Polisi Terus Gaungkan Rencana Pembunuhan Dalam Aksi 22 Mei, Keluarga Korban Tersakiti Kericuhan massa Aksi 22 Mei di jalan MH. Thamrin di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Kamis, (22/5) (MP/Rizki Fitrianto)

Merahputih.com - Amnesty International Indonesia menyoroti pihak kepolisian yang dinilai luput menjelaskan kepada publik terkait korban jiwa serta pelaku penembakan yang mengakibatkan tewasnya sejumlah warga saat kericuhan Aksi 22 Mei.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menilai hal yang disampaikan polisi dalam konferensi pers tidak menyeluruh dan gagal mengungkap fakta penting mengenai korban tewas dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA: TPF Polri Mulai Ungkap Kematian 8 Orang saat Kerusuhan 21-22 Mei

"Ini menyakitkan bagi keluarga korban yang hari ini berharap polisi mengumumkan ke publik siapa yang melakukan penembakan kepada korban," ujar Usman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/6).

Kericuhan saat aksi 21-22 Mei (MP/Rizki Fitrianto)

Alih-alih menunjukkan perkembangan penyidikan tentang penyebab korban tewas dan pelaku yang harus bertanggungjawab, narasi yang disampaikan polisi hanya soal rencana pembunuhan dalam Aksi 22 Mei.

BACA JUGA: Empat Pembakaran Mobil Brimob saat Kerusuhan 21-22 Mei Ditangkap

Lantaran hal itu, sejumlah keluarga korban yang ditemui Amnesty International Indonesia disebutnya kecewa tidak ada pengungkapan pelaku pembunuhan untuk kemudian dibawa ke pengadilan.

"Seharusnya polisi mengungkapkan bukti-bukti yang memadai tentang penyebab kematian mereka terlebih dulu, lalu mengumumkan siapa-siapa yang patut diduga sebagai pelaku penembakan terhadap mereka," ucap Usman dikutip Antara. (*)

BACA JUGA: Pengamat Intelijen Temukan Anomali dalam Kelompok Pembunuh Bayaran Rekrutan Kivlan Zen



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH