Polisi Tidak Tahan Tersangka Penghina Keluarga Ahok Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: setkab.go.id).

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya memastikan tidak menahan dua tersangka KS dan EJ tersangka dugaan pencemaran nama baik Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, keduanya saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, hanya saja tak dilakukan penahanan.

"Keduanya tidak dilakukan penahanan, karena pasal yang menjerat mereka ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara," kata Yusri pada wartawan, Sabtu (1/8/).

Baca Juga:

Gubernur Kepri Dikarantina, Istana Yakin Pelantikan Sesuai Protokol

Namun, lanjut dia, proses hukumnya masih berjalan dan keduanya dikenakan wajib lapor. Keduanya disangkakan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 tentang Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.

"Kasusnya tetap berjalan dan dikenakan wajib lapor sambil menunggu nanti pemberkasan," tuturnya.

Yusri
Kabid Humas Polda Metro Yusri (Tengah). (Foto: Kanugrahana)

Pengacara Ahok, Ahmad Ramzy meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pencemaran nama baik kliennya yang dilakukan tersangka EJ (47). Keterangan EJ yang tengah diperiksa kepolisian penting diketahui untuk mendalami motif kasusnya.

"Ya prinsipnya ingin diusut tuntas. Kita ingin mengetahui siapa di balik ini semua. Jadi akan dicek sampai sejauh mana, apa motifnya, siapa-siapa saja pemainnya, gitu," ujar Ramzy kepada wartawan.

Menurut Ramzy, pemeriksaan EJ diyakini bisa mengungkap motif atau bahkan tersangka lain yang mungkin saja muncul dari kasus ini. Namun, terkait kemungkinan adanya motif dan tersangka lain tersebut, Ramzy mengatakan hingga saat ini dirinya masih belum ingin berandai-andai.

EJ diketahui sebagai ketua sekaligus admin di komunitas Veronica Lovers, sebuah grup di WhatsApp dan Telegram, yang berisi perempuan-perempuan pengagum mantan istri Ahok, Veronica Tan.

Diduga grup tersebut kerap digunakan sebagai medium untuk melakukan penghinaan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Polda Metro Jaya telah berhasil mengamankan keduanya di daerah Bali dan Medan.

Tersangka KS pada Kamis (30/7) telah ditampilkan dalam konferensi pers yang digelar di Polda Metro Jaya. KS mengaku melakukan pencemaran nama baik Ahok atas kesamaan rasa dengan apa yang pernah dialami oleh mantan istri Ahok, Veronica Tan. (Knu)

Baca Juga:

DKI Klaim Sudah Lakukan Tes PCR Melebihi Standar WHO



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH