Polisi Ungkap Eks Dosen IPB Bersengkongkol dengan Dokter Susun Rencana Peledakan Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dwiasi Wiyatputera (tengah) (Foto: Dok Pribadi)

MerahPutih.Com - Kepolisian hingga saat ini telah menangkap 22 orang yang terkait dengan eks dosen IPB Abdul Basith (AB). Dari 22 orang itu terdapat seorang dokter perempuan dan seorang sastrawan.

Menurut polisi, AB bersama dokter dan sastrawan bersengkongkol merencanakan peledakan untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf. Kedua perempuan yang berprofesi sebagai dokter dan sastrawan itu sudah diidentifikasi polisi.

Baca Juga:

Simpan 28 Bom Molotov, Dosen IPB Terancam Hukuman Mati

"HW (Hilda Winar) dan EF (Efi Afifah)," kata Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dwiasi Wiyatputera saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (18/10).

Massa Aksi Mujahid 212 saat menggelar unjuk rasa beberapa waktu lalu
Massa aksi mujahid 212 saat beraksi beberapa waktu lalu (MP/Ponco Sulaksono)

Selain dua perempuan, polisi juga sudah membekuk 14 pelaku terkait kasus pelemparan bom molotov saat demo berujung ricuh di kawasan Gedung DPR/MPR pada 24 September 2019 lalu.

Sementara sisanya kasus bom rakitan yang hendak diledakkan pada Aksi Mujahid 212 dengan tujuan menggagalkan pelantikan Joko Widodo.

Dua wanita ini terkait kasus bom molotov. Hilda adalah seorang sastrawan dan Efi seorang dokter.

Hilda berperan menyediakan tempat untuk membuat bom molotov dan membantu menyediakan bahan-bahan membuat bom molotov. Sementara Efi berperan salah satu pendana pembuatan bom molotov.

Lokasi peledakkan itu dilakukan di beberapa pusat bisnis.

Para tersangka dijerat Pasal 187 bis Pasal 212 KUHP, Pasal 214 KUHP, dan Pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Baca Juga:

Mantan Dosen IPB Rencanakan Ngebom di Jakarta untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi

Sebelumnya, AB nekat melakukan aksi teror bukan hanya hendak beraksi di acara Mujahid 212 dan pelantikan Joko Widodo, ternyata dia adalah dalang dibalik massa yang menyerang pakai bom molotov saat demo berujung ricuh di kawasan Gedung DPR/MPR RI pada 24 September 2019 lalu.

Pada 20 September 2019, perencanaan dilakukan di rumah salah satu tersangka, SN di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan bersama tersangka lain yaitu SS, SO, AB, dan YD.(Knu)

Baca Juga:

Oknum Dosen IPB Siapkan Bom Ikan Berisi Paku



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH