Polisi Ungkap Modus Oknum Pengacara Kerahkan Preman untuk Kuasai Lahan Warga Konferensi pers penangkapan pelaku intimidasi persoalan tanah di kawasan Kemayoran. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap keterlibatan seorang pengacara berinsial ADS yang mengerahkan preman bayaran untuk mengintimidasi warga. Tujuannya agar mau meninggalkan hunian mereka di kawasan Kemayoran.

Padahal, kebanyakan dari 50-an pemilik rumah tersebut adalah rakyat menengah hingga bawah yang penghasilannya pas-pasan.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin mengatakan, ADS diduga mengorganisir delapan preman untuk mengancam warga dan melakukan tindak pidana berupa penganiyaaan.

Baca Juga:

Wagub DKI Sebut Tersendatnya Normalisasi Sungai Akibat Mafia Tanah

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan kita, sudah melebihi tugas yang seharusnya yang bersangkutan (ADS) lakukan," kata Burhanuddin, Rabu (10/3).

Menurutnya, lokasi tanah tersebut merupakan sebuah kawasan yang diisi ruko-ruko hingga indekos.

Burhanuddin menyampaikan, warga yang menjadi korban mencapai 50 orang.

"Mereka datang ke lokasi dan melakukan intimidasi, memaksa penghuni tanda tangan kertas surat pengosongan lahan, langsung melakukan pemagaran, mereka pagar lokasi yang diklaim," kata lulusan AKPOL 2002 ini.

Selain itu, para pelaku juga melakukan penutupan terhadap akses jalan masyarakat menggunakan seng dan balok kayu. Sehingga, masyarakat yang bertempat tinggal di sana merasa tidak nyaman.

Polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa 3 lembar seng, balok kayu, 1 lembar papan betuliskan "Tanah Ini Milik IKKI (Induk Koperasi Kopra Indonesia) Dikuasakan Kepada Antonius Djuang & Rekan", serta 4 buah bantal.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanuddin (seragam hitam). Foto: MP.Kanu
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanuddin (seragam hitam). Foto: MP.Kanu

Burhanuddin menyebut, sindikat mafia tanah melakukan berbagai cara agar penghuni segera angkat kaki.

"Sehingga masyarakat merasa tidak nyaman, terintimidasi, bahkan ada warga yang dipaksa untuk menandatangani secarik kertas untuk keluar dari kediamannya," ucap dia.

Tim Resmob Polres Metro Jakarta Pusat pimpinan Iptu Dias lantas menangkap delapan orang preman yakni HK, EG, RK, MH, YB, WH, AS, LR, dan ADS untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya ke hadapan hukum.

Penyidik memiliki bukti permulaan terkait ulah para preman dalam menguasai lahan milik warga.

"Mereka dikenakan pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman penjara. Para pelaku dibayar Rp150 ribu per orang selama sehari," ucap dia.

Baca Juga:

Diduga Terlibat Mafia Tanah, Oknum Pengacara Ditangkap

Burhanuddin memastikan, penyidik masih menelusuri pihak lain yang terlibat dalam upaya penguasaan tanah. Termasuk mengejar sejumlah preman yang ikut serta mengintimidasi warga.

"Kami akan mengusut secara tuntas orang-orang yang berada di belakang ini, termasuk orang-orang yang membiayai," ujar dia.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi memastikan, pihaknya bakal menindak tegas aksi-aksi premanisme terkait mafia tanah.

"Kami mengimbau masyarakat jika ada aksi-aksi premanisme terkait mafia tanah di wilayahnya, jangan segan-segan lapor ke kami, pasti akan kami tindak," tandas Hengki. (Knu)

Baca Juga:

KPK Geledah Kantor Adonara Propertindo Terkait Korupsi Tanah Program Rumah DP 0 Rupiah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dua Sipir Lapas Tangerang Jadi Tersangka Kasus Kaburnya Napi asal Tiongkok
Indonesia
Dua Sipir Lapas Tangerang Jadi Tersangka Kasus Kaburnya Napi asal Tiongkok

Dia merupakan sipir dan Pegawai Negeri Sipil di lapas tersebut. Mereka mengakui mendapat imbalan dari Cai Chang Pan karena membelikan peralatan yang diminta.

51 Pegawai KPK Akan Dipecat, Kepala BKN Klaim tak Abaikan Arahan Jokowi
Indonesia
51 Pegawai KPK Akan Dipecat, Kepala BKN Klaim tak Abaikan Arahan Jokowi

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengklaim keputusan mengenai nasib pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi ASN sudah sesuai dengan undang-undang.

Dailami Firdaus, Kecam Macron
Indonesia
Dailami Firdaus, Kecam Macron

Tetap mengedepankan aksi yang berakhlak dan beradab.

NasDem Ogah Revisi UU Pemilu dan Pilkada Dipisah
Indonesia
NasDem Ogah Revisi UU Pemilu dan Pilkada Dipisah

Apabila ingin dilakukan revisi UU Pemilu, maka harus sesuai dengan draf yang diinisiasi Komisi II DPR RI.

Banjir Terjang Gorontalo Utara
Indonesia
Banjir Terjang Gorontalo Utara

TNI menerjunkan sejumlah personel di wilayah banjir, diantaranya di Kecamatan Kwandang dan Tomilito.

Satgas COVID-19 Nilai Kepatuhan Protokol Kesehatan saat Pilkada Sangat Rendah
Indonesia
Satgas COVID-19 Nilai Kepatuhan Protokol Kesehatan saat Pilkada Sangat Rendah

Sayangnya, dari hasil pantauan menunjukkan kepatuhan institusi dan kesediaan fasilitas penunjang. Seperti tempat cuci tangan, disinfektan, petugas pengawas penerapan protokol kesehatan. Semua masih rendah yaitu di bawah 50%

Australia Tandai Peringatan 13 Tahun Permintaan Maaf kepada Suku Aborigin
Dunia
Australia Tandai Peringatan 13 Tahun Permintaan Maaf kepada Suku Aborigin

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Senin menandai peringatan 13 tahun permintaan maaf resmi pemerintah kepada penduduk asli negara itu, Aborigin, atas peristiwa penganiayaan bersejarah.

2 Tahun di Laut, Ratusan ABK WNI Dari Fiji Berhasil Dipulangkan ke Indonesia
Indonesia
2 Tahun di Laut, Ratusan ABK WNI Dari Fiji Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

Kemenlu menegaskan, selama masa pandemi COVID-19, pemulangan ABK/pekerja migran Indonesia dari luar negeri mengalami tantangan yang besar mengingat kebijakan pembatasan ketat yang diterapkan berbagai negara.

Rizieq Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan, Jaksa Ajukan Banding
Indonesia
Rizieq Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan, Jaksa Ajukan Banding

Sementara perkara 226 merupakan berkas untuk Rizieq dalam kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung Markaz Syariah, Megamendung, Kabupaten Bogor

Waspadai Angin Kencang Disertai Petir di Jakarta
Indonesia
Waspadai Angin Kencang Disertai Petir di Jakarta

Warga DKI Jakarta diminta waspadai dengan cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai petir di tiga wilayah pada Selasa (26/1).