Polisi Ungkap Modus Prostitusi Artis, Pengacara VA Bantah Keras Kasubdit V Siber Polda Jatim, AKBP Harissandi (Foto: MP/Budi Lentera)

MerahPutih.Com - Kepolisian dari satuan Subdit V Cyber Crime Polda Jatim memaparkan modus prostitusi artis yang melibatkan pemain FTV Vanessa Angel.

Dalam pemeriksaan lanjutan terhadap muncikari berinisal ES dan TN terungkap bahwa Vanessa Angel (VA) bukanlah sosok tunggal dibalik penggerebekan prostitusi online di sebuah hotel berbintang lima Surabaya akhir pekan lalu.

Kepala Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi mengungkapkan ada penyanyi dangdut hingga model terlibat dalam prostitusi online yang menjadi 'angel' muncikari ES dan TN.

"Ada artis, ada penyanyi dangdut, ada model," kata Harissandi di Mapolda Jatim, di Surabaya, Senin (7/1).

Vanessa Angel di Mapolda Jatim
Vanessa Angel di Mapolda Jatim (MP/Budi Lentera)

Namun, Harissandi enggan menyebut siapa saja identitas artis yang termasuk dalam 45 artis dan ratusan model yang dibawahi muncikari TN dan ES.

"Nanti dipanggil satu per satu, nanti kita kasih tau ke teman-teman media," ucapnya.

Harissandi mengemukakan, "penyewa" artis dan model yang dibawahi muncikari TN dan ES, adalah pengusaha. Dia juga memungkiri adanya dari kalangan pejabat yang menyewa artis dan model itu.

"Rata-rata pengusaha yang pesan. Kebanyakan pengusaha, tapi pejabat juga ada," ungkapnya.

Tak jarang para artis tersebut dipesan oleh pengusaha asal Indonesia, namun eksekusinya dilakukan di luar negeri, seperti Hong Kong dan Singapura.

"Misalnya dari Hong Kong, dari Singapura, dia mesan untuk tiga hari, misalnya, baik harganya Rp300 juta. Pemesannya dari Indonesia, tapi takut ketahuan atau bagaimana, dia melakukan eksekusi di luar negeri. Pemakainya ada juga dari WNA," ucapnya.

Vanessa Angel saat dibawa ke Polda Jatim
Artis FTV Vanessa Angel saat digelandang ke Mapolda Jatim (MP/Budi Lentera)

Di tempat terpisah, pengacara Vanessa Angel, Muhammad Zakir Rasyidin membantah kliennya terlibat dalam praktik prostitusi online.

Hal tersebut dia ungkapkan guna meluruskan tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada kliennya pasca penangkapan yang terjadi di Surabaya pada Sabtu (5/1) lalu.

"Terkait yang menimpa klien kami, sampai dengan malam ini klien kami masih satu kata, dia tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan kepadanya. Klien kami tidak melakukan prostitusi online," ujar Zakir dalam jumpa pers di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin.

Zakir mengatakan tujuan kliennya pergi ke Surabaya murni menjalani pekerjaan sebagai MC (master of ceremony) untuk acara internal perusahaan.

Pekerjaan itu dia peroleh dari seorang temannya yang bernama Siska. Vanessa dan Siska disebut telah berteman selama sekitar satu tahun terakhir.

Siska sendiri juga ditangkap oleh polisi karena kasus ini. Zakir mengatakan bahwa saat ini Siska telah ditetapkan sebagai terrsangka atas tuduhan sebagai mucikari. Zakir menduga kliennya telah dijebak oleh Siska hingga akhirnya terseret dalam kasus ini.

"Klien saya murni di jebak. Oleh siapa? Patut diduga orang itu adalah yang mengundang klien saya," ucap Zakir.

Zakir juga sebagaimana dilansir Antara membantah tuduhan yang menyebut kliennya telah menerima bayaran sebesar Rp80 juta.

"Yang pasti klien kami tidak pernah menerima uang Rp80 juta seperti yang dituduhkan, kemudian ada pula yang menyebut telah menerima 30 persen sebagai DP (uang muka) itu juga kita bantah, Tidak ada itu semua," pungkas Muhammad Zakir Rasyidin.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Syukuran Titik ke-1000, Sandiaga: Bangsa Ini Sangat Kaya Raya



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH