Polisi Ubek-ubek Rumah Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, Ini Hasil Temuannya Pasangan suami istri Ardiansyah Bakrie dan Nia Ramadhani dibawa keluar dari Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis malam (08/07/2021). ANTARA/Dokumentasi Pribadi

MerahPutih.com - Polisi melakukan penggeledahan di kediaman artis Nia Ramadhani dan suaminya pengusaha Ardi Bakrie. Penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Indrawienny Panjiyoga menyebut, pihaknya datang ke rumah Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie untuk mencari kemungkinan adanya barang bukti lain.

"Tapi enggak ditemukan barang bukti lain. Di rumahnya, terutama di kamarnya mereka," ungkap Panji kepada wartawan, Jumat (9/7).

Baca Juga:

Sebelum Ditangkap, Nia Ramadhani Asyik Nyabu di Kediamannya

Polisi baru menemukan barang bukti berupa bong dan satu klip sabu seperti yang telah diungkapkan pada konferensi pers kemarin.

"Tidak ditemukan barang bukti yang lain. Cuman bong dan sabu saja," jelas Panjiyoga.

Panji menyebut, penyelidikan kasus tersebut masih belum selesai.

"Kan kemarin saya nyatakan penyelidikan ini belum selesai. Kami enggak percaya hanya segitu, kita cari betul," kata Panjiyoga.

Ia mengatakan, sabu yang sebelumnya ditemukan baru saja diambil oleh sopir mereka, ZN dari seorang pengedar. ZN disuruh Nia Ramadhani untuk memesan sabu tersebut.

"Itu kan sabu yang baru beli, bantu ngambil. Dia bilang dari chatting-an enggak pernah ketemu orang (pengedarnya). Dia (Nia Ramadhani) yang pesan," kata Panji.

Menurut Panji, ZN sudah lama bekerja dan menjadi orang kepercayaan Nia Ramadhani.

"Sudah pasti kepercayaan, bukan hanya akrab," ujar Panji.

Konferensi pers penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. (Foto: MP/Kanugrahan)
Konferensi pers penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. (Foto: MP/Kanugrahan)

Nasib ketiganya ditahan atau tidak akan ditentukan setelah 3x24 jam pasca-penangkapan.

"Kasus narkoba itu lex specialis, ada masa penangkapan itu 3x24, kemudian bisa diperpanjang lagi 3x24 jam," ujar Panji yang dikenal hobi bermain basket ini.

"Saat ini ketiganya masih dalam pemeriksaan, statusnya sudah tersangka," kata Panji.

Sekadar informasi, Nia Ramadhani ditangkap polisi di rumahnya di Pondok Pinang, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (7/7) sore.

Sebelumnya, polisi terlebih dahulu menangkap ZN, sopir Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita 0,78 gram sabu dari ZN. Keterangan sopir, dia mengaku barang haram itu milik sang majikan, Nia Ramadhani.

Baca Juga:

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditetapkan Tersangka

Pengakuan ZN ini kemudian membuat polisi menggeledah rumah Nia Ramadhani. Nia Ramadhani yang saat itu ada di rumahnya langsung diamankan polisi.

Setiba di Polres Jakarta Pusat pada Rabu (7/7) malam, Nia Ramadhani menghubungi suaminya Ardi Bakrie.

Ardi Bakrie kemudian datang menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Dalam pemeriksaan, Nia Ramadhani mengaku memakai sabu bareng Ardi Bakrie. Mereka dites urine dan hasilnya positif mengandung methamphetamine.

Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan sopirnya kemudian ditetapkan sebagai tersangka. (Knu)

Baca Juga:

Malam-malam Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Dikawal Tinggalkan Mapolres

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Krisis Pasokan Gas di Eropa Meningkat
Dunia
Krisis Pasokan Gas di Eropa Meningkat

Jepang dan Uni Eropa sepakat memperkuat kerja sama untuk menangani Rusia. Tokyo bergabung dengan Uni Eropa dan Grup 7 (G7) untuk menjatuhkan sanksi perdagangan terhadap Rusia.

Raker DPP Forkabi Bahas Program Kerja 5 Tahun Mendatang
Indonesia
Raker DPP Forkabi Bahas Program Kerja 5 Tahun Mendatang

Rapat Kerja (Raker) DPP Forum Anak Betawi (Forkabi) ke-1 membahas program kerja untuk 5 tahun mendatang.

100 Cendekiawan Buddhis Indonesia Bersatu Dalam Webinar KCBI Peringati 76 Tahun Indonesia Merdeka
Indonesia
100 Cendekiawan Buddhis Indonesia Bersatu Dalam Webinar KCBI Peringati 76 Tahun Indonesia Merdeka

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat terus bergulir karya-karya intelektual

Jabodetabek, DIY, Bali, Bandung Raya PPKM Level 3, Pemerintah Lakukan Beberapa Penyesuaian
Indonesia
Jabodetabek, DIY, Bali, Bandung Raya PPKM Level 3, Pemerintah Lakukan Beberapa Penyesuaian

Untuk warteg atau lapak jajan dapat dibuka sampai pukul 21.00

WNA dari UK, Norwegia dan Denmark Dilarang Masuk Indonesia
Indonesia
WNA dari UK, Norwegia dan Denmark Dilarang Masuk Indonesia

Pemerintah akan terus melakukan monitoring terhadap tiga negara tersebut

Pengkritik Ganjar Pranowo Bakal Jadi Ketua Komisi III DPR
Indonesia
Pengkritik Ganjar Pranowo Bakal Jadi Ketua Komisi III DPR

Bambang Wuryanto dalam beberapa pekan terakhir ini, menjadi sorotan karena terus menyerang atau melakukan kritik terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga sesama kader PDI Perjuangan.

Kuasa Hukum Klaim tidak Ada Bukti Pelecehan Seksual di KPI
Indonesia
Kuasa Hukum Klaim tidak Ada Bukti Pelecehan Seksual di KPI

Kuasa Hukum terduga pelaku atau terlapor RT dan EO dalam kasus perundungan di KPI, Tegar Putuhena mengklaim tidak menemukan bukti pendukung terkait dugaan kasus yang menimpa korban MS.

Wagub DKI Tunggu Keputusan Pusat Soal Level PPKM
Indonesia
Wagub DKI Tunggu Keputusan Pusat Soal Level PPKM

Pemprov DKI Jakarta bakal mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat ihwal nasib kebijakan PPKM.

[Hoaks atau Fakta]: Pemilik Sertifikat Vaksin Dapat Bantuan Rp 1 Juta
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Pemilik Sertifikat Vaksin Dapat Bantuan Rp 1 Juta

Pemerintah memang memiliki program bantuan kepada masyarakat yang terdampak akibat dari PPKM, namun bantuan ini diberikan kepada pekerja dengan penghasilan dibawah Rp 3,5 juta.

Kategori Kebebasan Pers di Jabar Cukup Bebas
Indonesia
Kategori Kebebasan Pers di Jabar Cukup Bebas

Demokrasi dalam kebebasan pers akan menjadi peradaban masa depan Indonesia. Ridwan menyebut teori pentaheliks yang diterapkan menjadi keberhasilan Jabar melompat begitu jauh dalam survei IKP 202.