Polisi Ungkap Pelaku Penyebaran Hoaks Corona Makin Banyak Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Kombes Asep Adi Saputra (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Kasus penyebaran berita bohong atau hoaks soal virus Corona atau COVID- 19 di Tanah Air bertambah lagi. Sebelumnya, kasus hoaks yang ditangani Polri sebanyak 63 kasus.

Namun, hingga hari ini, Kamis (2/4), ada penambahan sebanyak 7 kasus.

Baca Juga:

Anies Ngaku ke Ma'ruf Amin Makamkan 38 Orang Meninggal Dengan Protap WHO

"Sampai hari ini jumlahnya ada 70 kasus," ucap Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Kombes Asep Adi Saputra di Kantor DivHumas Polri, Kamis, (2/4).

Polisi ungkap kasus penyebaran hoaks terkait corona makin marak
Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra (Foto: antaranews)

Dia merinci, kasus terbanyak terjadi di Jawa Timur. Kedua ada di wilayah Hukum Polda Metro Jaya.

Polri akan terus melakukan patroli siber untuk mencegah beredarnya berita-berita hoaks di media sosial yang meresahkan dan menindak tegas siapa pun yang menyebarkan.

Masyarakat diminta bisa memilah informasi yang beredar. Apabila masyarakat memerlukan informasi terkait virus Corona diharapkan bisa mengakses situs resmi pemerintah atau mendapatkannya dari media massa yang kredibel.

Baca Juga:

Ditemukan Pasien Positif COVID-19 Tertular dari Surabaya, Bupati Klaten Tetapkan KLB

Asep mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebar berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya.

"Kalau kita lihat pertama Jawa Timur 11 (kasus), Polda Metro Jaya 10, ketiga ada beberapa Polda dan Bareskrim, diantaranya Bareskrim, Jawa Barat, Lampung menagani kasus 5," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Pemprov DKI dan Kemensos Sepakat Beri Rp1 Juta Bagi Warga Terdampak COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Urai Beban Transaksi Cikunir 2, Jasa Marga Segera Buka GT Cikunir 4
Indonesia
Urai Beban Transaksi Cikunir 2, Jasa Marga Segera Buka GT Cikunir 4

Perubahan melalui pemisahan lalu lintas di GT Cikunir 2 ke GT Cikunir 4 dan GT Cikunir 2 diharapkan dapat mengantisipasi antrean

Anies Dipastikan Tak Langkahi Pemerintah Pusat Terapkan PSBB Total
Indonesia
Anies Dipastikan Tak Langkahi Pemerintah Pusat Terapkan PSBB Total

PSBB DKI sudah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

Ini Alasan Kuat Kenapa Tes Corona Harus Digratiskan
Indonesia
Ini Alasan Kuat Kenapa Tes Corona Harus Digratiskan

Pengamat politik Ujang Komaruddin menilai, pemerintah harus menggratiskan biaya uji corona yang kini dilakukan secara massal.

Terus Bertambah, Pasien Sembuh dari COVID-19 Capai 368 Ribu
Indonesia
Terus Bertambah, Pasien Sembuh dari COVID-19 Capai 368 Ribu

Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan, penambahan kasus positif per Minggu (8/11) sebanyak 3.880.

Hari Ini, Polisi Gelar Operasi Patuh Lalu Lintas
Indonesia
Hari Ini, Polisi Gelar Operasi Patuh Lalu Lintas

Ribuan personel yang tergabung dalam beberapa satuan kerja siap menindak para pengguna jalan raya yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Kaget Kadernya Kena OTT, PKB Segera Sanksi Saiful Ilah?
Indonesia
Kaget Kadernya Kena OTT, PKB Segera Sanksi Saiful Ilah?

KPK mempunyai waktu 1X24 jam untuk menentukan statusnya

Hari Anak Nasional Dibayangi Mutu Pendidikan Indonesia dan Ancaman Kekurangan Gizi
Indonesia
Hari Anak Nasional Dibayangi Mutu Pendidikan Indonesia dan Ancaman Kekurangan Gizi

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menyoroti beberapa permasalahan anak Indonesia

Berkomplot dengan Mafia, Anak Tega Palsukan Sertifikat Tanah Ayahnya
Indonesia
Berkomplot dengan Mafia, Anak Tega Palsukan Sertifikat Tanah Ayahnya

Untuk memudahkan pengurusan, pelaku menggunakan orang yang mengaku orangtuanya

Dikabarkan Positif COVID-19, Ini Kata Rahayu Saraswati
Indonesia
Dikabarkan Positif COVID-19, Ini Kata Rahayu Saraswati

Rahayu Saraswati dipertanyakan keberadaannya sampai ada kabar tersiar bahwa ada kemungkinan positif COVID-19.

 Cegah Penularan COVID-19, 450 Peserta Ijtima Ulama Gowa dari Soloraya Wajib Lapor
Indonesia
Cegah Penularan COVID-19, 450 Peserta Ijtima Ulama Gowa dari Soloraya Wajib Lapor

"Kami minta pada semua jemaah agar bersikap kooperatif dengan Dinas Kesehatan setiap kabupaten/kota masing-masing. Kalau ada keluhan sakit segera memeriksakan diri ke dokter," tegas Ali.