Polisi Temukan Lokasi Rumah Sakit Tempat Dokter Menyuntik Mayat yang Jadi Viral Ilustrasi

MerahPutih.com - Viralnya video yang diduga tindakan malapraktik di salah satu rumah sakit di Sidoarjo, Jawa Timur kini menjadi perhatian Polda Jatim. Ya, video viral itu berisi tentang rekaman penyuntikan mayat yang diduga dilakukan oknum dokter dan perawat. Pihak kepolosian kini tengah menyelidiki kasus dugaan suntik mayat tersebut.

"Masih kita lakukan penyelidikan. Memang belum ada laporan. Tapi, itu kalau kita lacak, dugaannya ada di Sidoarjo. Kebenaranya (apakah itu benar-benar suntuk mayat dan malapraktik), ya belum bisa diketahui," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, (29/1).

Yang jelas, untuk melakukan langkah lebih jauh, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kini, lanjut Barung, langkah awal yang dilakukan kepolisian adalah mencoba melakukan klarifikasi baik kepada pihak rumah sakit, dokter, termasuk perawat yang ada dalam rekaman video tersebut.

Sekedar diketahui, sejak semalam beredar video di media sosial dengan durasi 3 menit lebih 11 detik, terdengar suara laki-laki marah-marah menuding si dokter dan perawatnya telah menelantarkan ibunya hingga meninggal.

Namun, setelah meninggal, si dokter juga dituduh menyuntik ibunya.

Selain itu, dalam rekaman video yang terlihat dokter duduk berhadapan dengan dua perawatnya, juga terdengar suara seorang perempuan yang mengatakan, "bagaimana seorang dokter dan perawat bisa tidak tahu kalau pasien sudah meninggal. Terlebih menyuntik pasien yang sudah menjadi jenazah."

Baca Juga: Beredar Kabar Dokter di Jatim Suntik Mayat, Ini Reaksi IDI

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur, juga buka suara tentang viralnya video tersebut. Namun, Ketua IDI Jatim Dr Poernomo Budi Setiawan mengatakan, pihaknya belum bisa bertindak.

Sebab, sejauh ini kasus dugaan dokter menyuntuk mayat di rumah sakit di Sidoarjo itu masih beredar di media sosial dan belum ada laporan yang masuk ke IDI. "Kita belum menerima laporan resmi terkait dugaan asusila itu. Tetapi, kami siap melakukan investigasi jika diminta bantuan oleh pihak kepolisian. Karena, kasus itu juga menyangkut kode etik." kata Dr Poernomo Budi Setiawan, (29/1). (Budi Lentera)



Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH