Polisi Temukan Hewan Langka dan Mobil Mewah Lain di Rumah Koboi 'Lamborghini' Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengecek kondisi mobil mewah Lamborghini milik pelaku penodong pelajar SMA.ANTARA/Laily Rahmawaty

Merahputih.com - Polisi terus mendalami kasus penodongan yang dilakukan pengemudi Lamborghini Abdul Malik.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sijaya mengatakan, tak hanya memiliki Lamborghini, Abdul Malik juga memiliki mobil mewah lainnya.

Menurut Andi, ada 2 buah mobil mewah lainnya yang dimiliki Abdul Malik yakni, merk Porsche dan Land Cruiser.

“Menurut keterangan yang bersangkutan, itu ada 1 lagi porsche terus ada land cruiser sama ada beberapa lagi nanti kita cek lagi,” kata Andi usai menggeledah rumah Abdul Malik di Jalan Jambu, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Kamis (26/12).

Baca Juga

Geledah Rumah Pengemudi Lamborghini, Polisi Temukan Peluru Aktif

“Nanti kita cek semua dari kepemilikan mobil-mobil mewah lainnya. Nanti kan dari pihak pajak akan menilai,” tambahnya.

Polisi menggeledah rumah Abdul Malik sekitar satu jam lamanya, sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Kasusnya bermula saat ia menodongkan pistol miliknya kepada 2 bocah SMA. Korban pun akhirnya melaporkan hal itu ke polisi.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan empat hewan langka dari kediaman Abdul Malik tersangka kasus penodong pistol 2 bocah SMA.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama mengatakan, emoat hewan yang disita pihaknya yakni, Harimau Sumatera, Burung Cenderawasih, dan 2 ekor Rusa Bawean. “Jadi semuanya total ada 4 yang diamankan,” ucap Bastoni.

Bastoni menyebut, dari hasil pemeriksaan Abdul Malik mengaku mendapat hewan langkah itu dengan cara membeli ke seseorang. Pihaknya masih mendalami dari mana tersangka mendapat hewan langkah tersebut.

“Kalau keterangan dari tersangka hanya koleksi saja. Dibeli. Masih dalam pendalaman sejak kapan tersangka sejak kapan memilikinya,” kata dia.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengecek kondisi mobil mewah Lamborghini milik pelaku penodong pelajar SMA dengan senjata api yang disita dan diamankan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2019). ANTARA/Laily Rahmawaty
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus bersama Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama saat konferensu pers kasus koboi Lamborghini (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Bastoni mengatakan, tersangka bisa dikenakan pasal berlapis dengan adanya temuan tersebut. “Ada selain pasal pengancaman, sekarang pasal perlindungan hewan langka. Berdasarkan saksi dan keterangan tersangka,” ucap Bastoni.

Sementara itu perwakilan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta, Deni Rohendi, mengatakan tersangka bisa dijerat Pasal 21 Huruf A Perlindungan Hewan. “Pemeliharaan atau simpan satwa bagian-bagian satwa yg dilindungi melanggar Pasal 21 huruf A dengan denda 100 juta,” kata Deni.

Ia juga mengatakan, hewan-hewan tersebut tidak boleh dimiliki siapapun lantaran sudah dalam tahap hampir punah dan populasinya semakin sedikit. “Sudah hampir punah, populasi semakin rendah. Jangankan hidup, mati, bagian-bagiannya pun tidak boleh,” jelasnya.

Baca Juga

Kisah Hijrah 'Anton Medan' Sang Preman Kelas Kakap

Abdul Malik diketahui merupakan seorang pengusaha properti dan sudah memiliki izin resmi senjata api sejak 2019. Namun, izin tersebut saat ini sudah dicabut karena ia terbukti menggunakan senjata api miliknya dengan semena-mena.

Akibat aksinya itu, Abdul Malik dijerat dengan Pasal 335 dan 336 KUHP dengan ancaman satu tahun penjara. Sedangkan siswa SMA yang menjadi korban, diketahui masih trauma berat hingga tidak berani keluar rumah. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penumpang Naik 20 Persen di Libur Panjang, Operator Diminta Tambah Frekuensi
Indonesia
Penumpang Naik 20 Persen di Libur Panjang, Operator Diminta Tambah Frekuensi

Saat ini masih ada ruang untuk bisa menambah jadwal operasi dan frekuensi perjalanan. Pasalnya kapasitas penumpang kereta api dan pesawat terbang telah ditetapkan maksimal 70 persen.

KPK Jebloskan Politikus Golkar Markus Nari ke Lapas Sukamiskin
Indonesia
KPK Jebloskan Politikus Golkar Markus Nari ke Lapas Sukamiskin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan anggota DPR Markus Nari ke Lembaga Pemasyarakat Klas IA Sukamiskin.

Brazil Catat 32.091 Kasus COVID-19 dalam 24 jam
Dunia
Brazil Catat 32.091 Kasus COVID-19 dalam 24 jam

Jumlah kematian di Brazil mencapai 38.406, yang menjadi angka tertinggi ketiga di dunia. Demikian seperti dikutip dari Antara.

Saat Pandemi, Wisatawan Keluarga Dominasi Kunjungan Ke Yogyakarta
Indonesia
Saat Pandemi, Wisatawan Keluarga Dominasi Kunjungan Ke Yogyakarta

Data Badan Pusat Statistik pada Bulan Agustus 2020, Yogyakarta tidak kedatangan kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk Bandara Internasional Yogyakarta.

LPSK Tanggapi Silang Pendapat KPK dengan Ditjen PAS soal Status JC Nazaruddin
Indonesia
LPSK Tanggapi Silang Pendapat KPK dengan Ditjen PAS soal Status JC Nazaruddin

“Aturan tentang Saksi Pelaku atau JC ada di pasal 10A UU No 31 Tahun 2014 yang terdiri dari 5 ayat, semuanya jelas” kata Edwin

PP Muhammadiyah Kecam Penembakan Berujung Kematian Pengawal Rizieq
Indonesia
PP Muhammadiyah Kecam Penembakan Berujung Kematian Pengawal Rizieq

Sekertaris PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyayangkan terjadinya insiden kekerasan yang melibatkan polisi dan pendukung Rizieq.

Update Corona Jumat (29/5): Positif 7.054, Sembuh 1.807 Orang
Indonesia
Update Corona Jumat (29/5): Positif 7.054, Sembuh 1.807 Orang

Ada sebanyak 1.807 orang dinyatakan sembuh dari total 7.053 orang positif.

125 Ribu Jamaah Laksanakan Umrah di Arab Saudi, Tak Ada yang Terinfeksi COVID-19
Indonesia
125 Ribu Jamaah Laksanakan Umrah di Arab Saudi, Tak Ada yang Terinfeksi COVID-19

Pelaksanaan umrah sendiri akan dimulai pada 1 November mendatang

Update Kasus Corona DKI Senin (20/7): 16.712 Positif, 10.598 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Senin (20/7): 16.712 Positif, 10.598 Orang Sembuh

Dari jumlah 16.712, ada 10.598 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 749 orang meninggal dunia.

[HOAKS atau FAKTA): Diam-diam KPU dan MPR Sepakat Jokowi Jadi Presiden Sampai 2027
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA): Diam-diam KPU dan MPR Sepakat Jokowi Jadi Presiden Sampai 2027

Beredar artikel berjudul “MPR dan KPU Sepakat Jokowi Lanjut Sampai 2027? Bagaimana Rakyat, Akan Diam Saja?” yang dimuat di situs portal-islam[dot]id pada 24 Juni 2020.