Polisi Tetapkan 7 Tersangka Penggerebekan Narkoba di Kampung Ambon Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (10/5). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Polisi menggerebek kawasan Kampung Ambon, Jakarta Barat. Dalam penggerebekan itu, 49 orang ditangkap dan 7 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

"Tujuh tersangka kami amankan di dalam hasil penggerebekan operasi terpadu dari 49 kami amankan awalnya, 47 laki-laki dan dua orang perempuan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (10/5).

Baca Juga

Oknum Anggota DPRD Tanah Laut Jadi Tersangka Kasus Narkoba

Dari penangkapan tersebut ditemukan barang bukti narkoba berupa ganja seberat 130,17 gram, sabu seberat 16,74 gram, tembakau sintetis seberat 6,77 gram, ekstasi sebanyak satu butir, 115 bong, 16 buah timbangan elektrik, dan satu buah alat isap yang terdapat sabu sisa pakai.

Selain itu, ditemukan barang bukti berupa senjata tajam dan senjata api. Kemudian, 2 pucuk senjata api rakitan, 3 pucuk airsoft gun, 4 pucuk senapan angin, 49 buah senjata tajam terdiri atas 16 samurai, 12 golok, 8 clurit, 9 badik, 2 pisau, 1 sangkur, dan 1 kapak, ada 15 butir pelor gotri, 1 buah drone, dan 9 unit sepeda motor.

Polda Metro Jaya memperlihatkan barang bukti dalam penggerebekan narkoba di Kampung Ambon, Jakarta Barat. Foto: MP/Kanu

Tujuh orang yang langsung ditetapkan sebagai tersangka, lima di antaranya merupakan pengedar. Kemudian, dua sisanya merupakan bandar yang juga pasngan suami-istri.

"Bandar ada 2 suami-istri inisial FPR (27) dan GNS (25)," kata Yusri.

Kelima pengedar ini ialah SK alias Emo (45), IK alias Isak (42), HER (51), RGP alias Eki (49), dan GPL (18).

"Kemudian pengedar 5 dari kedua orang ini ada dua punya anak buah sendiri kemudian ada HER dan GPO ini masuk dalam kelompok berbeda tapi dalam satu Kampung Ambon," ucap Yusri.

Selanjutnya, dari 49 orang tersebut 20 orang di antaranya positif menggunakan narkoba sehingga langsung direhabilitasi oleh kepolisian.

Sementara 10 orang dilimpahkan kasusnya ke Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat karena terkait dengan kepemilikan senjata api.

"Dua belas orang negatif dan kita sudah pulangkan, tetapi masih dalam pantauan penyidik Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat," kata Yusri.

Yusri menyebut saat ini polisi terus melakukan pendalaman karena mereka dianggap cukup lincah. Mereka juga dikenal sebagai pemain-pemain lama dalam dunia narkoba.

"Bahkan memang tembok itu ditulisi berapa orang yang beli itu, ada tarifnya semuanya. Jadi sepertinya sudah gampang. Ibu-ibu di sana masyarakat di sana sudah dianggap seperti biasa," ungkap Yusri.

Dari 7 tersangka tersebut, 6 orang dikenai Pasal 114 ayat 1 dan satu lainnya dikenai Pasal 111 ayat 1 dengan ancaman penjara paling singkat 6 tahun penjara. (Knu)

Baca Juga

Lima Anggota Serse Narkoba Surabaya Ditangkap Propam Saat Pesta Sabu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
UU Ciptaker Tuai Polemik, Pemerintah, DPR dan Buruh Diminta Bermusyawarah
Indonesia
UU Ciptaker Tuai Polemik, Pemerintah, DPR dan Buruh Diminta Bermusyawarah

"Maka kata kuncinya adalah musyawarah untuk mencapai mufakat. Mencari jalan tengah untuk mencapai kompromi," terang Karyono

Anies Gandeng Pemkab Ngawi Perluas Pasokan Beras di Jakarta
Indonesia
Anies Gandeng Pemkab Ngawi Perluas Pasokan Beras di Jakarta

Kolaborasi pasokan beras ini melalui BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya dengan Pemerintah Ngawi lewat Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun

Selama Pandemi COVID-19, Bea dan Cukai Surakarta Kehilangan Pemasukan Rp700 Juta
Indonesia
Selama Pandemi COVID-19, Bea dan Cukai Surakarta Kehilangan Pemasukan Rp700 Juta

"Alkohol yang kami bebaskan dari cukai tersebut diperuntukan untuk memproduksi hand sanitizer yang bersifat nonkomersial," ujar Budi

Polisi Bongkar Pabrik Tembakau Gorilla di Kemanggisan
Indonesia
Polisi Bongkar Pabrik Tembakau Gorilla di Kemanggisan

Polisi awalnya menangkap AP pada akhir Desember

Dihantam Cuaca Buruk, Pencarian Sriwijaya Air Dihentikan Sementara
Indonesia
Dihantam Cuaca Buruk, Pencarian Sriwijaya Air Dihentikan Sementara

"Baru sampe mulut kolam kita terpaksa harus balik kanan karena cuacanya dapat informasi di lokasi cuaca ekstrem," ujar Deputi Bina Tenaga dan Potensi SAR, Abdul Haris Achadi

Bogor Siapkan Kantor Dinas dan GOR untuk RS Darurat COVID-19
Indonesia
Bogor Siapkan Kantor Dinas dan GOR untuk RS Darurat COVID-19

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat akan menggunakan kantor dinas dan gelanggang olahraga (GOR) untuk rumah sakit darurat penanganan COVID-19.

Pemerintah Kembali Kedatangan Vaksin AstraZeneca Sebanyak 3,8 Juta Dosis
Indonesia
Pemerintah Kembali Kedatangan Vaksin AstraZeneca Sebanyak 3,8 Juta Dosis

Pemerintah kembali mendatangkan vaksin AstraZeneca sebanyak 3,8 juta dosis. Ini merupakan tahap kesembilan kedatangan vaksin COVID-19 di tanah air.

Wapres Maruf Amin Peringatkan Tracing COVID-19 Diperkuat
Indonesia
Wapres Maruf Amin Peringatkan Tracing COVID-19 Diperkuat

Laporan disampaikan secara daring maupun luring

Penyidik Periksa 7 Direktur Terkait Kasus Korupsi Asabri
Indonesia
Penyidik Periksa 7 Direktur Terkait Kasus Korupsi Asabri

"Ini guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (20/5).

Motif Ayah Kandung Siksa Anak Perempuannya di Tangsel
Indonesia
Motif Ayah Kandung Siksa Anak Perempuannya di Tangsel

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Pondok Jagung, Serpong, Tangerang Selatan.