Polisi Tindak 25 Kendaraan Sipil yang Gunakan Rotator Setiap Hari Ilustrasi rotator di kendaraan pribadi. Foto: Istimewa

Merahputih.com - Pengendara yang kerap menggunakan rotator dipastikan menjadi sasaran dalam Operasi Patuh Jaya 2020. Salah satunya adalah warga sipil.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo sudah sering menindak warga sipil pemakai sirene atau strobo.

"Kendaraan yang berplat hitam itu sehari kita tindak. Sehari bisa sampai 25 kendaraan, kita tilang," jelas Sambodo di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

Baca Juga

Operasi Patuh Jaya Dinilai Timbulkan Citra Negatif Polri di Masyarakat

Sambodo menyebut, mayoritas sipil pengendara jalan menggunakan rotator karena ingin gaya-gayaan dan terhindar dari macet.

"Tentu karena Jakarta terjadi kemacetan sehingga mereka seolah berusaha terlihat seperti petugas sehingga mereka membuka jalan dan sebagainya Tapi kan itu ga boleh itu melanggar ketentuan," ungkap dia.

"Semua kendaraan berplat hitam itu ga boleh (pakai rotator). Hanya kendaraan dinas itu platnya terlihat, itu ada kan TNI dan Polri juga itu jelas platnya. Selain itu kan tidak boleh," tambah dia.

Sambodo menambahkan penindakan terhadap pengguna rotator untuk memberi pelajaran bagi pengendara agar tak arogan.

"Mereka agar tidak mengulangi, sekali lagi saya ingatkan tidak boleh kendaraan berplat hitam menggunakan rotator atau sirine. Karena sudah diatur UU," jelas Sambodo.

Rotaor
Ilustrasi rotator di mobil pribadi. Foto: Istimewa

Kendaraan yang mendapatkan prioritas menggunakam rotatpr itu sudah diatur seperti mobil TNI/Polri, pejabat negara hingga ambulance.

"Misalnya untuk perawatan jalan, kebersihan itu warnanya kuning, polisi warnanya biru, ambulans warnanya merah itu ada. Jadi kalau kendaraan plat hitam itu memang tidak boleh, itu akan kita tindak," imbuh Sambodo.

Seminggu Operasi Patuh Jaya bergulir polisi telah menilang 15.472 pengendara. Mereka yang ditilang terdiri dari roda dua dan empat.

Selama tujuh hari berjalan, jumlah tilang terbanyak ada dihari keenam. Dimana pada hari itu polisi menilang 4.240 pengendara baik roda dua maupun empat. Selain melakukan penilangan, dalam operasi ini, polisi juga melakukan teguran.

Jumlah teguran selama tujuh hari operasi adalah 28.416. Tercatat di hari keenam operasi juga jumlah terbanyak polisi melakukan teguran dengan jumlah mencapai 8.010.

Jika ditotal antara jumlah tilang dan teguran selama tujuh hari operasi bergulir maka total penindakan adalah sebanyak 43.888 penindakan.

Baca Juga

Ini Wajah PNS Arogan yang Buang Surat Tilang Depan Muka Polisi

Pada hari ketujuh operasi yang jatuh kemarin, Rabu 29 Juli 2020 diketahui pelanggaran terbanyak terjadi di wilayah Jakarta Pusat. Dimana jenis pelanggaran terbanyak di hari operasi ketujuh adalah melawan arus.

"Wilayah yang paling banyak terjadi pelanggaran lalu lintas di wilayah Jakarta Pusat," kata Sambodo.

Operasi Patuh Jaya ini digelar selama 15 hari. Dalam operasi itu, polisi akan fokus terhadap 15 jenis pelanggaran. Di antaranya, melawan arus, tidak memakai helm hingga menggunakan telepon genggam saat berkendara. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update DKI 11 Juli: Akumulatif 13.957 Positif COVID-19, Pasien Sakit Sisa Sepertiga
Indonesia
Update DKI 11 Juli: Akumulatif 13.957 Positif COVID-19, Pasien Sakit Sisa Sepertiga

Total kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 13.957 orang dan 691 pasien meninggal

MK Diyakini Tolak Permohonan Sengketa Pilkada Surabaya di Putusan Sela
Indonesia
MK Diyakini Tolak Permohonan Sengketa Pilkada Surabaya di Putusan Sela

Ambang batas selisih suara yang bisa diajukan gugatan maksimal 0,5 persen. Sedangkan, Eri-Armuji menang dengan selisih 13,8 persen.

[HOAKS atau FAKTA] Gatot Nurmantyo Janji Bakal Gaji Seluruh Rakyat Indonesia Jika Jadi Presiden
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Gatot Nurmantyo Janji Bakal Gaji Seluruh Rakyat Indonesia Jika Jadi Presiden

Selain itu, terdapat juga kalimat yang berbunyi “Siapa yg percaya Bos..”

Mau Vaksin Sinovac atau Nunggu Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca? Ini Jawaban Ahli
Indonesia
Mau Vaksin Sinovac atau Nunggu Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca? Ini Jawaban Ahli

Masyarakat diminta tidak ragu dengan vaksin Sinovac buatan Tiongkok. Vaksin ini sudah terbukti secara ilmiah dan mampu menghasilkan antibodi yang bisa menangkal virus corona.

40 Tahun Mangkrak, Akhirnya Jokowi Resmikan SPAM Umbulan Jatim
Indonesia
40 Tahun Mangkrak, Akhirnya Jokowi Resmikan SPAM Umbulan Jatim

Sesuai dengan amanat Perpres 3 tahun 2016, SPAM Umbulan dengan rencana kapasitas sebesar 4.000 liter/ detik yang dapat melayani 310.000 sambungan rumah (SR) atau 1,3 juta orang.

Stok Vaksin Cukup, Vaksinasi COVID-19 di Juni Ditargetkan 1 Juta Per Bulan
Indonesia
Stok Vaksin Cukup, Vaksinasi COVID-19 di Juni Ditargetkan 1 Juta Per Bulan

Tercatat, pada 26 Maret lalu jumlah vaksinasi COVID-19 yang dilakukan di Indonesia telah mencapai 10 juta vaksinasi. Kemudian, pada 30 April, vaksinasi yang telah dilakukan telah menembus angka 20 juta.

PT KAI Minta Anies Hapus SIKM
Indonesia
PT KAI Minta Anies Hapus SIKM

Aturan SIKM mengharuskan pihak KAI menyeleksi penumpang dan apabila tidak memiliki SIKM maka terpaksa penumpang ditolak berangkat atau diharuskan isolasi mandiri 14 hari.

Brimob Lakukan Sterilisasi Gereja Katolik Bunda Hati Kudus
Indonesia
Brimob Lakukan Sterilisasi Gereja Katolik Bunda Hati Kudus

Polda Metro Jaya bersama aparat gabungan melakukan operasi skala besar untuk amankan malam perayaan natal dan ibadah Misa.

Update Kasus Corona DKI Kamis (13/8): 27.863 Positif, 17.836 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Kamis (13/8): 27.863 Positif, 17.836 Orang Sembuh

Jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 27.863 kasus.

[HOAKS atau FAKTA] COVID-19 Tidak Membunuh Manusia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] COVID-19 Tidak Membunuh Manusia

Beredar postingan dari akun Facebook Doral Crocker screenshot berisikan klaim bahwa COVID-19 tidak menyebabkan orang meninggal dunia.