Polisi Ungkap Kronologi Penghasutan hingga Kerumunan di Sidang Praperadilan Rizieq Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang praperadilan Rizieq Shihab dengan agenda mendengarkan tanggapan Polda Metro Jaya, Selasa (5/1/20201) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Sidang praperadilan terkait penetapan tersangka Rizieq Shihab atas kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Polda Metro Jaya menyampaikan jawaban atas permohonan praperadilan Rizieq tersebut.

Tim kuasa hukum Polda Metro Jaya mengungkapkan Rizieq mengajak massa untuk hadir dalam acara pernikahan putrinya Syarifah Najwa Shihab dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta Pusat.

Baca Juga

FPI Bukan PKI

"Bahwa tanggal 13 November 2020, Habib Rizieq Shihab mengajak masyarakat untuk datang beramai-ramai ke acara pernikahan anaknya atau putrinya yang bernama Syarifah Najwa Shihab dengan Irfan Alaydrus pada Sabtu, 14 November 2020," kata tim kuasa hukum Polda Metro di PN Jaksel, Selasa (5/1).

Menurut tim kuasa hukum Polda Metro, ajakan itu disampaikan Rizieq saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Majelis Taklim dan Zikir Al-A'faf di Tebet, Jakarta Selatan.

"Sebagaimana link YouTube dengan judul peringatan Maulid Nabi Majelis Taklim dan Zikir Al-A'faf yang diunggah pada 14 November 2020 di channel Front TV," ujarnya.

Suasana sidang praperadilan Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/1/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Suasana sidang praperadilan Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/1/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Atas ajakan Habib Rizieq itu, tim kuasa hukum Polda Metro menyebut massa kemudian berbondong-bondong datang ke acara pernikahan dan Maulid Nabi Petamburan. Akibatnya, terjadi kerumunan yang tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Selanjutnya, karena ajakan Habib Rizieq, maka pada Sabtu (14/11), di Jalan KS Tubun, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terjadi kerumunan massa yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan," ungkapnya.

Tim kuasa hukum Polda Metro melanjutkan, saat itu masyarakat yang menghadiri akad nikah tersebut melampaui batas yang telah diatur dan tidak menjaga jarak serta tidak menggunakan masker atau tidak menggunakan masker dengan benar.

Menurut tim hukum Polda Metro, terjadinya kerumunan itu didukung dengan fakta-fakta antara lain pemasangan tenda di sepanjang Jalan KS Tubun hingga membeludaknya parkiran mobil dan sepeda motor di lokasi acara pernikahan putri Rizieq dan Maulid Nabi di Petamburan.

Tim kuasa hukum Polda Metro juga mengungkapkan pihak Kelurahan Petamburan sebenarnya sudah mengirimkan surat kepada Rizieq dan panitia acara untuk mematuhi protokol kesehatan. Namun peringatan itu tidak diindahkan oleh Rizieq.

"Permintaan itu tidak dipatuhi sebagaimana terdapat kerumunan massa yang tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19," kata dia. (Pon)

Baca Juga

Polisi Siap Tangkap Pendukung Rizieq

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gerindra DKI: Indikatornya Apa Jakarta Disebut Amburadul?
Indonesia
Gerindra DKI: Indikatornya Apa Jakarta Disebut Amburadul?

"Menurut saya tidak benar. Karena pernyataan amburadul tidak sesuai dengan fakta. Indikatornya apa Jakarta disebut amburadul?," ujar Syarif

Kapolda Metro Diminta Usut Tuntas Mafia Kasus yang Seret Sesjamdatun Chaerul Amir
Indonesia
Kapolda Metro Diminta Usut Tuntas Mafia Kasus yang Seret Sesjamdatun Chaerul Amir

Aparat harus tegas menindaklanjuti kasus penipuan modus penangguhan penahanan ini.

Hakim Tegur Saksi Rizieq: Saudara Disumpah, Jangan Asal Ngomong
Indonesia
Hakim Tegur Saksi Rizieq: Saudara Disumpah, Jangan Asal Ngomong

Hakim Akhmad Sayuti menegur Ahmad Khadir Alaydrus, saksi yang dihadirkan tim hukum Rizieq Shihab karena keterangannya dinilai tidak sinkron.

Periksa Eksportir Benur, KPK Dalami Pertemuan Bahas Fee Edhy Prabowo
Indonesia
Periksa Eksportir Benur, KPK Dalami Pertemuan Bahas Fee Edhy Prabowo

Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami pertemuan di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diduga membahas nilai fee untuk eks Menteri KP Edhy Prabowo dan timnya.

Luhut Soroti Angka Kematian COVID-19 di Solo, Ini Kata Gibran
Indonesia
Luhut Soroti Angka Kematian COVID-19 di Solo, Ini Kata Gibran

"Ya benar angka kematian COVID-19 Solo tinggi, tetapi pasien itu bukan warga Solo. Melainkan dari luar Kota Solo dirujuk ke RS Solo dan meninggal dunia," ujar Gibran

Soal RUU Pemilu, Pimpinan DPR Tunggu Surat Resmi dari Fraksi
Indonesia
Soal RUU Pemilu, Pimpinan DPR Tunggu Surat Resmi dari Fraksi

Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin mengatakan, pihaknya masih menunggu surat dari seluruh fraksi di Senayan terkait dengan keputusan Revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

35 Persen Warga Belum Terlayani, Ini Lima Inisiatif yang Digalakkan PAM Jaya
Indonesia
35 Persen Warga Belum Terlayani, Ini Lima Inisiatif yang Digalakkan PAM Jaya

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PAM Jaya saat ini baru mencukupi 65 persen penyaluran air bersih bagi warga ibu kota.

Partisipasi Pemilih Pilkada Depok Naik 6,64 Persen
Indonesia
Partisipasi Pemilih Pilkada Depok Naik 6,64 Persen

KPU Kota Depok telah menggelar Rapat Pleno Terbuka Hasil rekapitulasi tingkat Kota Pilkada Depok 2020 dimana Pasangan Idris Imam unggul dengan perolehan 415.657 suara (55,55 persen).

Jokowi Tunjuk Sandiaga Jadi Menteri, Begini Respons PKS
Indonesia
Jokowi Tunjuk Sandiaga Jadi Menteri, Begini Respons PKS

Sandiaga sebagai sosok yang mampu memetakan masalah dan mencari peluang terkait dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

DPR Wacanakan Semua Subsidi Diberikan Tunai
Indonesia
DPR Wacanakan Semua Subsidi Diberikan Tunai

"Jadi, dana subsidi sepenuhnya kelak akan diberikan kepada orang, bukan kepada barang subsidinya. Pada kasus subsidi energi," kata Sugeng.