutuhan pokok tersebut.

DPR Minta Kemenlu Matangkan Rencana Evakuasi WNI di Afghanistan
Indonesia
DPR Minta Kemenlu Matangkan Rencana Evakuasi WNI di Afghanistan

"Jangan sampai ada WNI yang luput di data. Keselamatan WNI adalah hal terpenting saat ini," kata Anton

Jakarta Macet, Kapolda Perintahkan Anak Buahnya Angkut Mobil Parkir Liar
Indonesia
Jakarta Macet, Kapolda Perintahkan Anak Buahnya Angkut Mobil Parkir Liar

Fadil memerintahkan jajarannya menertibkan parkir liar yang menyebabkan terjadinya kemacetan di beberapa titik.