Polisi Tuding Ravio Patra Buat Pesan Ajakan Berbuat Rusuh Karopenmas Polri Brigjen Argo Yuwono (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Karopenmas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan penangkapan peneliti dan pegiat demokrasi Ravio Patra berawal dari adanya laporan polisi.

Dimana sesorang pelapor berinisial DR mengaku dapat pesan di aplikasi WhatsAppnya yang bernada provokasi. Isi pesan mengajak untuk melakukan penjarahan.

Baca Juga:

Hati-Hati, Ancaman Pidana Menanti Penyeleweng Dana Bansos

"WA-nya isinya mengajak tindakan untuk melakukan kegiatan yang tidak diperbolehkan undang-undang," ucap Argo di Kantor Divisi Humas Polri, Kamis (23/4).

Dalam pesan, mengajak masyarakat melakukan aksi penjarahan pada bulan April ini.

Brigjen Argo Yuwono jelaskan Ravio Patra mengajak untuk berbuat rusuh pada bulan April
Karo Penmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono (Foto: antaranews)

Tak mau ambil resiko, polisi lantas langsung menyelidiki terkiat pesan tersebut.

Setelah diusut, nomor pengirim pesan itu adalah milik Ravio. Alhasil, Ravio dicokok dan hingga kini masih diperiksa.

"(Isi pesan) Jadi ngajak di tanggal tertentu di April ini untuk ajak aksi penjarahan. Setelah kita profelling, nomer itu adalah nomer atas nama RPS inisialnya," kata dia.

Direktur Eksekutif Safenet, Damar Juniarto, mengatakan penangkapan diduga berkaitan dengan pesan berantai dalam aplikasi WhatsApp yang dikirim dari nomor milik Ravio.

Damar menjelaskan, Rabu 22 April 2020, Ravio sempat menceritakan bahwa akun WhatsApp miliknya diretas.

Hal itu diketahui, saat Ravio coba menghidupkan WhatsApp-nya, kemudian muncul tulisan 'You've registered your number on another phone'. Setelah dicek di kotak masuk pesan, ternyata ada permintaan pengiriman OTP (one time password).

Baca Juga:

Saat Ditangkap, Aktivis Ravio Tengah Berada di Mobil Kedubes Belanda

"Peristiwa ini saya minta segera dilaporkan ke WhatsApp, dan akhirnya oleh Head of Security Whatsapp dikatakan memang terbukti ada pembobolan," kata dia.

Damar menambahkan, dua jam kemudian, akhirnya WhatsApp milik Ravio kembali pulih.

Tapi, selama WhatsApp itu dikuasai peretas, pelaku menyebarkan pesan bernada provokasi. Bunyinya adalah “Krisis sudah saatnya membakar! Ayo kumpul dan ramaikan 30 April aksi penjarahan nasional serentak semua toko yang ada di dekat kita bebas dijarah”.(Knu)

Baca Juga:

Mahasiswa Ditangkap Karena Provokasi Serang Kaum Kapitalis di Tengah Pandemi Corona



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH