Polisi Terpaksa Tambah Pos Penyekatan Mudik, Ini Alasannya Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo. ANTARA/Fianda Rassat

MerahPutih.Com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya rencananya akan menambah titik penyekatan terkait dengan larangan mudik bagi masyarakat di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Sejauh ini, sebanyak 18 titik penyekatan berkaitan dengan larangan mudik sudah didirikan. Selain itu, juga ada ratusan titik yang digunakan untuk memantau pelaksanaan PSBB.

Baca Juga:

DPRD Desak Pemprov DIY Perpanjang Masa Tanggap Darurat Corona

"Kemungkinan kita akan tambah dua untuk di tol yang masuk Jakarta, yaitu untuk yang masuk Jakarta baik dari arah Cikampek maupun dari arah Banten atau Merak," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Selasa (19/5).

Dirlantas Polda Metro Jaya akan tambah pos penyekatan mudik di sejumlah titik
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Foto: antaranews)

Sambodo menerangkan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait itu.

Selain itu, adanya titik penyekatan ini didasari adanya penerapan peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian ke luar Kota, Masuk atau Keluar DKI Jakarta.

"Yang dikedepankan Satpol PP untuk melakukan pemeriksaan misalnya apakah yang bersangkutan memiliki SIKM sebagaimana diamanatkan dalam pergub," ungkapnya.

Baca Juga:

Menkumham Yasonna Pastikan Hadiri Sidang Perppu COVID-19 di MK

Sebelumnya, Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo melarang masyarakat untuk mudik guna mencegah penularan Covid-19.

Larangan mudik tersebut mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.(Knu)

Baca Juga:

DPRD DKI Desak Anies Lakukan Kajian Sebelum Longgarkan PSBB

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Guru Besar Statistika UGM Prediksi Wabah COVID-19 Berakhir Mei 2020
Indonesia
Guru Besar Statistika UGM Prediksi Wabah COVID-19 Berakhir Mei 2020

Selain itu, ia juga memperkirakan total penderita yang positif mencapai paling sedikit 6.174 kasus.

Pemerintah Diminta Enggak Terburu-buru Buka Bioskop
Indonesia
Pemerintah Diminta Enggak Terburu-buru Buka Bioskop

Perlu memastikan angka kasus COVID-19 sudah mengalami penurunan

KPU Diminta Bikin Pakta Integritas Kepatuhan Protokol Kesehatan Paslon
Indonesia
 Nekat Coret Seragam dan Konvoi Kelulusan, Puluhan Siswa Diamankan Polisi
Indonesia
Nekat Coret Seragam dan Konvoi Kelulusan, Puluhan Siswa Diamankan Polisi

"Siswa ini seharusnya tetap berada di rumah bukan mengadakan konvoi kelulusan. Ini jelas tidak boleh dibiarkan. Kami amankan kendaraan mereka dan memberinya pembinaan," ujar Andy

Polresta Surakarta Waspadai Gerakan Terorisme
Indonesia
Polresta Surakarta Waspadai Gerakan Terorisme

Polresta Surakarta, Jawa Tengah, mengantisipasi adanya gerakan terorisme pada saat pergantian tahun.

Jokowi tak Larang Mudik, Penyebaran COVID-19 Bisa Meluas ke Daerah
Indonesia
Jokowi tak Larang Mudik, Penyebaran COVID-19 Bisa Meluas ke Daerah

Akibatnya bisa mengancam pasokan logistik.

 Ketua Umum IDI Desak Pemerintah Buka Data Pergerakan Pasien Corona
Indonesia
Ketua Umum IDI Desak Pemerintah Buka Data Pergerakan Pasien Corona

Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah mendiagnosa diri sendiri apakah pernah melakukan kontak langsung dengan pasien tersebut.

Jokowi Singgung Tanggung Jawab Prabowo Sukseskan Lumbung Pangan Nasional
Indonesia
Jokowi Singgung Tanggung Jawab Prabowo Sukseskan Lumbung Pangan Nasional

Jokowi menugaskan Menteri Pertahanan itu memperjuangkan cadangan strategis pangan nasional yang dibangun di Kalimantan Tengah.

[HOAKS atau FAKTA]: Mobil Esemka Launching Series J-Owi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mobil Esemka Launching Series J-Owi

"Woooowwwwwww di rezim kali ini, pemerintah sudah launching 2 mobil esemka terbaru. Kalau ini series J-Owi loh dengan warna hitam elegan cocok untuk di sumbangkan kalau kita terkena kasus korupsi"

COVID-19 Bikin 10 Ribu Tahanan di Atas 55 Tahun Hirup Udara Bebas
Indonesia
COVID-19 Bikin 10 Ribu Tahanan di Atas 55 Tahun Hirup Udara Bebas

Afghanistan telah melaporkan 91 kasus virus corona dan tiga kematian